The Drak Knight 2 King Of The City.

The Drak Knight 2 King Of The City.
keinginan melawan TDK.



nandya "aduh.....ketiduran aku."


"dam.dam....."


Syadam "bentar.....mnadi."


nandya "cepet...aku ada kelas ini."


Syadam "iya...."


saat Adam membuka pintu kamar mandi nandya bergegas masuk kamar mandi.


nandya "hey aku antar ya....."


"biar cepet pake motor."


sayadam mengantar nandya ke kampus. namun nandya telat masuk kelas.


nandya "yah.......makan aja yuk laper."


Syadam "iya...pengen makan apa."


nandya "soto dam. seger kayaknya."


Syadam mengajak nandya ke sebuah warung soto. sayadam teringat dengan Wanda ketika itu. dulu mereka sering banget makan soto di warung tersebut.


nandya "Lo gak papa kan.?"


"punya hutang di sini."


Syadam "dah ayo makan."


nandya "habis ini blanja yuk."


"gue pengen beli almari dan beberapa baju. terus alat mandi makeup sama....."


"banyak deh."


Syadam "bukane itu smua kamu dah blanja kemaren."


nandya "itu buat di kamar kamu."


brus....


syadam batuk kala mendengar ucapan nandya.


syadam "maksutnya di taruh kamar ku.?"


nandya "ya kalau kejadian kayak tadi pagi, aku gak bakalan bingung dam."


Syadam "kamu pikir kamarku penitipan barang."


nandya "aku nyenyak banget tidur kamar kamu. hehehe"


"kan ada sofa tu. kalau aku tidur situ kamu tidur sofa."


Syadam "waduh. yang punya kamar siapa?"


nandya "ngalah dam...."


"lagian dengan keadaan otak kamu yang sekarang, aku prediksi kamu gak bakalan punya cewek 3 tahun ke depan."


Syadam "parah bgt kamu nad."


hehehehe ujar nandya.


setelah makan mereka memutuskan untuk blanja. DK hanya bisa pasrah dan menerima keputusan sepihak nandya.


mereka juga memesan sebuha motor.


saat blanja selesai mereka menata kamar Syadam untuk memasukkan barang nandya di kamar DK.


DK "kamu kok gak nyari cowok aja ?"


nandya "proses dam."


DK "dah ada yang deketin kamu.?"


nandya "belum, tapi aku dah agak srek ma seseorang."


DK "Reno..??? pembalap itu."


nandya "iya dam. he"


DK "kok aku gak begitu stuju ya."


nandya "cemburu ya......"


DK "bukan.....tapi anak itu sepertinya sombong."


nandya "idola itu harus sombong. agar terlihat cool."


DK "terserah lah."


bengke JAC


Reno "bos nyari musuh lagi yuk."


brendi "sabar aja ren. kita nunggu tantangan aja."


bukit "benar kata brendi. kita itu tim papan atas. gak etis kalau harus mengajukan tantangan."


Reno "namun kita harus membuat mereka takut dengan mengalahkan mereka smua."


Syahrul "kau hanya beruntung. dalam kaca mata ku kau kalah dari Leo."


Reno "maksut kamu.?"


"aku yang menyentuh garis finis dulu. jadi aku lah pemenangnya."


Syahrul "tapi kau menang bukan karena kemampuan mu. kamu menang karena racikan hebat dari bukit."


Reno "bagaimana kalau kau mencoba kemampuan ku."


"jangan kan kau. TDK saja akan mengis kala melawan ku."


hahahaha


Syahrul "boleh aku minta izin menyalakan nipon brend."


brendi "terserah kau saja. perasaan ku sedang kacau."


syahrul "aku kalah 4 kali dengan TDK. TDK menggunakan mobil ini untuk mengalahkan ku."


"apa kau bisa mengalahkan ku dengan ini."


mereka akhirnya melakukan test Drive. Reno menuju ke RHM dulu.


tak lama berselang nipon dan Honda accord.


Reno mencoba penyesuwaiyan dengan nipon.


namun dia tiba-tiba turun.


Reno "jangan bercanda......"


"ini mobil hanya mempunyai tenaga di awal."


"mobil ini tak mempunyai top speed."


Syahrul "ya sudha kalau tak berani."


Reno "baiklah ayo kita coba."


Reno dan Syahrul akhirnya melakukan balapan.


saat start........


Reno tak mampu mengendalikan hentakan nipon.


dia berputar.


Syahrul melaju sendiri. ini lebih seperti test Drive sendiri.


Reno "kalain sengaja menghina ku."


Adi "tapi satu hal yang perlu kau tahu."


"mobil itu sudah mengalahkan banyak mobil sport."


"dan mobil itu tak pernah merasakan kekalahan di semua balapannya."


Reno "itu mustahil....."


Syahrul "memang itu kelihatan mustahil. namun itu nyata."


"dan itu yang membuat ku sadar bahwa aku dan kamu tak ada apa-apanya dengan DK."


Adam menuju RHM. dia ke sana karena mendengra nipon di uji coba.


Adam "kau tak mungkin bisa mengendalikan mobil itu."


reno "maksut kamu dam....."


Adam "mobil itu adalah mobil keajaiban. kemampuan mu tak kan mampu mengendalikan grobak nipon."


Reno "aku masih tak percaya dengan semua cerita kalian."


Reno meninggal kan RHM dengan emosi.


Adam "kit...mungkin pembalap seperti Reno dan Syahrul sangat cocok dengan kamu."


"aku ingat pesan DK pada mendiang kakak kamu."


"seorang montir harus mengikuti pembalap-nya. bukan pembalap yang mengikuti montirnya."


"mungkin kakak kamu tak sehebat kamu. tetapi kakak kamu bisa menyesuaikan diri dengan brendi, DK dan aku."


bukit "sbenarnya aku ingin mengabdikan hidup ku untuk DK."


"aku ingin di bimbing oleh DK."


Adam "waktu itu akan datang..sabarlah."


"rul ayo kita latihan menggunakan nipon."


mereka akhirnya berlatih dengan nipon.


rumah pak Toha.


pak Ucup "aku mendapat beberapa info tentang pergerakan dari beberapa klompok di perbatasan."


pak Toha "aku juga dengar cup. tetapi beri aku sedikit waktu."


"DK memberi waktu keponakan ku untuk mengembalikan semua uang pedagang."


"kau tahu sendiri bila dia tak menyelesaikan ini."


pak Ucup "ya sudah, selesiakan dulu. baru kita bahas masalah ini."


di bengkel pink street.


di sana ada Reno. Reno masih gak trima dengan kenyataan..dia masih tidak mengakui TDK sebagai pembalab hebat.


Reno "sehebat apa sih TDK itu."


"aku rasa banyak yang melebih-lebih kan dia."


"aku melihatnya kemarin, dia tak sehebat yang di ceritakan semua orang."


Natalia "tapi itulah kenyataan. awalnya aku juga berfikir dia bodoh."


"namun semua itu hilang ketika aku bertarung melawannya. jangan kan memenangkan pertandingan."


"untuk mengimbangi nya di belakang saja aku tak mampu."


Reno "aku ingin sekali melawannya."


nandya "aku selalu mendukung mu ren."


"mau keluar makan untuk menenangkan fikiran."


reno "baiklah....ayo"


nandya sangat senang bisa keluar makna dengan idolanya.


Anis "entah kenapa.....semua pembalab hebat akan terlihat bodoh ketika berhadapan dengan DK."


Jessi "iya nis, aku setuju dengan pendapatmu."


"oh ya nis. Syadam sebenarny siapa.?"


Anis "kita bahas di rumha ku saja."


Natalia "di kos aja nis. lebih bebas."


mereka bertiga memutuskan menuju kos.


bersambung........