
Popi "entar malam lihat balapan mau.?"
Syadam "boleh deh. beni juga ngajak lihat. terus Anam menyuruh ku mengajak kamu jalan."
"yang terakhir adalah Agus mengajakku membantunya jualan di AHM."
Popi "kau menyetujui semua permintaan teman mu."
"kau memang hebat dam."
sementara itu di LM.
Leo "kita buat mereka menyesal menentang kita. kudengar reno yang menjadi pembalab-nya."
mereka akan beradu mobil city car.
untuk Leo menggunakan Yaris dan Reno menggunakan Mazda2.
Syadam dan Agus mempersiapkan dagangan.
Agus berencana berjualan sosis untuk malam nanti.
malam pun tiba.
sirkuit RHM sudah terlihat ramai. para crew dari setiap tim mempersiapkan mobil mereka.
malam ini ada jadwal 8 balapan.
dan yang menjadi pertandingan utama adalah JAC dan LN.
Agus "enak ya jadi mereka. hanya berfikir tentang mencari kesenangan."
sayadam "namun belum tentu mereka lebih bahagia dari pada kamu."
brendi tak ikut ke RHM. ia memilih meminum anggur di bengkel. topan juga menemaninya.
topan "kau kenapa brend."
brendi "apa kit telah menjadi orang yang berbeda dengan dulu pan .?"
topan "itu mungkin. kita terbuai dengan keadaan."
"nama besar JC membuat kita sombong."
brendi "jadi ini yang di maksut oleh DK. dulu dia pernah bilang tak ingin menjadi orang lain setelah menerima kekuasaan tertinggi."
topan "jujur....selama setahun ini aku tak seperti dulu."
"kini aku jarang berlatih keras."
Jessika "aku mendengar kabar...."
"ada ornag membuat kekacauan di daerah bukit bintang."
"boleh kan aku ikut menikmati anggur mu."
brendi "masuk aja Jes."
topan "siapa yang kau maksut kan."
Jessika "Saiful bilang dia DK."
"kemaren dia meminta maaf pada pak Ucup."
topan "berarti selama ini DK ada di Jogja."
Jessika "aku juga berpendapat seperti itu."
"aku tahu kalain lengah hingga DK marah."
"oh ya pan. aku kesini untuk menemui mu."
topan "ada urusan apa kau mencariku."
Jesika "mulai sekarang. latih lah anak JC dengan benar."
"dari informasi yang ku peroleh. Jogja akan di serang sebentar lagi."
sementara itu di RHM
balapan anatara Leo dan Reno di mulai.
disana terlihat pink street juga ikut melihat pertandingan ini. nandya juga hadir kala itu.
Reno "kau ingat mana yang gas. dan mana yang rem-kan."
Leo "jangan sombong hanya karena kau menggunakan nama JAC."
lampu merah menyala.
kuning
hijau.
Reno melakukan start yang hebat.
Leo juga melakukan start sempurna.
mereka melaju dengan kecepatan yang sama. Reno menggunakan nos dan mencoba menutup laju dari Leo. Leo mencoba mengejarnya. nos juga di lontarkan oleh nya.
Leo memimpin kala itu. saat di gigik akhir.
Leo hanya bisa melihat bagian belakang mobil Reno.
Popi "mereka keren ya. Pembalap JAC memang hebat."
beni "aku bisa gak ya."
Syadam "bukan pembalab-nya yang hebat. namun mekaniknya."
Anam "kau kayka faham dengan balapan."
syadam "eh.....maksutnya nam."
Anam "la tadi kamu ngomong apa ?"
ternyata Syadam tak sadar mengucap hal tadi.
JAC merayakan kemenangannya.
Reno "bagaimana bos. mau lanjut lagi.?"
hahahaha
bangkit "sudah lah. ayo ke bengkel ren."
nandya dan pink street merayakan kemenangan Reno.
kala itu mereka mengadakan pawai. walau kebayakan adalah teman reno. namun nama JAC lah yang terlihat melakukan pawai.
"JAC tidak seperti dulu lagi."
"kini mereka terlihat seperti klompok elit yang sombong."
ujar Roy BRT.
Syadam "aku pulang dulu ya. aku capek Gus."
Agus "iya dam. trimakasih dah di bantu."
Syadam tidak menuju kos kala itu. dia mengikuti pawai dari Reno.
saat itu pawai dari Reno menyebabkan lalu lintas menjadi kacau. bukan hanya itu. suasana bising Dan berisik juga terdengar.
bahkan pawai itu menyebabkan salah satu pengendara terjatuh.
Syadam menyelamatkan-nya.
syadam "Ibuk gak papa.?"
Ibuk penjual kopi "gak papa nak. Ibuk cuman kaget tadi."
sayadam "hati-hati ya buk. dagangan Ibuk jadi berantakan."
ibu penjual kopi "alah gak papa nak. ini juga bisa dibereskan."
Syadam "Ibuk mau jualan lagi.? kan kaki Ibuk sakit ini."
"gak pulang aja buk."
ibu penjual kopi "besok waktunya membayar pajak buat JC nak."
syadam "pajak apa buk.?"
ibu penjual kopi "ya sebenarnya bukan pajak. namun seperti upeti gitu. agar Ibuk bisa jualan di daerah condong catur."
syadam "kalau ibuk tak membayarnya."
ibu penjual kopi "kita gak dapat kartu ini. kalau kita tak membawa kartu ini, kita tak boleh brjualan."
syadam "ini buk buat ngantiin dagangan Ibuk."
"mereka semua temen ku buk. jadi ini adalah tnaggung jawab ku."
setelah menolong ibu itu. syadam menyuruh Adam dan vino menemuinya di sebuah cafe daerah Monjali.
sebelum itu syadam menghubungi Agus.
dia mengatakan tentang kartu julalan yang di keluarkan oleh JC.
Agus pun menjawab iya tentnag hal itu. maka dari itu dia tak suka dengan JC.
jiwa TDK tiba-tiba membara kala mendapat informasi itu.
vino dan Adam sudah di cafe kala itu.
TDK menghampiri mereka dua.
dia tak duduk kala itu.
Adam "kenapa kau tak duduk dek.?"
TDK "aku tak ingin duduk. aku hanya ingin tahu tentang ini.?"
sebuah kartu di tunjukkan pada mereka berdua.
TDK "apa kau kalian tahu.?"
vino "kami tahu dek. kami juga baru mau mengusut hal ini."
bumb.............
bumb.............
vino dan Adam di pukul oleh DK.
se isi cafe hanya diam ketika melihat itu adalah TDK.
Adam "maaf dam.....bukannya aku merahasiakan tentang ini."
vino "aku tak ingin kau akan memukul soudara mu."
bumb.........
vino ditendang oleh DK.
DK memegang kerah baju Adam lalu mengangkatnya.
TDK "aku percaya dengan kalian bukan untuk memberi informasi surga."
DK melemparkan Adam.
suasana di dalam cafe sangat kacau. namun pengunjung cafe Hanya bisa diam. bahkan vino dan Adam tak berani mengucap sepatah kalimat pun.
TDK "aku lebih memilih informasi menyakitkan namun itu adalah kenyataan."
"daripada kabar baik namun palsu."
Adam "hanya maaf yang bisa ku sampaikan."
TDK "panggil Fiki dan semi kesini."
saat Fiki dan semi datang.
TDK "kau ingin aku mengajar kalian atau kau ingin berduel dengan ku."
Fiki "aku siap di hajar dek."
semi "aku juga dek."
DK pun menghujani mereka dengan pukulan dan tendangan.
hingga mereka terjatuh di lantai.
TDK "bukan ini tujuan ku. bukan begini sistimku. kita bertarung bukan untuk memperkaya diri."
"jika kalian tak mampu......biar aku yang menyelesaikan semua ini dengan cara ku."
bersambung..........