
pagi harinya.
JC dan pak Abi melakukan pertemuan tertutup untuk membahas kejadian semalam.
semua petinggi berkumpul kala itu.
Abi "orang yang turun dari mobil Avanza hitam itu adalah pelakunya."
"aku bisa meminta bantuan kalian untuk mencari silsilah mobil ini?"
DK "bisa pak, serahkan semua ini pada brendi."
"apa hanya kota kita yang di serang?"
pak Arya "sebulan yang lalu adalah Surabaya. lalu sebelumnya Bali."
"saat bom Pertama meletus, maka akan ada Bom lain."
"itu yang terjadi di Surabaya dan Bali."
Adam "yang jadi misteri Adah ketika bom di Surabaya meletus. di Bali tidak ada lagi kasus pemboman."
"dan setelah Jogja meletus,"
pak Abi "kita harus waspada pada bom susulan."
"apa target mereka?"
adam "lokalisasi, club', tempat judi dan cafe yang menyediakan minuman dan narkoba."
pak Toha "apa kita tidak bisa menganalisis pengunjung di club' tersebut."
vino "semua data hancur. lalu security semua mati karena bom tersebut."
DK "jaga semua tempat hiburan dan rumah judi."
"jangan bertindak sendiri. jika ada yang mencurigakan segera hubungi aliansi terdekat."
rapat itu di bubarkan. setelah rapat itu Adam dan DK menuju ke tempat bapak sultan.
sultan justru berharap pada DK daripada dengan pihak kepolisian. DK bahkan di beri kewenangan untuk membunuh para pelaku kasus ini.
di bengkel pukul 14.00
DK "kumohon kalian jangan bertindak ke gabah."
"aku tak ingin melihat mayat teman ku lagi."
brendi "mobil yang di gunakan adalah mobil rental. dia menyewa dengan identitas tukang bakso keliling."
DK "kata tukang bakso itu?"
brendi "vino dan topan sedang menuju ke rumahnya."
"kita tunggu saja kabar darinya."
Adam "ada gambaran dek?"
DK "aku belum ada gambaran sedikit pun."
tak lama kemudian kabar dari vino datang. dia dan topan mendapat serangan dari seseorang.
DK dan Adam segera menuju ke lokasi. saat di sana DK melihat topan tertembak di bagian lengannya.
vino "mereka bersenjata."
DK "kau yang membunuhnya?"
vino "bukan dek, dia bunuh diri saat dia terpojok."
"kata warga sekitar mereka baru 2 bulan ngontrak di sini. dan mereka adalah muslim yang baik."
DK "apa mereka ber jenggot dan bercelana cingkrang?"
pak RT "tidak nak, mereka tidak berpenampilan seperti *******."
setelah polisi datang, anak JC memutuskan untuk meninggalkan TKP.
DK memiliki firasat akan ada perang Besar. yang DK khawatirkan adalah klompok mereka di bekali senjata api dan bom. hal itu akan memakan banyak korban bila mereka melawannya dengan sembrono.
DK kembali ke kos saat itu. di sana Anis dan nandya sudah menunggu kepulangannya. wajah murung dan bingung nampak jelas di muka DK.
nandya "gimana dam?"
Anis "ada titik terang gak dek?"
DK "kalau kalian tak ingin mati, jangan ikuti urusan ini."
"mereka adalah ******* yang tak segan bunuh diri ketika terpojok."
"jadi tak heran kalau dia akan membunuh siapa saja yang menghalangi jalannya layaknya seekor semut."
Anis memilih keluar dari kamar DK. namun nandya memilih untuk tetap menemani DK.
nandya "kalau dalam kasus ini aku mati dam."
"aku akan mati dengan bangga tanpa kekecewaan sama sekali."
"aku ingin kau menemani hidup ku. dan aku menemani hidup mu."
DK "kamu cantik, kamu baik, tinggalkan aku sebelum kau menyesal."
"akan banayak luka dan darah jika kau menemaniku."
nandya "sejak dulu aku ingin jalan ini."
DK "terserah kamu saja."
DK kemudian membuka hp nya dan membaca semua artikel tentang ******* di Indonesia. dia juga melihat semua berita tentang bom di Bali dan surabaya. saat itu nandya menyuapi makanan, DK yang berkonsentrasi membuatnya membuka mulutnya saat di suruh nandya membuka mulutnya.
DK "sepertinya aku harus ke kyai bahruri."
nandya "siapa itu dam?"
DK "kamu gak sah ikut. aku ada urusan penting."
DK menuju ke pondok kyai bahruri. dia menjelaskan semua kejadian ini pada bahruri.
pak kyai "dulu di solo ada aliran yang menganggap bunuh diri di tempat maksiat itu dianggap mati syahid."
"tapi itu sudah di bubarkan oleh pemerintahaan pak Suharto."
DK "apa anda berfikiran ini klompok yang sama?"
pak kyai "saya tak bisa menjawabnya nak."
"yakin lah pada naluri mu. aku yakin naluri mu akan membawa mu pada kebenaran dan kenyataan."
tak lama kemudian.
DK mendapat kabar buruk dari vino. sebuah karoke meledak. DK langsung pamit dan bergegas menuju lokasi.
lagi-lagi DK melihat orang yang terluka dan mati. tak sedikit para anggota JC yang menjadi korban.
Adam "ini akan lebih sulit daripada perang terbuka."
vino "apa langkah mu dek?"
DK "tutup semua lokalisasi, club' malam dan tempat-tempat maksiat untuk sementara waktu. kita akan memberi izin lagi setelah semua pelaku bom ini di temukan."
Adam "siap dek."
namun sebelum kabar itu di laksanakan. sebuah cafe yang menyediakan minuman beralkohol di daerah godehan juga meledak. malam itu ada dua bom yang mengguncang kota Jogja.
keadaan mencekam di kota semakin menjadi-jadi setelah dua bom itu meledak. kota yang terkenal damai kini menjadi kota mencekam dan tak aman.
pagi harinya DK mengajak Adam, vino, pak Toha dan pak Arya untuk berunding di rumahnya Adam. DK tak ingin membuat semua petinggi tahu rencananya. dia tak ingin rencananya bocor ke telinga musuh.
DK "dam pelajari dan selidiki mobil yang ada di rekaman cctv itu."
"aku tak ingin terjadi baku tembak lagi."
Adam "baik dek."
"Vin, suruh tangan kanan kepercayaanmu untuk melacak ini."
ujar DK sembari melemparkan sebuah buku pada vino."
vino "apa ini dek."
DK "itu adalah salah satu klompok terorsi yang ada di solo."
"kirim anak buah mu ke solo dan selidiki semua data yang ada di buku itu."
"jangan terlalu fulgar. lalu kirim orang yang mempunyai kemampuan dan ketenangan."
vino "siap dek."
DK "untuk sementara aku serahkan JC pada pak Toha dan pak Arya."
"aku akan membukam dan menghancurkan klompok ini."
pak Arya "jangan ke gabah dek."
pak Toha "benar dek. musuh mu tak takut untuk menekan platuk pistolnya."
DK "iya pak."
"akan lebih baik kita bergerak dengan jumlah kecil daripada banyak. yang kita hadapi adalah manusia tak takut mati."
"jika kita bergerak dengan jumlah besar."
"yang kita lihat adalah banyaknya orang yang bunuh diri."
pak Arya "kau benar, baikalah. ku harap kau tetap hidup."
"hanya itu pesan ku pada mu."
DK "siap pak."
DK tak ingin kejadian kemaren terjadi lagi. dia memilih menyelidiki siapa pemilik mobil yang di gunakan untuk pelaku bom di karoke malam tadi dengan diam-diam.
dia tak ingin klompok musuh curiga.
bersambung.