
malam itu sirkuit RHM sangat ramai. memang malam itu tak hanya JAC vs BR yang menjalani balapan.
namaun kelas utama malam ini adalah JAC vs BR. bukan hanya kelas utama, bandrol terbesar juga ada di balapan kali ini.
diluar pertaruhan resmi juga banyak yang bertaruh sendiri.
pink street bertaruh untuk TDK dan nigth lion (salah satu tim racing di Jogja) untuk BR.
Leo "TDK itu masa lalu. Lo tahu sendiri kehebatan Wiwit dan garang nya Civic milik BR."
Anis "kau juga tak lupa kan. sampai sekarang TDK belum pernah menelan kekalahan."
mereka bertaruh uang tunai 50 jt.
saat grobak nipon masuk arena. semua penonton hanya diam dan bengong.
Leo bahkan tertawa melihat mobil tua beraksi.
Leo "woy .....Lo pikir ini pameran."
"mobil museum di pake."
Adam yang mendengar itu tiba-tiba naik darah.
dia melempar kunci mobil BMW nya ke arah Leo
"taruhan mobil? pasti berani kan.?"
ujar Adam
Leo "oke....."
Angga "dia gak bercanda kan brend."
Wiwit "aku pengen tertawa tapi takut bos."
Angga "sama wit."
mereka akhirnya bersiap.
saat lampu start mulai menyala.
semua penonton terdiam kala itu.
saat lampu kuning DK menggeber nipon cukup keras.
dan saat lampu hijau.
Wiwit melakukan start tanpa kesalahan. namun DK melakukan setart yang buruk. mobil DK hampir berputar arah. karena dia melontarkan nos satu hentakan.
gila-nya acelerasi nipon dan hentakan nos membuat bagian depan nipon menutup jalur dari Wiwit.
Wiwit pun tak bisa mengindari nipon. Wiwit menabrak depan nipon. saat itu Wiwit mengerem namun tak sempat.
karena Wiwit menginjak rem. membuat mobilnya dalam keadaan tidak stabil.
nipon yang depan-nya tertabrak, akhirnya kembali ke jalurnya. DK justru menekan nos saat depan mobil tertabrak.
akhirnya putaran nipon menjadi semakin kencang dan menghantam mobil Wiwit.
mobil Wiwit yang ban nya dalam proses pengeriman, harus terpental jauh keluar arena.
dan nipon melaju sendiri di lintasan.
kejadian itu tak mendapat sorak dari penonton. para penonton masih tak percaya melihat atraksi dari TDK. Wiwit pun hanya bengong di dalam mobil.
saat finis DK langsung keluar dari mobil. sekarang Adi lah yang mengejar nipon.
TDK kemudian di jemput oleh vino menggunakan motor.
dia langsung meninggalkan sirkuit RHM.
saat DK meninggalkan sirkuit para penonton baru bersorak dan berteriak.
Adam "Fik besok minta tolong ambilkan mobil nya Leo."
Fiki "siap dam."
Adam "boleh minta kunci ku kembali."
Leo "ini dam."
Anis "di transfer ya."
Leo "iya nis."
Angga masih diam dan bengong. dia masih tak percaya di kalahkan oleh mobil tua keluaran 84.
brendi "sudah kubilang. dari mata kalian, kalian meremehkan TDK."
Angga "aaaaaaaaaaaaaa"
dia berteriak saat di ajak ngobrol dengan brendi.
brendi "rul urus adsminitrasi nya. malam ini kita pesta."
TDK dan vino langsung menuju ke sebuah club' milik JC.
vino "kau masih liar seperti dulu."
TDK "aku Takan lengah sedikit pun."
"aku yakin semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang akan menerpanya."
club' itu akhirnya di tutup setelah para petinggi JC masuk.
Anis "pak izinkan aku masuk."
scuriti "mbak ini pesta privat."
"kami hanya di suruh menutup club' saat pak Toha masuk."
Jessi "kumohon pak. kami juga aliansi JAC"
securiti "di dalam ada bos TDK. kalau aku sembarangan memasukan orang. nyawa mbak taruhannya."
lalu sebuah mobil berhenti di depan pintu.
seorang gadis cantik turun dari mobil.
Jessika "DK dah di dalam."
scuriti "sudah non."
akhirnya Jessika pun masuk ke club'.
scuriti "itu salah satu petinggi JC mbak."
"udah mbak mendingan buruan pergi."
akhirnya Anis dan Jessi menyerah.
mereka kembali ke kos. saat di kos Anis melihat nandya ketok-ketok pintu kamar Syadam.
Anis "dia keluar kota. besok mungkin pulang-nya."
Nadya "kalian kenapa..??? kok cemberut.?"
Jessi "kita gagal lagi untuk ketemu TDK."
"haaaaaaaaaaa"
nandya "sabar-sabar."
sementara di dalam club'.
bang Togar "dek masih marah."
TDK "gak sah bahas Maslah dulu. kita disini pesta bang."
"kau memang adik ku yang manis dek."
ujar bang Togar sembari memeluk dan mencium DK.
pak Ucup "gimana kabar mu nak."
TDK "alhamdulilah baik pak. bapak sehat kan."
"mana pak Arya.?"
pak Ucup "dia tak ikut dek."
"gimana kabar nya bang???"
ujar Hatta
TDK "eh hat.....baik baik."
"mana pak handoko."
Hatta "pusing katanya kalau masuk tempat beginian. aku yang jadi perwakilan belaiu."
mereka pun berpesta menikmati temu kangen dan kemenangan TDK.
saat subuh TDK kembali ke kosnya untuk istirahat dan tidur.
lalu di suatu tempat.....
"aku mendengar TDK kembali."
"iya, dia sepertinya tetap mengawasi kota ini."
ujar Bimbim.
mantan pemegang penyaluran dan pembuatan miras di klompoknya Anwar.
ketika pukul 10.00 nandya lagi-lagi mengetuk pintu Syadam. dia berniat mengajak Syadam untuk membeli beberapa perlengkapan dan kebutuhan hariannya.
nandya juga berniat membeli motor dan mobil.
Syadam akhirnya bangun karena terganggu oleh nandya. bukan hanya nandya namun Rafa dan Mey juga terbangun.
Mey "gila cewek mu dam. semangat banget."
Rafa "iya dam, teriak nya kayak di hutan."
Nadya "maaf ya mbak. mas."
sayadam "eh mau ngapain mas?"
nandya "anterin blanja. sebelumnya beli mobil dulu yuk."
"biar nanti gak ribet bawa barangnya."
Syadam "masih ngantuk gue."
nandya "ayolah ...."
Syadam "yasudah kita beli mobil dulu."
"kamu pengen baru apa bekas.?"
Nadya "baru."
Syadam "mobil apa?"
nandya "Honda jazz"
Syadam "warna?"
nandya "putih."
Syadam memegang hand ponenya.
"Vin gue butuh mobil jazz baru warna putih. kirim sekarang di kos ku."
ujar Syadam melalui hand phone.
Syadam "gue tidur dulu bentar. entar kalau mobil kamu dah sampai."
"bangunin aku lagi."
nandya "boleh masuk kamar kamu."
Syadam "boleh. kamu tidur sini aja boleh."
Syadam tak sadar bahwa dia menggunakan kekuasaannya sebagai TDK untuk membeli mobil.
Jessi mendengar dan melihat Syadam menelfon seseorang.
Nandya "bisa pa dam beli mobil baru kayak pesen gorengan."
"kan harus isi formulir terus di tanya chas apa kredit."
"dia mungkin tadi bermimpi jadi presiden."
akhirnya nandya memilih merapikan kamar Syadam.
bersambung........