
saat pagi
nandya "maaf dam atas kejadian semalam."
DK "aku yang harusnya minta maaf."
nandya "akuntak tahu kenapa otak ku di kendalikan oleh keinginan tak berlogika."
DK "maksutnya nad.?"
nandya "aku selalu mengagumi sosok bad boy. walau terkadang mereka sering membuatku terluka."
DK "apa alasanmu memilih bad boy sebagai pasangan mu."
nandya "otak ku selalu berfikir mereka bisa melindungi ku."
"dulu saat aku masih tinggal di Jakarta, aku selalu di incar oleh saingan bisnis papa."
"berulang kali pacar ku terluka karena serangan musuh bisnis papa-ku."
"setelah itu aku lebih memilih cowok bad boy untuk menjadi pasangan ku, mungkin karena aku berfikir mereka bisa melindungiku."
"hehehe aku bodoh ya."
DK "pilihan hati itu tidak pernah salah nad."
"walau terkadang pilihan itu salah dan buruk di mata orang lain"
"eh aku boleh tanya satu hal."
nandya "apa dam."
DK "jika kamu memiliki kekasih seorang yang di atas bad boy."
nandya "maksutnya dam. bos narkoba atau pembunuh gitu."
DK "bukan hanya itu. jika kekasihmu adalah bos dari mereka semua."
nandya "hahaha.....mungkin aku malah senang."
"karena aku tahu dia sudah siap untuk menerima seranagn dan ancaman."
DK "kalau kau terkena imbasnya. kau akan di anacam dan di incar karena kau mempunyai hubungan dengan bos mafia."
nandya "aku sudah terbiasa dengan hal itu dam. aku ke Jogja karena aku bosan dengan hal itu."
"mungkin itu indah dam. aku akan membantunya dan dia akan melindungiku."
"tapi mana ada bos besar suka dengan mahasiswa seperti ku."
"mereka itu bisa memelih wanita hebat. mana mungkin mereka mau dengan ku."
DK "iya juga sih."
"kamu gak kualiah."
nandya "iya dam. entar kalau Reno gak ngajak jalan. temenin aku lagi ya."
DK "iya nad."
di bengkel JAC.
Reno "brend ku mohon. aku ingin remach dengan SR."
brendi "kau harus melatih diri mu ren, kalau kamu ingin mengalahkan Andri."
Reno "aku kemarin kurang konsentrasi brend. jadi aku lengah dan kalah."
bukit "sebaiknya kau jangan terlalu yakin dengan kemampuan mu ren."
"kemampuan mu memang hebat. namun kamu kurang berlatih dan pengalaman."
bukit melempar sebuah catatan ke pada Reno.
"itu adalah catatan terbaik brendi, Adam, Syahrul dan TDK."
"kalau bisa kau mendekati mereka, kau akan ku anggap sebagai pembalab tim ini lagi."
ujar brendi.
setelah itu Reno berusaha keras menyamai rekor TDK. namaun itu tak mudah.
dia berlatih setiap hari agar dapat mengembalikan pamor dan nama baiknya.
di suatu cafe.
nandya "Reno sekarang beda. dia kini hanya fokus pada balapan."
Natalia "dia mendapat tantangan dari brendi. jadi dia ingin menyelesaikannya."
"dia ingin keberadaannya di akui lagi oleh JAC."
Anis "kurasa itu bukan hanya sekedar recor dan catatan."
"mental yang kuat dan hati yang tak takut apa-apa, akan menjadikan seorang pembalab menjadi hebat."
setelah beberapa Minggu akhirnya Reno mampu menyamai rekor TDK. dia kala itu sudah merasa bahwa dia sudah layak bersandar dengan TDK.
suatu malam
di jalan solo anak PS sedang nongkrong dengan anak LN.
Leo "dimana nandya, aku ingin sekali melihatnya."
Anis "katanya dia akan datang."
tak lama berselang nandya datang dengan Reno. Reno yang menganggap dirinya hebat karena telah menyamai recor TDK.
Reno "Hay Leo, "
Leo "Hay exs JAC."
Reno "apa maksutmu dengan exs."
Leo "kau hanya manusia yang pernah menjadi pembalab JAC dulu."
hahaha.
Reno "bagaimana kalau kita langsung beradu saja."
"ayo kita menuju sirkuit RHM."
Leo "siapa takut....."
brendi "jika ada yang berani balapan di luar sirkuit."
"ingatlah, aku tak segan dengan kalian."
Leo sepertinya tertarik dengan nandya. selain cantik, kabar bahwa dia mau mendanai balaoan berbandrol diatas 100juta membuat nama nandya di kenal.
tantangan demi tantangan mengarah pada Reno. namu Reno berhasil memenangkan semua tantangan itu. namanya kini melambung lagi untuk kelas drag.
hal itu membuatnya menjadi semakin sombong.
di kos DK.
nandya "entah kenapa aku merasa makin jauh dengan Reno dam."
"sejak namanya melambung dia kini menjadi idola baru di JAC."
DK "oh..."
nandya "kok cuma oh dam."
DK "terus aku harus histeris gitu."
nandya "iya juga sih."
"pesan ku di blas."
DK "dari.?"
nandya "Reno dam, aku tadi mau ngajak dia makan."
DK "yasudah sana buruan brangkat."
nandya "isi pesannya maaf aku baru gak enak badan."
DK "ni tak bikinin mie instan mau ?"
nandya "yah....aku kan sedih, masak gantinya ma mie instan."
DK "tanggal tua nad."
nandya "yasudah akuntang traktir."
DK "aku gak minta Lo ya."
nandya "iya-iya tapi mancing."
mereka makan di sebuah resto mewah di daerah Gejayan. saat mereka sedang asik makan. datang sebuah tamu VIP resto tersebut.
sambutan hangat dari para pegawai terlihat jelas kala itu. salah satu petinggi JC yang menjadi tamu spesialnya.
nandya "wah memang hebat ya petinggi JC. elegan cantik lagi."
DK "siapa nad.?"
nandya "mbak Jesika dam sama......"
saat itu Jesika di temani oleh Reno. Jesika kini mau jalan dengan Reno. karena Reno sekarang adalah termasuk jajaran pembalap yang papan atas kota ini.
DK "udah cabut yuk."
nandya "kan makanannya belum habis."
"kita juga belum bayar."
DK "dah tinggal aja."
saat itu DK dan nandya di hadang oleh scurity restoran karena tidak membayar.
serontak itu menjadi tontonan dari para pengunjung restoran, begitu juga Jesika dan Reno.
Reno yang tahu akan hal itu langsung menghampiri nandya dan DK.
Reno "kalau gak bawa uang kenapa kau makan disini."
"ini pasti ajakan dari mu..."
nandya "aku bisa bayar kok ren. maaf-maaf."
Reno "kau malu-maluin aku nad. kau tahu kan sekarang cowok mu itu idola kota ini."
nandya hanya tertunduk sembari menangis.
DK "ayo cabut....."
nanadya "Ayuk bayar dulu dam."
DK menatap jesika kala itu.
Jessika "aku yang akan menyelesaikan pembayarannya."
mereka pun meninggalkan restoran itu.
nandya sangat marah pada DK kala itu.
nandya "kau kenapa sih dam."
"kau sengaja bikin malau aku."
"kau sengaja menjatuhkan ku di depan Reno."
DK "aku sengaja agar mata mu terbuka nad."
"kalau dia memang mencintai mu, dia pasti akan menyelesaikan masalah mu."
"bukan malah memarahi mu."
"dia juga seharusnya takut karena ketahuan berbohong dan jalan ma cewek lain."
DK ternyata senagaja melakukan itu untuk melihat perasaan Reno pada nandya. namun Reno lebih memilih reoutasinya ketimbang kekasihnya.
nandya langsung pergi, dia marah dengan DK.
nandya "oke dam. aku akui kau memang benar. namun otak ku tak bisa membenci Reno."
"walau hati ku sering terluka olehnya."
DK "pergilah. dan nikmatilah kebodohanmu."
bersambung..........