
Sesampainya TDK di hotel.
"Dam entar kamu jadi tour gaide untuk tamu."
"Tolong jangan permalukan nama hotel dan JC."
ujar Edgar.
Syadam "Iya bos, namun apa hubungannya dengan JC."
Edgar "Jogja itu selalu berhubungan dengan JC. Itu seperti dingin yang berhubungan dengan masuk angin."
"Lebih baik menggunakan istilah es yang berhubungan dengan dingin." ujar Syadam dengan nada pelan.
Saat masuk ruang karyawan sebuah sapaan, senyuman dan rayuan meyapa Syadam. Orang yang melakukan itu adalah beni.
Beni "Dam Lo mau gue kasih uang rokok."
Syadam "Mau lah, tapi aku punya firasat gak bener."
Beni "Jangan gitu donk. Gue cuma Pengan Lo istirahat."
"Nanti biar gue aja yang gantiin Lo jadi tour gaide."
Syadam "Kalau aku sih gak papa Ben."
"Cuman pak Edgar boleh gak ?"
Agus "Jangan mau dam. Yang menjadi tamu kamu adalah gadis cantik dan gedongan dari jakarta."
"makanya dia pengen nggantiin kamu, dari tadi Beni latihan ngomong Lo gue."
Hahahaha
Anam "Biasa dam, berharap untuk si gadis suka sama dia."
Beni "Ini namanya usaha nam. Kalau dalam bahas kamu itu ikhtiar."
Ternyata perckapan itu di dengar oleh pak Edgar. Pak Edgar sudah ada di ruangan sejak tadi.
Edgar "Ehm......"
beni "Mau ya dam."
Agus "Ben coba kamu tanya ma makhluk yang ada di belakang kamu."
Beni pun menoleh kebelakang, dia melihat pak Edgar.
Beni "Eh bapak, mau kopi?"
Edgar "Samapi aku lihat kamu menggantikan tugas Syadam, tak jemur kau di parkiran belakang."
Anak-anak yang lain langsung bersiap dan melarikan diri dari ruangan. Mereka tak ingin kena semprot dari Pak Edgar. Saat di jalan Syadam bertemu dengan Popi. Dia adalah pegawai yang terkenal cantik dan soleh. Salah satu gadis taat Agama.
Popi "Dam ini buat kamu. Kamu kan di tugaskan di luar, entar kalau gak sempet makan."
Sebuah bekal di berikan pada Syadam.
Syadam "Trimakasih pop, aku jalan dulu ya."
Anam "Kok aku gak pernah di buatin?"
"Kapan-kapan ya mas." jawab Popi.
Anam "Iya dah, ku tunggu janji mu itu dek."
Syadam adalah idola para pegawai perempuan yang ada di hotel. Tubuhnya yang atletis dan wajahnya yang tampan membuat pesona tersendiri, dia juga terkenal baik dan rendah hati.
Syadam akhirnya sampai di loby hotel. Dia di temani oleh Pak Cecep untuk mengawal gadis dari Jakarta yang menjadi tamu Syadam.
Pak Cecep "mana dam tamunya?"
Syadam "Sabar pak ! bentar lagi juga datang."
Tak lama kemudian seorang gadis cantik datang menghampiri Syadam dan pak Cecep.
Nandya "Anda yang menjadi tour gaide ku ya."
Syadam "Mungkin. Nama mu nandya Satya Dewi"
Nandya "Bener mas, itu namaku."
"Bisa brangkat sekarang."
"Eh aku cuma pesen satu tour gaide. Kok ini dua."
pak Cecep "Dia gak bisa nyetir non."
Syadam "Mau ganti tour gaide.?"
nandya "Gak sah. Katanya bos mu, kamu orang yang sangat mengenal Jogja."
Akhirnya mereka brangkat untuk melihat dan jalan-jalan di kota Jogja. Namun Syadam sadar kalau ini pasti ulah Adam, dia selalu menyodorkan tamu cantik untuk Syadam.
Mereka akhirnya menikmati Jogja dan Syadam menjelaskan beberapa lokasi yang ada di kota Jogja.
"Aku tu ke Jogja bukan pengen belajar sejarah, namun aku pengen melihta sisi gelap kota ini."
syadam "Maksutnya mbak-nya melihat struktur dunia bawah kota ini?"
nandya "Iya mas, aku milih hotel kalian juga karena aku mendapat kabar bahwa pemiliknya adalah salah satu petinggi organisasi yang memegang Kota ini."
Pak Cecep "Waduh non, itu terlalu beresiko."
"kami bisa di hajar sama anak JC kalau membawa orang asing melihat aktifitasnya."
"JC itu apa pak ?" tanya nandya.
Pak Cecep "JC itu pemegang dunia bawah kota ini. Memang ada rumor kalau pak Adam adalah salah satu petinggi JC."
"Dan dari rumor yang beredar Pak Adam itu tangan kanan dari ketua JC, lalu nama ketua JC adalah TDK."
"TDK?" ucap Nandya.
Syadam "Kamu mau cari tahu tentang TDK"
nandya "Kira-kira siapa itu TDK?"
Pak Cecep "Dia adalah bos besar di kota ini. Dan dia bisa di setarakan dengan Bapak Sultan."
Nandya "Oh.....Kalian tahu rumahnya, siapa tadi TKD eh TDK?"
Pak Cecep "Gak tahu non, dia adalah sosok misterius kota ini."
"Semua tentangnya pun juga katanya."
Nandya "Yah kalian ternyata gak tahu apa-apa!!"
Nadya namapak kecewa kalanitu, itu karena keinginan dia ternyata ingin melihat sistim dan pelaksanaan dari keja JC. Lalu nandya mengajak Syadam dan Pak Cecep untuk makan. Pak Cecep memberhentikan mobil di restoran daerah jalan Magelang.
Pak Cecep dan Syadam menunggu di luar resto sembari menyantap bekal dari Popi.
"Hajar pak....." ujar Syadam.
Pak Cecep "Laksanakan dengan senang hati."
Saat mereka asyik menyantap bekal, Nadya datang.
Nandya "Loh kok malah dah makan."
Pak Cecep "Maksutnya non.?"
Nandya "Kalian tak ajak kesini buat makan, eh malah ninggalin aku."
Pak Cecep "Maksutnya aku masuk makan di dalam sama anda non."
nandya "Iya lah pak....yasudah sini bagi makanannya."
Akhirnya mereka malah makan bertiga di parkiran restoran. Syadam tiba-tiba melihat gadis itu, dia simpatik dengan sifta Nadya.
Syadam "Kalau kamu mau, entar sehabis aku pulang kerja tak antar memenuhi keinginan kamu."
Nandya "Beneran mas. Eh nama kamu siapa ?"
Syadam "Aku Syadam."
nandya "Oke....janji ya dam."
Setelah mereka menghabiskan bekal Popi. Nandya mengajak mereka untuk makan lagi. karena memang perut mereka tak kan kenyang dengan satu porsi yang di bagi tiga.
Beberapa jam kemudian, Syadam akhirnya pulang kerja. Kala itu waktu menunjukan pukul 16.00. Nadya sudah menunggu Syadam di depan ruang karyawan.
Nandya "Ayuk dam."
Beni "Ayuk....."
Nandya "Eh nama Lo damdam ya. Maaf tapi yang ku maksut bukan anda namun Syadam."
Para pegawai tertawa melihat kejadian itu kecuali Popi.
Agus "Besok kamu syukuran ganti nama kamu jadi damdam, siapa tahu jadi hoki."
Anam "Nener tu Ben. Nanti nama panjangnya syudi Dudi damdam syudi Dudi dam."
Beni "Lo pikir gue fans berat Eno Lerian."
Nandya dan Syadam akhirnya jalan. Nandya memberikan sebuah kunci mobil pada Syadam.
Syadam "Aku gak bisa nyetir, naik motor gak papa kan?"
"apa kamu ngikutin aku dari belakang gitu?"
"Yadah naik motor aja." Jawab Nandya.
Nadya pun memutuskan untuk naik motor Syadam. Syadam yang biasanya cuek sama kaum Hawa kini mulai membuka hati pada kaum Hawa.
bersambung.