The Drak Knight 2 King Of The City.

The Drak Knight 2 King Of The City.
aku menyukai mu nad.



di rumah sakit.


DK harus mendapatkan perawatan serius.


sedangkan Jessi hanya mendapat luka memar di bagian kepala.


Jessi "kau bisa menjelaskan semua ini."


Adam "sudah istirahat saja."


Jessi "aku masih tak bisa percaya dengan semua ini."


beberapa saat kemudian.


pak toha, bang Togar, Ragil, grey, pak Ucup, pak Arya, pak Budi, pak Handoko, datang ke rumha sakit. mereka juga di temani beberapa anggotanya.


bang Togar "bagaimana keadaan DK."


pak Ucup "dam kenapa DK bertindak sendiri."


pak Handoko "lain kali konfirmasi dulu pada aliansi baru menyerang."


grey "mana imam. kenapa imam tak membantunya"


Ragil "ayo dam kita adakan serangan balik."


pak Budi "klompok mana yang di serang DK."


DK yang mendengar suara berisik akhirnya terbangun dari istirahatnya.


DK "woy woy woy......ini rumah sakit."


"kalian pulang saja."


bang Togar dan yang lain tertawa terbahak-bahak ketika melihat kondisi TDK.


bang Togar "hahahahah.....hey dek, sudah lama aku tak melihat pakaiyan mu seperti ini."


pak Toha "gar jangan lah mengejeknya."


"tapi jadi kangen aku sama masa lalu."


karena kebisingan itu para sekuriti mendatangi mereka.


namun.......


bang Togar "ada apa....???"


"kau mau memarahi kami."


para securiti yang mengetahui mereka adalah petinggi JC. hanya bisa diam.


DK "kalau kalain tak pergi dari sini....."


sebelum DK selesai mengatakan sesuatu.


pak Arya "aku pulang dulu dek."


pak Ucup "aku pulang dulu dek."


Ragil "sama dek....."


bang Togar "cepat sembuh ya....."


akhirnya mereka semua pulang.


yang tersisa adalah Adam dan Jessi.


Jessi "jadi benar, Syadam adalah TDK."


"tapi kenapa dia menyamar menjadi OB di hotel mu."


Jessika "dia tak ingin menjadi tamak dan sombong karena terlena oleh kekuasaan."


"maka dari itu dia memilih untuk meninggalkan tahtanya dan mengawasi bawahan nya dari belakang layar."


Adam "kapan kau datang."


Jesika "sebenarnya dari tadi. namun aku milih menunggu para brandalan tadi di usir oleh DK."


"pulang lah, biar aku yang merawatnya."


Adam "baiklah, aku akan menyelesaikan masalah ini."


Jesika "kudengar DK mancing satu ikan namun mendapat banyak ikan."


Adam "benar, Didi yang tahu identitas TDK malah memanggil semua blandar ilegal untuk membantunya."


Adam pun meninggalkan rumah sakit.


Jessi masih diam dan tak percaya kala itu.


Jessi masih syock dengan kenyataan ini. selama ini Syadam di pandang rendah olehnya. padahal Syadam adalah sosok idolanya.


Jesika "ku harap kau merahasiakan ini pada teman mu."


"dalam PS, hanya Natalia yang tahu identitas syadam."


Jessi "iya Jes. aku akan merahasiakan ini."


tak lama kemudian brendi, topan, Ando, Rizal, dan Riski menjenguk DK.


brendi "Jessi....???"


"kau kenapa ?"


Jessi "tak apa bren."


saat DK mendengar bahwa Ando dan Rizal ada di ruangannya.


bumb......


bumb......


mereka berdua di tendang oleh DK.


topan "dek....sabar, tubuh mu masih terluka"


DK "mulai hari ini, aku tak ingin melihat ada blandar lain yang beroperasi di kotaku."


Ando "iya dek....maaf, ini keslahan kami."


Rizal "aku dan pak Abi akan segera menyelesaikan ini."


DK "pelanggan mereka juga pelanggan mu."


"mulai detik ini aku ingin para pengedar di luar aliansi kita harus mati."


Jesika "tak usah sesadis itu dek."


DK "kalau kau ingin menggantikan posisi ku. sialhkan, aku dengan senang hati akan mundur."


Jessika "maaf dek."


DK "ada yang menolak keputusan ku."


mereka semua terdiam kala itu. Jessi juga kaget dengan sosok TDK.


TDK melakukan ini agar memberi efek jera untuk para blandar dan gembong narkoba yang beroperasi di wilayah TDK.


3 hari kemudian.


DK sudah boleh pulang.


Jessi "maaf dam, atau dek."


DK "untuk apa ?"


Jessi "selama ini aku meremehkan diri mu karena kamu seorang OB."


DK "apa bedanya aku sebagai OB atau aku sebagai TDK"


Jessi hanya diam. dia terlihat berbeda seperti dulu. dia kini sangat perhatian pada DK.


saat Jessi di kamar DK, nandya dan Reno datang ke kos. mereka berniat maen di tempat Anis.


nandya yang melihat Jessi begitu perhatian dengan DK menjadi cemburu.


Anis "ngapain kamu di kamarnya syadam?"


Jessi "dia habis jatuh. kasihan gak ada yang merawatnya."


Reno "baiarin aja orang kayak dia mati."


Jessi "maksutnya?"


Reno "itu karma karena dia menghajar aku bersama temannya."


Jessi "sayadam maen kroyokan."


"aku berani memotong kepala ku kalau hal itu benar terjadi."


Reno "kamu gak percaya"


Jessi "sangat tidak percaya. kalau kau yang maen kroyok terus kalian yang kalah, aku percaya itu."


tak lama kemudian Adam datang untuk melihat keadaan DK.


Adam "oh....memutar fakta ya."


"ya namanya juga pecundang."


"gimana Syadam keadaan Syadam Jes."


jessi "baik dam. dia sedang tidur sekarang."


"sudah biarkan aku yang mengurusnya."


Reno hanya diam kala itu. dia takut Adam melanjutkan omongannya tadi.


adam "kok diam...emm...siapa nama mu."


Reno "aku....."


Adam "iya ...kamu. kamu kan yang sukanya maen kroyokan."


"hahahahhahah"


"dah maen kroyokan babak belur lagi."


HAHAHAHAHA


Jessi "oh......jadi gitu."


Adam "Syadam di kroyok sama 5 temennya kala itu."


"namun mereka kami hajar dan kami tinggalkan di pinggir jalan."


"ku kira kalian mati di makan anjing."


Reno yang tak kuat menahan emosinya menyerang Adam.


namun sebuah tendangan kerwas dari Adam membuatnya harus menikmati dinginnya lantai.


Adam "kau itu bodoh dan lemah."


"jangan sok jadi orang hebat di depan ku."


"kalau di depan cewek mu gak papa."


nandya langsung menuju Reno. dia takut Adam akan mengajarnya.


nandya "udah mas Adam. tolong hentikan."


Anis "lebih baik kau tinggalkan cowok tak jelas kayak dia nad."


Reno langsung berdiri dan meninggalkan kos kala itu.


nandya "aku tak tahu harus bicara apa."


perasaan nandya campur aduk kala itu. dia kecewa karena telah menuduh DK. dia juga kaget melihat watak asli dari Reno yang pengecut.


ketika malam tiba......


nandya menjenguk DK. kala itu DK sedang tidur. nandya duduk di sebelah DK yang tertidur.


dia menangis sembari melihat wajah DK yang babak belur.


DK "air mata untuk apa."


nandya "eh maaf membangunkan mu."


DK "gak papa. temenin aku makan yuk."


nandya "ayo...aku yang traktir."


DK "naik motor mau..?"


nandya "kamu gak papa naik motor."


DK "di fitnah aja gpp kok. apa...."


sebelum kalimat DK selesai.


nandya "udah-udah ayo jalan."


mereka akhirnya jalan untuk makan.


di jalan nandya memeluk tubuh DK. DK tersenyum saat itu.


nandya "kenapa kau diam saat aku menyuruhmu."


DK "jika aku jelaskan, aku yakin kau juga tak percaya dengan penjelasan ku."


nandya "maaf ya."


DK "tak tahu kenapa nad......aku merasa nyaman dan lega bila berada di dekatmu."


nandya "kalau boleh jujur. aku juga dam."


"tapi dam, aku dah punya Reno."


DK "aku gak nembak kamu kok."


nandya "iya dam. maaf ya."


setelah selesai makan mereka kembali ke kosan, karena keadaan DK yang memang belum membaik.


saat mereka masuk kamar, nandya mencium mulut DK. DK juga memegang pinggang nandya.


mereka melangkah sembari berciuman. hingga akhirnya mereka jatuh ke kasur.


tak sadar mereka melepaskan semua pakaiyan mereka. dan mereka pun melakukan dosa manis.


bersambung............