
Sebelum-sebelumnya Kamila merasa belanja di pasar atau supermarket sama sekali bukan masalah, tapi jika dia belanja sambil di ikuti beberapa pengawal berotot dan bahkan ketika dia setiap kali berjalan, Kamila merasa terlalu menarik perhatian di sekitarnya.
"Nyonya, anda ingin membeli apa biar kami saja yang mencarikannya."
Kamila menggelengkan kepalanya pelan, meskipun dia tidak terlalu memiliki banyak uang untuk membeli barang yang mahal. Bagaimanapun hadiah yang di pilih sendiri akan jauh lebih berarti dan lebih berkesan, jadi dia menggelengkan kepalanya. "Kamila akan mencarinya sendiri."
Kamila juga tidak lupa untuk menutupi sebagian wajahnya dan dia mengenakan masker, karena jika dia berjalan sedikit saja, masih ada dua pengawal di belakangnya yang sangat menarik perhatian dan terlihat seperti buntut yang menempel ke manapun dia akan pergi.
Sampai di dalam Kamila memilih beberapa gaun yang berharga terjangkau, dan saat dia sudah mendapatkan barang yang ingin dia hadiahkan untuk Linda, dia tanpa sengaja melihat Elang.
Karena sangking senangnya, Kamila berlari dan ingin sekali memeluk Elang dari belakang, tapi sebelum dia sempat melakukannya, sosok perempuan lain telah lebih dulu menghampiri Elang, dan dia merangkul tangan pria itu dengan sangat mesranya.
Kamila terdiam seribu bahasa dan dia syok seperti di tampar halilintar.
Bagaimana bisa, Elang..
Elang, dan Linda.
Pacar dan teman dekatnya, diam-diam selingkuh di belakangnya!
Merasa jantungnya terpelintir, Kamila segera berlari dan dia tanpa basa-basi membanting gaun yang mau dia berikan pada Linda ke tanah dan dia menginjaknya. Dia terus berlari sampai dia menabrak beberapa pengawal Joy, Kamila kemudian masuk ke mobil dan dia segera pulang.
Kamila sangat kecewa, Elang, inikah janji-janji manis mu? Membuat sakit hati lagi dan lagi!
Jika terus seperti ini, tanpa mengharapkan apapun, Kamila berharap lebih baik Elang segera mati dengan semua janji manisnya ke liang lahat!
Di sisi lain Joy saat dia mendengar laporan dari pengawalnya bagaimana Kamila berlari dan buru-buru pergi, Joy segera kembali ke rumah.
Dan saat dia kembali ke rumah, rumah itu terlihat sangat sepi selain para pelayan dan pekerja, baik Kamila, Herman ataupun Manuel semuanya tidak ada.
Dengan alis berkerut Joy segera pergi ke kamar Kamila, dia memutar kenop pintu untuk memeriksa apakah kamar itu terkunci dari dalam atau tidak dan ternyata kamar itu terkunci dari dalam.
Melihat Kamila yang mengunci diri sendirian di dalam kamar, Joy merasa khawatir dan dia segera mencari kunci cadangan untuk membuka pintu. Saat pintu itu terbuka di dalam juga masih sangat sunyi selain Joy hanya melihat seorang gadis tidur di celah-celah pojok tempat tidur sambil menghadap ke arah dinding yang sempit dan gadis itu dari atas ke kaki semuanya tertutupi oleh selimut.
Mengetahui Kamila yang tidak secerah biasanya, tidak tahu mengapa, tapi dadanya terasa sesak seolah-olah Joy hampir tidak bisa bernafas.
Jika menilai apa yang di laporkan pengawalnya, Joy bisa memastikan mungkin sekarang Kamila tanpa sengaja melihat pacarnya selingkuh. Karena tahu bagaimana perasaan di selingkuhi, Joy sangat tahu bagaimana perasaan Kamila sekarag.
Berjalan perlahan takut mengganggu gadis itu, Joy mengambil bantal yang menumpuk di bawah kaki Kamila dan meletakkannya di tempat lain. Lalu dia dengan lembut membuka selimut itu, memastikan Kamila masih tertidur pulas Joy mengendongnya dengan sangat hati-hati dan dia meletakkan gadis itu di kamar mereka lebih tepatnya di kasur yang empuk, dan Joy segera berbaring di sebelahnya.
Joy bergerak ke samping dan melihat ke arah gadis itu, dan dia merasa Kamila masih sangat kurus, saat melihatnya membuat kelopak matanya langsung mengeryit. Joy mencoba mengambil salah satu tangan Kamila, membelai punggung tangan itu sebelum dia memberikan sentuhan ringan pada wajah kecil gadis itu.
Dan saat Joy melihat kelopak mata Kamila membengkak, dia tanpa sadar mengusapnya dan dia tertawa tipis.
Joy menutup matanya dan dia meraih Kamila di dalam pelukannya untuk menyadari jika tubuh Kamila mengeluarkan bau yang harum, dan juga rambut panjang gadis itu yang seperti sungai mengalir tampak terasa sangat lembut, dan nafas Kamila yang terasa hangat langsung menguar di sekitar lehernya.
Keesokan paginya ketika Kamila membuka matanya dia di buat terlalu sangat terkejut.
Bagaimana bisa, bagaimana bisa dia tidur di ranjang Joy dan dalam posisi seperti ini?
Mereka berdua tidur dalam satu bantal yang sama dan bahkan sampai rambut keduanya terjalin untuk susah di bedakan, kepala mereka saling bersentuhan dan beberapa helaian rambut saling bercampur.
Kamila berkedip beberapa kali dan dia melihat wajah tidur Joy di sebelahnya.
Sebenarnya wajah Joy Mallory ketika dia tidur terlihat sangat damai, tidak dingin, tidak jahat, tidak tegas dan juga tidak kuat, melainkan hangat dan lembut di pandang. Dia memiliki bulu mata yang panjang dan jelas setiap bentuk wajahnya bisa di pastikan Joy adalah sebuah ketampanan yang tidak akan tertandingi siapapun.
"Apa yang kau pikirkan?"
Kamila membuka matanya dan pandangan matanya sedikit berair, karena dia menangis semalaman melihat Elang selingkuh dengan Linda, kedua matanya merah dan membengkak dan mengikuti arus waktu, perlahan-lahan pandangan matanya kembali terlihat lebih jelas hanya saja matanya tetap sedikit memerah.
"Aku.." Kamila terpatung beberapa saat. "Apa Kamila tadi malam salah masuk kamar?"
"Ya." Joy berdehem sedikit. "Karena otak mu tumpul, belum di amplas hanya karena melihat pacar selingkuh, bukan berarti kau bisa nangis seperti orang tolol!"
Begitu membentak Kamila tanpa berpikir du kali, Joy segera merendahkan suaranya. "Jangan seperti gadis yang lemah, kau kuat, bahkan kau harus lebih kuat dari aku ketika..
Joy menghentikan ucapannya dan Kamila segera berkata. "Kau pernah mengalami apa yang aku rasakan sekarang Joy?"
"Bukan." Joy menggelengkan kepalanya dan dia berkata dengan suara dingin. "Ketika orang menyelingkuhi mu, kau seharusnya balas dendam ke mereka. Kamila Yasmin kau sekarang adalah istri Joy Mallory, aku bisa menggulingkan pacarmu hanya dalam satu detik."
Bukan hanya sebagai perusahaan terbesar di kota, tapi perusahaan Mallory telah menjadi perusahaan paling banyak pengaruhnya di Indonesia sampai-sampai orang akan berpikir dua kali ketika mereka menyinggung seseorang bernama keluarga Mallory karena takut jika harus berurusan dengan Joy.
Tapi ternyata di dunia ini masih ada orang idiot yang berani-beraninya membuat istrinya menangis?
Apakah Joy perlu menghancurkan tendon pacar Kamila dan menguburkannya hidup-hidup karena berani membuat Kamila menangis?
Joy dengan dingin tertawa terbahak-bahak dan dia menjepit dagu Kamila dengan dua jarinya. "Katakan padaku, kau ingin aku membuat dia tahu bagaimana rasanya di campakkan apa tidak?"
Di tahan seperti itu Kamila mencoba untuk menoleh ke samping agar tangan Joy yang mengapit dagunya segera terlepas.
Dia mengangkat sebelah matanya dan melihat ke arah Joy. "Balas dendam apa yang bisa Kamila lakukan? Cinta Elang tidak sedalam seperti aku mencintainya.."
"Tolol." Joy segera berdesis mengejek.
"Jadi kau suka pria letoy seperti itu?"
Joy mengeryitkan ujung alisnya. "Paling-paling kena bogem sekali juga langsung tumbang, di mana bagusnya dia untuk di sukai?"