Stuck With You {BL}

Stuck With You {BL}
Chap 3 : Tertarik



Aku membuka kedua mataku perlahan. Hal pertama yang aku lihat adalah, seseorang yang tak aku kenali.


"Selamat pagi, jal*ng kecilku." Ujarnya. Aku memundurkan tubuhku, tersentak dengan apa yang ia katakan.


Tunggu, apa? Apa maksudnya?!


Aku terdiam untuk beberapa saat. Kemudian, aku mengingat sesuatu. Orang ini, dia memperk*saku.


Aku menoleh ke arahnya, kemudian menatapnya tajam. Dia menyeringai lalu mendekati diriku. Aku kembali memundurkan tubuhku.


BRUG!


"Shhh... awww sakit..." aku meringis. Tubuhku terjatuh, rasanya sangat sakit. Ditambah lagi dengan seluruh tubuhku yang rasanya mau remuk, damage tambahan.


"Pfftt..." dia terlihat menahan tawanya. Aku menatapnya kesal. Menyebalkan, ingin sekali aku menampar wajahnya itu.


"Kenapa, hah?! Apa yang lucu?!!" Tanyaku dengan nada galak. Dia justru tertawa terbahak-bahak. Sungguh, sebenarnya apa yang lucu?


Dia beranjak, mendekatiku. Aku berusaha untuk mundur ke belakang, akan tetapi rasanya sulit, tubuhku sudah terlanjur remuk. Orang itu menggendongku dan membawaku ke dalam kamar mandinya.


"Sialan." Umpatku.


...***...


"Euhhhmm... haaaa..." aku tak dapat menahan suara aneh yang keluar dari mulutku. Aku terus mengeluarkan suara aneh itu.


"Tenang, setelah ini aku akan mengantarmu pulang." Ujarnya. Aku sedikit tenang, setidaknya aku tidak akan dan tidak mau bertemu lagi dengannya. Semoga saja.


.


.


.


Kami berdua telah sampai di depan gedung apartemenku. Aku hendak keluar dari mobilnya, tapi dia sudah lebih dulu menahanku.


"Park Hwan Yoon. Ingat nama itu. Itu namaku." Katanya, dia tersenyum kepadaku.


Aku menatap sinis kearahnya. Kenapa juga aku harus mengingatnya? Toh kita tak akan pernah bertemu lagi.


Aku melepaskan genggamannya di tanganku. Kemudian aku keluar dari mobilnya dan menutup pintunya.


Setelah mobilnya telah pergi menjauh, Ga Eul menghampiriku. Sejak kapan dia ada disini?


"Kenapa kau tiba-tiba menghilang dan meninggalkanku?" Tanya Ga Eul, dia mengangkat daguku.


"Dengan siapa kau pulang tadi? Siapa dia? Apakah dia melakukan sesuatu kepadamu?!" Tanya Ga Eul beruntun. Aku mengangguk, menjawab.


Ga Eul mengepalkan tangannya, dia terlihat kesal.


"Apakah dia menusukmu?!" Tanya Ga Eul. Aku kembali menganggukkan kepalaku, ragu.


"Sialan! Siapa dia, hah? Aku ingin sekali menonjok wajahnya!!" Serunya. Ga Eul membunyikan jari-jemarinya.


"Uhh..." aku bergidik ngeri. Sungguh menyeramkan, dia terlihat seperti preman yang akan memalak seseorang.


"S... sudahlah, toh aku tidak akan bertemu dengannya lagi kan? Aku tau dia memang keterlaluan, tapi sepertinya dia bukan orang biasa." Ujarku, menarik tangan Ga Eul untuk ikut.


"Siapa namanya?" Tanyanya. Dari nada suaranya, aku tau dia masih kesal.


"Park... Hwan... Hwan apa yah?" Aku berusaha untuk mengingat-ingat namanya.


"Park Hwan Yoon?!" Tanya Ga Eul, dia terdengar terkejut. Aku mengangguk, menandakan bahwa jawabannya itu benar.


"Sial... sepertinya kau akan mendapatkan masalah besar." Kata Ga Eul.


"Ehh? Kenapa?" Tanyaku.


"Dia adalah Raja Mafia disini. Dan kudengar dia selalu mengganti-ganti perempuan seperti mengganti-ganti baju. Tapi aku tak tau kalau dia ternyata doyan sama laki-laki juga." Jawabnya.


"HAAAHH?!" Aku berteriak.


Permisi? Suka gonta-ganti perempuan?! Dia juga Raja Mafia?!


Ga Eul kemudian menggoyangkan tubuhku.


"Bagaimana ini? Aku tidak ingin kau jatuh di tangan yang tidak tepat! Bagaimana jika dia tertarik padamu?! Bagaimana jika dia kembali lagi dan menjadikanmu sebagai budak misekakunoinya?!" Tanya Ga Eul.


"Ga Eul, tenanglah... aku yakin dia tak akan kembali lagi. Maksudku, dia tak mungkin tertarik padaku." Kataku, aku menenangkan Ga Eul.


Ga Eul memegang kedua pundakku.


"Aku akan melindungi mu darinya!" Serunya. Aku tersenyum, kemudian mengelus-elus kepalanya.


"Terserah." Balasku. Aku bisa melihat wajah Ga Eul yang memerah, lalu dia memalingkan wajahnya.


...***...


T.B.C