
"Hwaaaaa...tolonggg...," Tika berteriak saat portal itu terbuka dan memuntahkan semua yang telah dihisapnya tadi. Portal itu muncul beberapa meter dari permukaan tanah, tanpa sadar Tika reflek melepaskan badannya dan jatuh dengan cepat. Tika memejamkan mata pertanda sudah pasrah pada badannya yang akan menimpa apapun di bawahnya.
Brushhh...
Ia terjatuh menimpa semak bunga dengan posisi terlentang, untung saja keberuntungan kali ini kembali berpihak padanya. Apa jadinya kalau yang ditimpanya adalah batu.
Masih dalam posisi terlentang, Tika memandangi sekelilingnya. Disebelah kirinya adalah tebing curam yang bawahnya adalah jurang tak berujung, untungnya dibatasi oleh akar yang cukup besar dan merambat di sekeliling tebing.
"Tempat apa ini?," ujar Tika kebingungan.
Kemudian ia beranjak dari semak-semak dan berdiri memandangi sekelilingnya. Tempat ini sangat aneh, tapi anehnya bukan karena menyeramkan. Pohon-pohon yang tumbuh memiliki buah yang bercahaya kekuningan seperti lampion, ditambah lagi ada kelopak bunga berwarna pink yang berguguran dari langit tapi tak tahu asalnya dari mana.
Tika mencoba melangkahkan kakinya untuk melihat seberapa jauh tempat yang ditumbuhi lumut tebal berwarna hijau kebiruan itu. Ia dibuat takjub lagi saat menapakkan kakinya, lumut yang diinjaknya bercahaya. Ditambah sepasang ubur-ubur putih bercahaya biru melintas di depannya. Sambil berjalan, ia begitu terpana memandang sepasang ubur-ubur itu sampai hampir terpeleset ke jurang tak berujung itu.
"Haaaaa," ini adalah teriakan sekian kalinya dari Tika.
"Hei, hati-hati...," itu terdengar seperti suara laki-laki. Ia segera memegang tangan Tika dan menariknya.
"Hampir saja jatuh, kalau jatuh entah dimana dirimu sekarang,'' sambung pria itu.
Tika masih dalam posisi ditarik, tangan pria itu terasa sangat dingin, kecil dan agak keras. Ia menolehkan kepala dan membalik badannya.
''Te..terimakasih," ucap Tika gelagapan
Didepannya berdiri makhluk kerdil. Kepalanya besar, hidungnya juga besar dan memiliki kaki yang lebar, tetapi badannya kecil. Makhluk itu setinggi dadanya Tika, bisa disebut makhluk itu sejenis dwarf atau kurcaci, kalau diukur setinggi satu meter tak sampai. Pantas saja waktu membalik dan memandang kedepan ia tak melihat ada orang.
Tika bingung karena tak ada orang dibelakangnya, sontak ia menoleh ke bawah dan kembali kaget.
''Astagaa.. kau siapaaa...," teriaknya.
Tubuhnya terpental karena kaget. Wajar saja, sesosok makhluk berhidung besar, bertubuh pendek, dan berkaki besar muncul dihadapannya dengan senyum yang begitu lebar.
''Hei...jangan takut," ucapnya sambil menolakkan tangannya ke Tika.
"Aku seorang dwarf ," ucapnya sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Kau bisa bicara?," lontar Tika kembali.
''Ya seperti yang kau dengar," lirih dwarf itu.
"Dan namamu siapa,'' dwarf itu bertanya balik kepada Tika.
"A..aku..aku Tika. Dan namamu siapa?" Tika berusaha berdiri lagi.
"Namaku Kailash Tibra, panggil saja Kailash," dia mengusap dada dan membungkukkan badannya.
"Kalau boleh tau aku berada dimana sekarang? tempat ini sangat menarik dan unik," Tika menoleh ke sekelilingnya.
''Jangan terlalu terpesona dengan keindahan di wilayah ini. Disini sangat curam dan ini adalah sebuah wilayah berpulau,"
"Berpulau? Tapi aku tak melihat sedikit pun air yang menggenanginya. Malahan aku bertemu dengan jurang yang tak berujung ini," tanya Tika kembali.
''Betul, disini tidak ada air yang menggenangi. Namun ini adalah pulau yang menggantung diudara dan sewaktu-waktu pulau ini bisa saja tenggelam dan jatuh ke jurang ini karena orde apungnya sudah habis. Nama wilayah ini adalah Nusa Kliyang,'' jelas Kailash yang menunjuk-nunjuk ke pulau lainnya.
"...seingatku sih ya begitu. Karena sudah lama aku tak mengunjungi pulau ini dan ikut terdampar bersamamu barusan," sambungnya.
"Tunggu, bersamaku? apakah kau keluar dari portal itu juga?"
...----------------...
FYI :
●Kailash Tibra merupakan seorang dwarft. Kailash Tibra sendiri mempunyai arti Raja Kekayaan Nan Kuat
●Nusa Kliyang adalah nama wilayah didalam cerita. Nusa Kliyang sendiri memiliki arti Pulau Melayang