
pagi harinya.
"selamat pagi Hero...."
ujar Jesika.
DK "aku tak ingin kau menyebutku Hero."
"semalam..."
Jesika "sudah jangan terlalu di fikirkan. itu sduah menjadi tugas ku."
DK "maaf, aku tak bermaksud untuk melecehkan mu."
Jesika "selama ini dimana kau bersembunyi dek."
"kembalilah, JC akan hebat bila tahta mu kau duduki setiap hari."
DK "kau tau sendiri alasan ku. kau juga tahu kenapa tempo hari aku marah."
Jesika "iya aku tahu. itu sudah sifat alami manusia dek."
"saat kau di atas kau akan sombong."
DK "aku tak ingin menjadi sombong. aku juga tak ingin menjadi manusia gila kekuasaan."
Jesika "ini makan dulu."
setelah makan DK pulang ke kos. dia mandi, dan brangkat kerja.
DK juga menghubungi nandya. DK beralasan kalau dia masuk malam.
sesampainya di kantor.
Popi "kelihatannya muka kamu kacau."
"habis begadang ?"
DK "iya pop. masih ngantuk aku."
Agus "dam besok Sabtu mau kan membantu ku jualan."
DK "akan aku usahakan."
agus "aku ingin menjual es, jus, lalu nasi goreng."
"sekarang sudah tak ada lagi pajak pedagang. jadi aku bebas berjualan apa saja."
pak Edgar "dam di panggil pak adam."
DK menemui adam.
Adam "ayo kita tidur lagi dek."
DK "ayo dam. masih ngantuk bgt aku."
mereka tidur di salah satu kamar hotel.
bengkel JAC
Reno "aku ingin memperbesar ukuran nosnya."
bukit "jangan ren. itu akan merusak mesin mobil mu."
Reno "aku tak menghabiskan-nya."
Adi "itu saat sekarang. namun saat di balapn kau tak kan bisa menahannya."
brendi "aku sependapat dengan bukit."
"kalau kau pembalap yang hebat. kau tak kan mengandalkan nos."
Reno hanya diam saat semua crew mengingatkannya. dia sakit hati karena perkataan brendi.
di rumah pak Toha.
vino memberi tahu pak Toha. bahwa dia bisa membuat DK kembali menduduki tahtanya.
pak Toha lantas mengajak semua petinggi untuk merundingkan masalah ini.
kalau di sebuah kamar hotel.
"woy.....boleh aku menemani kalian tidur???"
Adam "eh.....Jes. ngapain kamu???"
Jessika "aku ingin membangunkan bos ku."
saat DK terbangun. dia terkejut melihat Jesika.
DK "kenapa kau bisa tahu aku disini."
Jesika "kau tidak lupa kalau aku adalah anak dari Bu Maria kan."
DK "terserahlah. tapi tolong jangan kasih tahu siapa pun tentang ini."
Jesika "siap bos..."
"dam aku lapar. tolong buatkan aku makanan spesial."
"dan dek.....kalau kau tak menemaniku maka...emmmmm."
DK "iya-iya Jes. untuk kali ini saja."
beni melihat ketika DK dan Adam berbincang sebelum tidur bersama.
dia pun melihat percakapan mereka bertiga. walau tak tahu apa yang mereka bicarakan.
di ruang karyawan.
beni "kelihatannya si sayadam Deket banget sama si bos besar."
Anam "Syadam memang anak emas dari bos Adam."
"woy cepet sini......"
ujar Agus berteriak.
Agus, Anam, dan beni munuju ke resto hotel. mereka mihat Jesika dan DK sedang makan. mereka juga melihat keakrapan antara Jessika dan Syadam.
Agus "Syadam make jurus apa ya. Popi, terus neng nandya, sekarang malah gadis istimewa."
beni "bener gus. aku melihat gadis itu rasanya hatiku sesak."
Edgar "dia itu salah satu petinggi JC. kenapa bisa akrab dengan Syadam."
Anam "eh...maaf pak."
Agus "iya pak maaf-maaf."
Edgar "cepat kerja lagi."
merekapun kembali bekerja.
sementara di meja DK.
Jesika "ku harap kau segera muncul untuk memimpin kami."
"aku mendengar kita akan di serang."
DK "bapak sultan juga sudah mengingatkan ku."
Jesika "Bu maria percaya pada mu. kumohon jangan mengecewakan-nya dek."
DK "trimakasih Jes."
"beberapa bawahan ku mendapat barang dari mereka."
DK "kau memang bisa di andalkan. nanti malam akan ku selesaikan."
"sampaikan pesan ini pada Fiki, semi, dan vino."
"oh ya....ajak topan juga."
jesika "siap bos besar."
sementara di rumah vino semua petinggi telah berkumpul kecuali Jessika.
pak Toha "kita mendapat serangan dari Magelang. untuk wilayah melati."
"Klaten juga."
ujar firman.
Yuda "aku juga mendapat serangan."
pak Ucup "seandainya ini rangkiayan rencana seseorang. mereka berencana memecah pasukan kita."
pak Handoko "aku sependapat dengan anda pak. bagaimana kalau kita mengirim para manusia super untuk menjaga wilayah perbatasan."
bang Togar "anda yakin mereka masih bisa di sebut manusia super.?"
"bukan begitu pan."
topan hanya diam saat pertanyaan itu mendatanginya.
imam "kita butuh TDK untuk hadir memimpin kita."
pak Budi "itu benar. DK memberi motifasi lebih terhadap kami."
"itu akan segara terjadi. tenang lah kalian."
"maaf terlambat."
ujar Jessi
vino "kalain semua tenang saja. DK akan kembali menjadi penengah dan pemimpin kita lagi."
pak Arya "aku percayakan semua pada kalian."
"untuk sementara aku setuju dengan rencana pak Handoko."
Adam "baik pak kami akan membagi pasukan itu."
setelah diskusi itu.
pak Toha, pak Ucup, pak Arya, Adam, vino dan topan memutuskan untuk tinggal. itu semua keinginan dari Jesika.
mereka merencanakan menjebak DK agar DK kembali menjadi bos besar kota ini.
bukan bos bayangan.
Jesika juga memberi tahu Adam, vino dan topan untuk ikut menyerang markas pengedar ilegal.
di sirkuit RHM
pertandingan antara SR dan JAC.
SR sebenarnya menantikan DK sebagai lawannya.
Reno "kini aku lah yang menggantikan TDK. aku lah pembalap utama di JAC."
Wen "ku harap bicara mu itu tak hanya membual."
(bos dari SR)
Reno "hahaha. TDK sudah pensiun."
"jadi aku yang akan menjadi musuh kalian jika kalian menantang JAC."
Wen melempar unag 50 juta.
Wen "baiklah kita bertaruh untuk pertandingan ini."
"berani ...???"
Reno hanya diam menerima tantangan itu. dia tak punya uang sebnayak itu.
Wen "kalau kauemang oenggati TDK. kau tak-kan diam."
"itu yang ku tahu dari TDK."
"kau tak sehebat bicaramu."
Wen pun meninggalkan Reno.
namun ada seseorang yang menghentikan Wen.
"ku trima tantangan mu."
ujar nandya.
Wen "oh jadi kekasihnya tak trima."
"baiklah....bawa uang ku."
"bisa kita memulainya."
Andri "kau yakin dengan taruhan itu."
Wen "itu umpan. tolong mengalah saja."
Andri "siap bos."
semua mata tertuju pada balapan yang membawa 2 kota.
solo dan Jogja.
lampu di yalakan.
merah.....
kuning....
hijau........
Reno berhasil start dengan baik
Andri juga start dengan baik.
saat garis finis mulai terlihat. Reno melontarkan nos.
namun Andri membirakan reno melaju dan memenangkan pertandingan ini.
Andri "selamat atas kemenangan mu."
"kau hebat.....aku ingin kita bertarung lagi."
"aku tak rela uangku kau ambil.!!!"
Reno "akan slalu kubtunggu tantangan mu."
Reno lagi-lagi mengadakan pawai untuk kemenanganya.
brendi "kau yakin ini pertandingan.?"
Syahrul "aku merasa ada yang aneh dengan Andri."
bersambung.........