
Hwan sedang sibuk bercinta dengan istrinya. Tapi menurutnya, rasanya berbeda ketika dia sedang bersama dengan Xavier. Jauh... jauh berbeda.
"Kenapa rasanya aneh? Tidak sama..." batin Hwan ketika menggerakkan tubuhnya.
Ara mengerang nikmat, ia meminta Hwan agar bergerak lebih cepat.
"Kenapa aku merasa aneh? Apakah aku menyukainya?" Batinnya.
Setelah selesai 'uh-ah' dengan Ara, Hwan memakai kembali pakaiannya. Ia beranjak dari kasur dan hendak pergi meninggalkan Ara.
"Mau kemana?" Tanya Ara.
"Keluar sebentar." Jawab Hwan dengan nada dinginnya tanpa menoleh sedikit pun.
Hwan kembali melangkahkan kakinya keluar hotel. Di luar, ia hanya melihat hamparan pasir dan air yang membentang sejauh mata memandang.
Langit malam terlihat indah. Bintang-bintang terlihat memancarkan sinar kelap-kelipnya bersama dengan bulan.
Hwan duduk di atas pasir, ia menghela panjang nafasnya. Udara disekitarnya terasa dingin.
"Haaah... apa yang salah dengan diriku?" Gumamnya, rasanya ada yang mengganjal dalam hatinya.
Hwan mengacak-acak rambutnya. Pasalnya, ia selalu memikirkan Xavier saat sedang melakukan 'itu' dengan Ara.
"Aku pasti sudah gila." Ucapnya. (Ya emang lu gila mas :v)
"Tapi... apa yang sedang Xavier lakukan sekarang? Apa dia kabur?" Tanya Hwan pada dirinya sendiri.
Hwan mengambil hatinya dari dalam saku, kemudian memantau Xavier dari layar handphone.
"Untung saja, aku memasang CCTV dirumah." Ucapnya dalam hati.
Di sisi lain, Xavier saat ini sedang membaca buku di dalam perpustakaan di dalam rumah. Sudah lama sekali Xavier tidak membaca buku. Ia juga sempat berkeliling di dalam rumah, bahkan mengunjungi taman yang tak pernah ia kunjungi sebelumnya.
"Rumah ini ternyata sangat luas. Aku bahkan tidak tau ada taman di belakang rumah." Batin Xavier.
"Aku harus memanfaatkan waktu satu bulan untuk membaca buku-buku ini."
"Haaah..." Xavier menghela nafasnya dan mengucek-ucek matanya.
Hwan yang melihat Xavier mengucek-ucek matanya itupun menjadi gemas. Ingin sekali rasanya Hwan mencubit pipi gembulnya.
"Sial... apa yang aku pikirkan?! Jangan bilang jika aku benar-benar mulai menyukainya! Tidak... tidak, ini tidak mungkin..." batin Hwan.
Xavier akhirnya memutuskan untuk tidur di sofa perpustakaan. Ia melonjorkan kakinya dan memeluk buku yang tadi ia baca.
"Dia... manis..." tanpa Hwan sadari, ia mengucapkan kata itu sembari tersenyum manis, senyuman tulus.
Desiran ombak pada malam hari membuat suasana menjadi tenang. Hwan menatap langit gelap yang disinari oleh cahaya bulan.
"Apakah aku cinta padanya? Tapi itu tidak mungkin, tidak mungkin aku jatuh cinta pada orang sepertinya! Ditambah, aku sudah memiliki seorang istri." Seru Hwan pada dirinya sendiri.
"Cih... bodoh." Gumam seseorang yang mendengar ucapan Hwan dari jauh.
"Andai saja dia tahu bahwa istrinya hanya memanfaatkannya, apakah dia masih mau?!"
Tep!
"Ga Eul, kamu ngapain disini?" Tanya Sungyoon pada Ga Eul.
"Aku hanya menjalankan misiku disini." Jawab Ga Eul.
"Haishh... kau akhir-akhir ini benar-benar aneh ya?" Tanya Sungyoon pada Ga Eul.
"Hah? Kenapa?" Tanya Ga Eul.
"Aneh... kau tiba-tiba mengajakku kesini, padahal kau ini anaknya tak suka keluar rumah." Jawab Sungyoon.
"Sudahlah, lebih baik kita kembali." Ujar Sungyoon sembari menggandeng lembut tangan Ga Eul.
"Hmmm." Ga Eul mengangguk.
"Sampai kapan kau tidak peka begini, hah? Aku lelah memberi kode padamu, dasar." Batin Sungyoon.
...***...
T.B.C