
saat sedang asik ngobrol. erico kekasih Jessi menjemputnya.
mereka berencana untuk jalan di hari Minggu.
nandya juga ada janji dengan Reno.
Jessi dan kekasihnya menghabiskan waktu bersama di mall. Jessi yang memanfaatkan Erico. dia blanja dan menghabiskan uang Erico di mall.
pukul 14.00
Erico ternyata adalah pecnadu narkoba. walau dia masuk dalam data JC. namun dia terkadang juga membeli barang dari luar.
erico "jes, aku ambil barang dulu ya."
Jessi "ambil dimana.?"
erico "kali ini aku tak ambil dari JC. di sana mahal Jes."
Jessi "hati-hati beb. aku dengar kemaren JC baru saja memberantas pengedar narkoba yang tidak dari klompoknya."
erico "iya Jess. aku tahu, ini sama teman kampung ku kok."
"dia ambil dari kampungnya. dan hanya menjual pada pecnadu yang namanya terdaftar di JC."
di kos syadam.
Adam "dek bangun......"
DK "apa dam."
Adam "aku dapat info ada pengedar gelap lagi."
"sekarang dia melkaukan transaksi di daerah Jakal."
DK "biar aku yang menyelesaikannya."
"tunggu aba-aba ku."
"jangan ganggu kesenangan ku."
Adam tersenyum kala itu. ucapan vino ternyata benar.
di sebuah kos di daerah Jakal.
Didi "halo co......"
"masuk co, suruh cewek mu masuk."
erico "iya di. sepertinya kau sekarang lebih waspada."
Didi "benar. semu pengedar yang tidak di bawah naungan JC menjadi incaran mereka."
"kalau aku tidak hati-hati. aku akan ****** co."
"untuk cewek mu bisa di percaya kan. aku tak segan sama siapa saja co."
Jessi "tenang mas. aku memang anak PS."
"Tapi aku tak ingin cowok ku berurusan dengan JC."
Didi "satu lagi. kau juga harus tetap membeli barang dari JC."
saat mereka sedang asik transaksi, suara berisik terdengar dari gerbang depan kos.
brak............
pintu gerbang kos roboh karena di tabrak oleh motor.
Didi langsung berdiri dan langsung keluar dari kamar.
dia melihat seorang mengendarai motor trail.
Didi "siapa kau....??"
"aku malaikat pencabut nyawa."
ujar DK sembari melepas helm.
serontak Jessi kaget melihat sosok Syadam.
Didi "serang dia...."
para bawahan Didi menyerang DK.
sebuah tongkat mengarah ke DK. DK melompat dan menendang orang itu.
namun tak sampai di situ. anak buah Didi yang lain juga ikut menyerang DK.
DK mengunakan salah satu anak buah Didi yang tergletak oleh tendangannya sebagai tameng.
DK mundur kebelakang. lalu melakukan pukulan berrubi-tubi ke arah grombolan anak buah Didi.
banyak yang terkapar kala itu. namun tak sedikit pula pukulan mengenai DK.
DK terkena tendangan telak dan dia terjatuh.
"ini pasti ulah mu, kubunuh kau."
ujar Didi sembari menodong Jessi.
erico hanya diam dan gemetar melihat kejadian ini. dia bahkan samapai kencing di celana.
DK "ku peringat-kan kau......"
"jika sampai dia terluka, aku kan menyiksamu hingga mati"
Didi "kau lah yang akan mati disini jagoan..
!!!"
"hajar dia lagi."
sisa anak buah Didi kembali mengajar DK.
DK memukul dengan tangan kanan orang yang paling depan. setelah itu dia memutar badannya dan mengayunkan tangan kirinya untuk menyerang orang yang berada di barisan kedua. tak sampai di situ dia melakukan tendangan berputar untuk menyerang orang ke tiga. saat itu posisi DK berda di dalam krumpunan.
anak buah Didi kebingungan dengan posisi yang semrawut ini.
mereka bingung dengan posisi DK.
namun DK memanfaatkan ini dengan baik.
dia tak henti-hentinya melakukan pukulan dan tendangan. hingga akhirnya tinggal 3 orang tersisa.
akan tetapi DK juga tak bisa menghindari semua pukulan yang mengarah pada nya.
Didi "kau memang hebat. namun sepertinya kau sudah mencapai batas mu."
DK "aku masih bisa berdiri. lihat dan saksikanlah pertunjukan terakhir ini."
saat salah satu dari menendang DK. DK mengangkat tangannya untuk menahan tendangan itu dan kemudian menendang kaki yang di gunakan untuk kuda-kuda. saat jatuh dia terjatuh.
bumb.....
sebuah tendangan membuatnya pingsan.
salah satu dari mereka mencoba memukul DK. DK juga ikut memukul kala itu.
namun dia kesakitan akibat adu jotos dengan DK.
bumb.....
bumb.....
bumb.....
pukulan kombo membuat nya harus menutup mata sejenak.
dan yang terakhir berlari sembari melompat menendang DK.
DK melakukan tekhnik adu depan dengan tendangan berputar telak mengarah perutnya.
bumb......
kini yang tersisa hanyalah Didi dan 2 pengawalnya yang berada di lantai dua.
jres.......
(suara korek api.)
"akhirnya sampai di babak final."
DK pun mendekati Didi.
Didi "jangan mendekat atau kubunuh dia."
"siapa kau...?"
DK tetap melanjutkan langkahnya. dia menaiki sebuah tangga untuk menghampiri Didi.
saat berada di depan Didi.
Jessi "ah....."
leher Jessi terkena pisau dari Didi.
DK "oke-oke. aku berhenti."
Didi "cepat hajar dia......"
Didi menyuruh 2 orang bodyguardnya untuk menyerang DK.
DK melempar rokok ke arah Didi.
akan tetapi karena dia melempar rokoknya, dia harus menerima pukulan dari anak buah Didi.
lemparan itu mengenai mata Didi.
Didi pun melepas Jessi dan memegang matanya.
DK "cepat lari Jes...."
Jessi justru memukul salah satu bodyguard Didi.
saat mereka berdua kaget dengan serangan jessi.
DK berdiri dan memukul salah satu dari mereka, kemudian menarik Jessi.
DK "tetap di belakang ku. jangan jauh dari ku."
"sepertinya bantuan dari mereka datang."
Didi memanfaatkan ini untuk kabur, dan DK tak bisa mengejarnya. karena dia masih di hadang oleh dua body guard dari Didi. mereka berdua berbeda dengan anak buah Didi.
mereka berdua bertubuh kekar dan terlatih dalam ilmu bela diri.
mereka mulai menyerang. sebuah ayunan tongkat mengarah ke DK.
DK menunduk untuk menghindarinya, namun Jessi terkena ayunan itu.
bumb.....
Jessi pun terjatuh kala itu.
salah body guard itu justru memilih mukul Jessi daripada DK.
DK yang tahu hal itu memeluk Jessi.
dan dia menerima tendangan bertubi-tubi.
body guard "nampaknya sudah berakhir."
"bos kita apakan mereka berdua."
mereka pikir ini sudah selesai.
saat mereka lengah karena memanggil didi.
bumb..........
sebuah tendangan keras menghantam salah satu body guard.
dan dia terjatuh ke lantai satu.
sisanya menyerang DK. mereka saling menyerang. DK yang sudah mencapai batasnya agak kualahan kala itu.
dia mundur beberapa langkah. ajian Sukmo jiwo terpaksa keluar.
DK langsung maju menyerang dia dengan sisa tenaga.
pukulan DK berhasil ditangkis. namun DK terus memukulnya.
hingga dia kesakitan. karena terkena ajian Sukmo jiwo.
saat dia lengah karena tangannya kesakitan.
bumb........
sebuah tendangan torpedo melesat ke bagian telinganya, dan mengakhiri pertempuran ini.
DK dan Jessi langsung mengejar Didi.
namun saat melihat keluar.
bantuan dari Didi sudah bersiap di depan kos didi.
DK "Jes......larilah."
"aku akan menahan mereka."
Jessi "kau sudah gila...!!!"
"ayo kita lari bersama."
"tubuh mu sudah tak sanggup lagi untuk bertarung."
DK "aku hanya akan menjadi beban. kaki ku sudah tak kuat jika harus berlari."
"ku pastikan kalian mati dengan cara mengenaskan."
"bunuh dia teman.....serang....."
ujar Didi sembari memegang mata kirinya.
mereka adalah para blandar narkoba ilegal.
akan tetapi tuhan berkehendak lain.
sebuah mobil menabrak grombolan yang akan menghajar DK.
lalu seseorang turun dari mobil itu.
Adam "serang........."
pasukan imam dan vino menyerang mereka.
Adam, imam dan vino datang tepat waktu.
vino "Hay dek.......sepertinya kau tidak dalam kondisi baik."
imam "waduh-waduh TDK marah besar ini."
"kau menghajar mereka sendiri."
adam "kau tak meremehkan TDK kan..."
imam "maaf-maaf dek."
DK langsung bersandar di tembok setelah mendengar ucapan mereka.
DK "dam bawa aku dan Jessi ke rumah sakit."
"sisanya ku serahkan pada kalian."
vino "laksanakan...."
"ayo mam kita olah raga."
mereka berdua ikut dalam medan pertempuran.
sedangkan adam membawa DK dan Jessi ke rumah sakit.
erico "Jess tunggu aku."
Adam "siapa lagi itu dek."
DK "suruh vino membawanya ke kepada ku."
Adam "siap...."
bersambung..........