
vino, Adam, topan, Jesika dan DK menemui salah satu mahasiswa pecandu yang sudah lama di incar oleh DK. lalu DK mengajaknya untuk mengantarnya ke blandar yg menjadi langganan-nya.
ini adalah rencana yang di siapkan oleh DK.
saat itu mereka sedang pesta.
Ting tong.
bunyi bell.
"siapa ya....." ujar bawahan Dexa.
setelah pintu terbuka sebuah tendangan muncul untuk menjadi salam dari DK.
DK membawa salah satu mahasiswa pecandu bersamanya.
DK "benar dia yang memberikan mu obat.?"
Dexa "siapa kau...??"
mahasiswa tersebut hanya menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan DK.
Dexa "habisi dia....!!!"
Dexa yang merasa diri nya terancam menyuruh bawahan nya menyerang DK.
namun DK dengan tenang menghadapi mereka. saat itu DK bersiap menggunakan ajian tali jagat.
saat 3 orang menyerang DK bersamaan.
DK mundur untuk menghindari serangan mereka. kemudian salah satu dari mereka yang tahu serangannya gagal langsung menyerang DK.
DK juga menyerang orang tersebut.
bumb
satu orang tepar. kemudian sebuha tendangan combo melesat ke arah dua orang.
bumb....
dua lagi tepar.
DK memegang pedang yang di gunakan mereka untuk menyerang DK.
DK berlari sembari mengayunkan pedangnya.
Jessika "jadi ini kehebatan TDK. aku seperti melihat malaikat pencabut nyawa."
vino "Jes Lo bantu DK. aku akan mengejar Dexa."
Jessika "dengan senang hati."
Jessika lnagsung berlari dan melompat sembari memndang ke arah salah satu bawahan Dexa.
dalam waktu singkat semua anak buah Dexa harus tunduk pada dua orang saja.
DK "kau tak pa-pa.?"
jesika "sepertinya."
DK "dam sher semua lokasi tempat ini pada aliansi. hancurkan semua anak buah Dexa malam ini juga."
"Vin kau hubungi pak Abi."
"biar aku yang mengejar tikus itu."
DK akhirnya mengajar Dexa yang berhasil melarikan diri dengan mobil.
DK "kalau kua punya penyakit mabuk kendaraan sebaiknya disini saja."
Jessika "jangan konyol kau dek. aku selalu bermimpi untuk dapat menikmati kehebatan seorang pembalap no.1 di kota ini."
DK dan Dexa kejar-kejaran di kota. akan tetapi dengan kehebatan DK untuk membawa mobil. Dexa hanya bisa menunggu hingga dia tertangkap.
DK "apa dia tak tahu kapan menyerah."
Jessika "aku pikir.....aku dulu yang akan menyerah dek......!!!!!!!!!!!"
saat Jesika berbicara DK menikung tajam sembari menghindari mobil yang akan menabraknya.
Dexa menuju jalur ring road kala itu.
DK "saat nya untuk mengakhiri ini."
mobil DK menyusul mobil Dexa. karena Reng road adalah jalur yang memiliki 6 lajur. di situ juga lajur antara motor dan mobil di pisah.
mobil DK sudah ada di sebelah mobil Dexa.
Dexa memutuskan untuk menghantamkan mobil DK ke pembatas jalan.
akan tetapi DK sengaja membuat mobilnya berputar.
dia membanting setir, menekan hand rem dan memasukan gigik mundur secara bersamaan.
DK sengaja tidak menginjak rem kala itu. dia bertujuan agar mobil masih mempunyai beberapa roda yang masih mencekram aspal jalan.
saat itu mobil Dexa menghantam bahu jalan dan terbalik.
DK "Jes, sher lokasi ini. aku ingin dia tetap hidup."
sebelum rombongan vino dan Adam datang. ada sebuah rombongan yang tak trima dengan DK. dia adalah mobil yang hampir di tabrak DK di tikungan tadi.
Jessika "sepertinya itu rombongan Reno."
DK "cepat masuk. kita kabur dari sini dulu."
"aku tak ingin muka ku di lihat oleh mereka."
reno yang bangga dengan dirinya. mengejar mobil DK.
nandya "ren udah...gak sah di kejar."
reno "dia pikir dia siapa. balapan di jalan raya."
"akan ku hajar mereka agar mereka kapok."
jesika "aku tak begitu suka dengan nya."
Jesika menghubungi Reno kala itu. dia memberikan rute pada Reno. rute balapan. dia juga bilang kalau kau berhasil menang. dia berhak untuk meniduri Jessika.
Jessika "bagaimana...??? kau biasakan mengalahkan TDK ?"
Reno "sangat mudah....."
Jesika "satu hal lagi, sebuah ciuman akan ku berikan jika aku bisa melihatmu di kaca spion."
tapi bicara tak sama dengan realita. jangan kan untuk mengalahkan DK. melihat lampu belakang DK aja dia tak mampu.
DK menuju ke rumah vino kala itu.
DK "mana vino."
semi "dia sedang mengurus Dexa. aku sudah mengabarkan kalau kau di sini."
DK "hubungi Adam juga."
semi "siap dek."
malam itu menjadi malam pembersihan untuk pengedar gelap. kota menjadi ramai di malam itu.
beberapa menit kemudian.
semi "dek ada telf dari vino."
vino "aku atau kau yang turun tangan."
DK "selesaikan saja. namun jangan sampai semi dan ando menemuinya atau ikut dalam introgasi itu."
"ini berlaku juga untuk semua bawahannya."
vino "ok dek. besok pagi ku temui kau di tempat biasa."
DK dan Jesika meninggalkan rumah vino menggunakan motor. dia tak ingin di ikuti lagi. itu sebabnya dia memilih naik motor.
DK "ingin langsung pulang.?"
Jessika "ku harap kau memberiku sedikit angin. agar mual ku hilang."
mereka memutuskan menuju bukit bintang. sesampainya disana Saiful bersujud pada DK karena kejadian kemarin.
DK "siap kan aku anggur. dan tinggal kan kami sendiri."
Saiful "iya dek......"
Jesika "kau memang hebat dek. kau bagai singa jika bertarung. saat kau sedang mengendara, kau bagai hiu yang mengejar Mangsanya."
"ku kira Bu Maria tak salah mempercayakan semua pada mu."
DK "menjadi bos besar tidak lah mudah Jes. sedikit keslahan akan membuat banyak orang menderita."
"aku sudah merasakan kejamnya dunia. maka dari itu, aku tak ingin orang lain merasakan hal yang sama seperti ku."
"aku kejam dan sadis pada orang yg merebut senyum orang lain. aku kejam untuk sejuta senyum di kota ini."
Jesika "boleh aku bersandar di bahu mu.?"
"entah kenapa saat aku berada di dekatmu, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa."
"walau satu menit kedepan aku akan mati. namun aku tetap nyaman bila kau di dekatku."
DK "jangan suka dengan orang seperti ku."
"perasaan itu akan melukai mu."
Jesika "aku tahu betul dengan hal itu dek. walau sakit, perih, menderita, atau pun bahagia."
"aku menikmati perasaan ini."
DK "ku harap kau tak menunjukkan kelembutan ini pada orang lain."
Jesika hanya tersenyum kala itu. perasaan Jesika tak lagi bisa di bendung. walau hal ini hanya dia dan DK yang tahu.
bengkel JAC
Reno "keparat......bedebah....."
nandya "udah ren.."
kau harusnya senang kan. hari ini kau menang ren."
brendi "kau kenapa ?"
Reno tak berani bercerita bahwa dia telah kalah telak dengan DK.
Adi "udah lah ren. kita menang hari ini."
brendi "dia Tidak menang hari ini."
"Andri sengaja mengalah untuk membuat mu senang dan setuju mengadakan remach.
Reno "kau jangan bercanda....sudah jelas aku yang memang."
brendi "terserah kua saja. namun aku tak ingin mendanai balapan remach mu dengan SR."
"dan saran ku jangan kau trima tantangan mereka."
Reno "kenapa kau tidak mau mengakui kemampuan ku."
"kenapa kau selalu mengandalkan TDK. sekarang dimana dia.??"
"sembunyi...!!!!
"buat apa ???? agar rekornya tak di ambil orang."
"kau memasang orang yang tidak bisa melakukan strat dengan baik sebagai pembalap no.1 di tim no.1 di kota ini."
Adi "jangan sombong hanya karna kau berhasil menang 3x berturut-turut."
"jika kau tak tahu DK. ku harap kau tak meremehkan-nya."
bersambung........