
sebelum mereka jalan. Syadam mengajak nandya menuju kos.
nandya "kau tidak berniat mencuri kesempatan-kan ?"
Syadam "kau tinggal teriak saja bila kau dalam keadaan membahayakan."
nandya pun tersenyum kala itu.
sesampai-nya di sana Nandya agak terkejut melihat kos syadam.
nandya "gaji kamu cukup gede ya. aku yakin kos ini adalah kos mahal."
Syadam "pak Adam memberiku fasilitas ini."
"ini juga punya pak adam"
saat mereka sampai di depan kamar Syadam. nandya menunggu Syadam di depan kamar.
Anis yang kala itu keluar kamar terkejud melihat nandya.
Anis "wouw.....tumben. gak mimpi gue."
nandya "maaf mbak. ada apa ya."
Anis "ini pertama kali-nya Syadam bawa cewek ke kos."
nandya akhirnya mengobrol dengan Anis. sepertinya mereka menemukan kecocokan.
Syadam akhirnya keluar.
Syadam "nis jangan kau ajak yang macam-macan. dia tamu hotel-ku."
Anis "hahaha. jadi Lo bukan orang Jogja "
nandya "iya, namun kalau cocok. aku akan tinggal untuk waktu yang lama di kota ini."
Syadam "kau kan ingin mengetahui tentang sisi gelap kota ini. dia adalah bos dari pink street. salah satu tim terbesar di kota ini."
nandya "oh...boleh minta no hp kamu nis."
"semoga kita bisa berteman."
Anis "iya nad. entar mampir ke sirkuit. aku ada balapan malam ini."
nandya "boleh boleh, entar ke sana aku."
setelah itu Syadam mengajak nandya untuk melihat sudut gelap kota ini. dia mengajak nya ke beberapa bengkel yang menjadi markas club' racing.
saat sudah lelah untuk berkeliling ,mereka memutuskan untuk makan.
mreka makan dan ngobrol asik.
Syadam "mau kan makan di pinggir jalan."
nandya "iya gak papa."
Syadam "di kota ini ada dua penguasa. yang pertama adalah sultan sebagai penguasa resmi kota ini."
"lalu penguasa satunya adalah TDK atau the drak knigth."
nandya "kesatria malam. keren juga julukannya."
Syadam "iya, orang menyebutnya seperti itu."
"dia mengendalikan semua pergerakan barang kharam di kota ini."
"perjudian, narkoba, miras, hingga lokalisasi."
"TDK juga termasuk pendiri dari JAC. dia juga pembalab no.1 di kota ini."
nandya "ternyata ada orang seperti itu ya."
"aku bosan hidup di Jakarta. kota yang sumpek, padat, terus kasar lagi."
"stelah sahabat ku bercerita tentang Jogja. aku menjadi tertarik tinggal di kota ini."
"aku sangat suka dengan cowok bad boy."
"kalau di Jakarta cowok bad boy selalu identik dengan pencuri, kalau gak gitu pengedar."
"yang lebih parah adalah pemerkosa dan pembunuh."
Syadam "di sini semua itu tidak di perbolehkan. kalau ada pencuri, pengedar, dan pemerkosa tertangkap."
"mereka harus siap kehilangan nyawa mereka."
"sistim di sini kejam. namun karena sistim kejam itulah warga tak takut lagi dengan tindak kriminal."
nandya "iya juga sih. tapi bukan-nya itu main hakim sendiri. terus kan mereka juga sama saja."
"menjual narkoba, miras, dan lokalisasi."
Syadam "itu yang terlihat di luar. yang terjadi di dalam adalah"
Nadya "adalah apa ?"
Syadam "semua keuntungan dari perdagangan itu di kelola dan di sumbangkan untuk rakyat yang kurang mampu."
"setiap petinggi dipilih langsung oleh TDK."
"jika ada petinggi yang melanggar aturan-nya. dia akan di bantai."
nandya "waduh kejam banget. tapi benar uang nya di pakai untuk sosial."
Syadam "tanya aja sama pemilik warung ini."
nandya hanya tersenyum untuk peryataan Syadam.
nandya "kalau remaja bad boy di sini. apa kerjaan dan kebiasaan mereka."
Syadam "rata-rata mereka adalah pembalab. di sini profesi pembalap termasuk profesi yang dapat mendapatkan uang."
nandya lagi-lagi tersenyum mendengar ucapan dari Syadam.
setelah makan mereka menuju ke sirkuit RHM
saat di sirkuit Syadam memasang masker pada mulutnya.
nandya "kamu kok kayak takut gitu."
Syadam "aku gak enak kalau ketahuan sama pak Adam. dia pernah menegurku saat aku ketahuan di sini."
nandya "oh....."
saat itu pink street melawan banteng raider (BR) dari Semarang.
pembalab dari pink street adalah Natalia.
di sana juga terlihat brendi dan bukit.
Nandya "kamu tahu yang namanya brendi.?"
Syadam "kalau gak salah yang make baju biru itu."
"emang-nya kenapa ?"
nandya "kata Anis dia adalah bos dari tim terbesar di kota ini "
balapan akhirnya di mulai. dan banteng raider keluar sebagai pemenang.
namun brendi mengajak remach dengan BR.
nandya "pulang yuk! dah malam"
Syadam mengantar nandya ke hotel. lalu Syadam yang mau pulang di hadang sebuah mobil.
dia adalah Adam.
Adam "ada waktu dek.?"
Syadam "ada bos."
Adam "aku gemetar kalau kau panggil bos."
akhirnya mereka memutuskan menuju ke sebuah cafe kecil di sudut kota.
"gimana cantik kan?"
ujar Adam sembari melempar botol wiski.
syadam "dah males minum aku. cantik banget dam."
Adam "ayo lah dek. kembalilah menduduki tahta mu."
"aliansi kacau ini."
Syadam "ada masalah apa lagi.?"
Adam "sepertinya Rizal dan Ando telah kecolongan. atau mungkin mereka dalang dari semua ini."
Syadam "maksutnya kamu mencurigai dia bergerak sendiri tanpa sepengetahuan kalian."
Adam "sepertinya. pak sultan kemaren memberi catatan nama pecandu yang tak terdaftar dalam data kita."
"mereka semua adalah mahasiswa."
Syadam "bagaimana dengan jumlah barang yang di produksi Rizal dan Ando."
"apa ada yang mencurigakan.?"
Adam "ada dek. namun tak semua."
"mungkin mereka juga mengambil barang dari luar kota."
Syadam "beri aku satu nama pecandu yang tak ada pada daftar kalian."
Adam "akan aku usahakan besok."
"mau ku angkat menjadi manager dek"
Syadam "aku lebih menikmati posisiku sekarang."
"eh brendi mengajak remach BR."
Adam "kayaknya dek. Natalia tadi kalah sama anak BR."
Syadam "biarkan aku yang menjadi lawan untuk mereka."
"katakan itu untuk brendi."
setelah perbincangan dengan Adam, Syadam kemabali ke kos. dia memang tak bisa lepas dari masalah JC dan JAC.
saat di kos Natalia menghampiri TDK.
dia meminta untuk menjadi lawan BR selanjutnya.
Natalia termasuk orang yang tahu keberadaan TDK. namun tidak untuk bos-nya.?
saat Syadam masuk kamar
Anis "dam sini ikut gabung."
Syadam "ngantuk nis. besok masuk pagi lagi."
Jessi "ngapain anak kampung Lo suruh gabung bos."
Jessi adalah salah satu gadis cantik idola kaum Adam. dia juga salah satu penggemar berat TDK.
dia anggota dari pink street dan juga pembalab ke 3 dari pink street.
bersambung..........