Stuck With You {BL}

Stuck With You {BL}
Chap 15 : Snow



Kim Ga Eul, dia adalah gadis yang terbilang periang. Hampir setiap malam ia mendatangi bar hanya untuk bertemu dengan temannya, sesekali ia juga mabuk disana. Memang, Ga Eul seringkali mendatangi bar, tapi bukan berarti dia bukan perempuan baik-baik.


Ketika dia sedang mengobrol dengan temannya, Sungyoon, Ga Eul secara tak sengaja mendengar percakapan seseorang yang tak jauh darinya.


"Aku tak berhasil membunuhnya, orang-orang itu mati ditangannya. Untung saja mereka tak menyebut namaku, melainkan menyebutkan nama Kakakku." Ucap seorang gadis cantik yang tak lain adalah Ara.


Ga Eul yang sedang bosan itupun tertarik untuk mendengarnya.


"Jadi, kita harus bagaimana?" Tanya seseorang disampingnya.


"Aku punya rencana. Jadi, aku akan mengorbankan kakakku. Aku tak peduli jika dia mati, yang terpenting adalah, hartanya dan semua miliknya menjadi milikku. Intinya, kakakku akan mati ditangan Hwan dan Hwan akan mati ditanganku." Jawab Ara.


"Kau... jahat juga ya?"


"Tentu saja." Balas Ara sembari menyeringai jahat.


"Hwan?! Tunggu-tunggu... dia itu kan Lee Ara, model yang itu bukan? Kenapa dia bisa tau Hwan? Dan yang lebih penting, apa hubungannya dengan Hwan?" Batin Ga Eul.


"Dan juga, Xavier... bocah itu sangat menyenangkan untuk di lihat. Dia selalu disiksa oleh Hwan, benar-benar memuaskan." Kata Ara sembari meminum Vodkanya.


Ga Eul yang mendengarkan hal itupun mengepalkan tangannya. Ia tak terima jika orang disukainya disakiti oleh orang lain.


"Ga Eul, ada apa?" Tanya Sungyoon tapi tak ada respon dari Ga Eul.


"Ga Eul?" Panggilnya lagi.


"Ga Eul..." panggil Sungyoon lagi, tapi tetap tidak ada respon.


PLAK!


"Aww... Sungyoon, kamu itu kenapa sih?! Sakit tau!!" Seru Ga Eul karena tiba-tiba di tampar oleh Sungyoon.


"Kamu ini... kenapa sih? Tiba-tiba bengong kayak begitu?" Tanya Sungyoon.


"Itu... kita sebaiknya tidak membicarakan ini sekarang." Jawab Ga Eul.


"Sialan, pantesan Xavier tak pernah masuk dan terus absen." Batin Ga Eul.


Disisi lain, seorang pemuda dengan wajah cantiknya tengah terbaring di atas tempat tidur. Ia sudah tak kuat lagi. Xavier dengan lemah menggenggam sprei kasur. Bagian belakangnya sudah sangat sakit, tapi Hwan tetap tidak mau berhenti.


"Aku sudah seperti budak nafsunya saja." Lirih Xavier dalam hatinya.


"Aku yakin, mamah pasti sedang khawatir sekarang. Sekarang aku paham kenapa dia selalu overprotektif padaku." Batinnya.


"Ma... maafkan aku..." batinnya.


Pandangan Xavier mulai menggelap dan kabur, kesadarannya perlahan mulai menghilang.


.


.


.


Matahari mulai terbit dari timur, menunjukkan cahayanya yang terang. Cahayanya yang terang menyinari dan menghangatkan bumi.


Burung-burung berterbangan kesana kemari. Satu persatu salju mulai turun dari langit. Hari ini adalah bulan Desember tanggal 12 dan hari ini, salju mulai turun dari langit.


"Emmmhh..." Xavier meregangkan tubuhnya. Ia perlahan-lahan membuka matanya.


Ia melihat sekelilingnya dengan tatapan bingung. "Eh? Ini bukan di gudang..." gumamnya sembari mengucek-ucek matanya.


"Kemana Hwan?" Batinnya.


Lalu Xavier turun dari atas tempat tidur, ia merasa sedikit terkejut karena mengenakan baju Hwan. Kemudian ia melihat ada secarik kertas di atas meja nakas.


"Apa ini?" Tanya Xavier pada dirinya sendiri.


Di kertas itu tertulis, jika Hwan pergi bulan madu bersama Ara selama sebulan. Dan jika Xavier berani keluar atau kabur dari rumah, Hwan tak akan segan-segan melakukan sesuatu pada Ga Eul. Dan... Hwan akan mencari Xavier sampai ketemu, dan akan menyiksanya.


"Haaah... setidaknya, aku bebas selama sebulan ini." Gumam Xavier.


Xavier melangkahkan kakinya menuju jendela. Ia membuka tirai, kemudian melihat salju yang turun dari langit.


Matanya berbinar-binar melihat kepingan-kepingan salju yang turun. Rasanya menyenangkan karena akhirnya ia bisa melihat salju.


"Andai keadaannya lebih baik, aku pasti merasa lebih senang sekarang. Ya, setidaknya... aku merasa sedikit senang." Ucapnya seraya tersenyum tipis.


...***...


T.B.C