The Drak Knight 2 King Of The City.

The Drak Knight 2 King Of The City.
kembali ke jalur cepat.



esok harinya rutinitas biasa di lakukan oleh Syadam. bangun, mandi, sarapan dan brangkat.


ketika sampai di hotel nandya sudah menunggu Syadam di ruang karyawan.


nandya "ayuk dam......cabut lagi.!!!"


Syadam "nad entar malem aja...aku jam kerja ini."


Edgar "itu juga pekerjaan mu. non nandya mengambil kamu sebagai tour gaide-nya."


beni "gue siap kok gantiin Lo. eh non sama gue aja."


"gue punya SIM sama bisa nyetir."


nandya "gak ah. makasih mas damdam."


mereka pun akhirnya jalan lagi. kali ini dengan mobil yang sudah di sewa nandya.


"kamu tunjukan arahnya ya."


ujar nandya.


Syadam "tujuan mu mana lagi ?"


nandya "kita nyari kos. namun yang kusus cewek aja, gak campur aduk kayak kos kamu."


Syadam "kamu mau tinggal di sini."


nandya "heem dam. surat pindah ku juga dah jadi."


"aku masuk di UGM. aku mahasiswa."


Syadam "cuman gara-gara pengen nyari cowok bad boy ."


"kamu sakit ya."


nandya "aduh....tega banget Lo dam."


"ngatain aku sakit."


nandya memilih kos di daerah seturan. kos nandya tak jauh dari kos syadam.


setelah mendapat kos, nandya mengajak Syadam ke kampus untuk mengurus kepindahannya.


nandya "maaf ya, tak ajak muter-muter."


Syadam "ini memang bagian pekerjaan ku."


nandya "makan yuk dam."


saat mereka berjalan menuju parkiran nandya menabrak cowok.


bumb.......


nandya "maaf maaf."


reno "kalau jalan liat-liat."


Reno adalah pembalab lepas yang mempunyai potensi sangat bagus. dia ingin sekali menjadi pembalap andalan JAC.


nanadya "keren banget ya."


Syadam "cowok sombong gitu."


nanadya "ih....bedain antara sombong dan cool dam."


Syadam "dah ayo....laper aku."


nandya "ayo ayo"


nandya malamnya kembali ke Jakarta.


Syadam menghubungi vino. vino disuruh untuk menemuinya.


dia berencana mengungkap kasus peredaran yang tak diketahui oleh Ando dan Rizal.


saat vino bertemu Syadam.


"aku kangen banget ma kamu dek...."


ujar vino sembari memeluk Syadam.


Syadam "hey hey hey......orang mikirnya yang gak-gak entar."


vino "maaf-maaf."


"ada tugas apa dek ?"


Syadam "cari orang untuk mendekati orang ini."


Syadam melemparkan sebuah foto beserta biodata dari salah satu pecandu yang tak masuk daftar JC.


vino "lalu apa tugasnya selanjutnya."


Syadam "aku hanya menyuruh mu untuk mendekatinya."


"jangan bergerak !!! biar aku sendiri yang menyelesaikan ini."


vino "baik-baik dek. akan ku pantau terus dia."


"oh ya dek. akhir pekan nama mu tertulis di RHM."


Syadam "dah kangen aku memaju kuda besi."


vino "ada kabar tentang Wanda."


"dia melahirkan seorang putra."


"bukan itu tandanya Wanda sudah melupakan mu."


Syadam "sepertinya Vin."


vino "ayo lah. kami butuh kamu dek."


Syadam "aku akan selalu menjadi bayang-bayang Vin."


"dan mengawasi kalian."


"sampaikan salam ku pada yang lain."


Syadam meninggalkan vino.


di bengkel JAC.


brendi "ada apa dam.?"


Adam "siapkan mobil DK. dia ingin unjuk gigi di akhir pekan ini."


bukit "siap bang.!!!"


bukit terlihat senang ketika mendengar TDK akan ikut dalam balapan di sirkuit RHM.


brendi "ku harap dia tak lupa caranya mengemudi."


brendi "aku sangat merindukannya."


JAC pun menyambut kabar itu dengan senang. mereka sangat mempersiap-kan hal ini. mereka tak ingin mengecewakan TDK.


topan yang mendapat kabar langsung menuju ke bengkel.


topan "brend mana DK ?"


brendi "dia mungkin akan datang sehari sebelum balapan."


topan "aku sangat merindukan-nya."


brendi "kita semua juga pan."


"aku harap dia mau berpesta setelah balapan."


topan "benar brend. kita sudah lama tak menghabiskan waktu bersama."


"dia memberi kita kekuasaan, namun justru dia yang meninggalkan kekuasaan."


Adam "kalian teman kecilnya, aku yakin kalian mengerti sifatnya."


selama dua hari mereka lembur mengerjakan mobil TDK.


di hotel Adam


Adam "silahkan masuk."


Edgar "misi pak. Syadam mau izin utuk dua hari."


"apa bapak mengizinkannya."


Adam "kau boleh pergi gar. dan untuk Syadam tetap di ruangan ini."


setelah Edgar pergi.


Syadam menunju ke Adam.


Syadam "bagi rokok Donk"


Adam "jangan di sini dek."


Syadam "gak boleh."


Adam "boleh boleh. aku bilang gak boleh kamu juga tetap akan merokok di sini."


"BR memasang bandrol 500jt untuk pertarungan mu."


Syadam "kalau masalah itu aku terserah kalian."


Adam "anak-anak sangat senang ketika aku memberi tahu nama mu lah yang menjadi joki di akhir pekan nanti."


Syadam "sebenarnya aku juga rindu mereka."


"tapi entah kenapa, semakin hari TDK semakin di puja."


"saat itu aku menjadi takut untuk menyandar nama itu."


"Oya dam...bagi uang dong. uangku habis."


Adam "iya dek. pengen chas apa transfer?"


Syadam "send aja dam. aku tunggu ya."


Adam "iya, persiapkan diri mu...jangan kecewakan mereka."


Syadam keluar sembari mengangkat jempol-nya.


Syadam menuju ke ruang kariyawan untuk mengambil tasnya. saat dia mau pulang.


Popi "bisa numpang.?"


Syadam "ayo......"


saat di jalan menuju parkiran.


beni "dam bagi no-nya nandya Donk."


Syadam "kenapa gak minta sendiri ?"


beni "gak berani dam. tapi gue yakin kalau dalam lubuk hatinya paling dalam."


"dia..........."


"membenci ku"


ujar Anam memotong pembicaraan beni dan Syadam.


mereka tertawa dan memutuskan pulang.


Anam, Popi, Agus dan Syadam memutuskan makan bersama di sebuah warung pinggir jalan di Babarsari.


Anam "hotel jadi ramai gara-gara besok TDK akan melawan pembalap Semarang."


"heran aku sama mereka, kok gitu banget."


Popi "dia adalah orang hebat di Jogja. tak heran banyak orang yang mengidolakan dia."


"katanya pak Cecep. pak Adam juga salah satu anak buahnya."


Agus "dulu JC dan TDK pernah mengamuk di tempat ku. kalaian tahu, gara-gara itu warung dan toko pada tutup."


"dia bertindak se-enaknya."


Popi "kok cuma kamu yang gak comen dam"


"kamu tak pernah mendengar tentang TDK."


Syadam hanya senyum menjawab pertanyaan Popi.


Agus "kamu mau kemana dam?"


"kata pak Edgar besok kamu izin."


Syadam "gantiin TDK balapan."


Anam "amin ya Allah...."


Syadam Popi tertawa kala mendengar jawaban anam.


setelah makan mereka pulang. saat Syadam mengantar Popi di kosnya.


Popi "hati-hati ya kalau mau perjalanan jauh."


Syadam "iya pop."


Popi sebenarnya menyukai Syadam.


bersambung.......