Stuck With You {BL}

Stuck With You {BL}
Chap 9 : Seorang Fujoshi yang Ingin Menjadi Seme



Hari ini adalah Senin. Hwan mengantarku ke kampus. Hwan juga memberitahuku, jika aku harus pulang cepat, dan jika mau aku bisa menghubunginya untuk menjemputku. Aku mengiyakan perkataannya.


"Ingat, jangan pergi kemanapun tanpa izinku." Ujar Hwan.


"Iya, baiklah." Balasku sembari mengangguk pelan.


Hwan menutup kaca mobil dan melaju. Kemudian menjauh dan menghilang dengan sendirinya.


Aku menghela kasar nafasku. Aku ingin pergi, tapi Ga Eul lah jaminannya. Aku tak ingin orang yang tak bersalah terlibat dalam masalahku.


Aku berjalan menuju fakultas kedokteran. Tiba-tiba saja, seseorang menepuk pundakku. Aku menoleh ke belakang.


"Xavier, bisa kita bicara berdua?" Tanya Ga Eul padaku. Kita sudah lama sekali tak saling berbicara, rasanya menjadi sedikit canggung.


"Uhm... baiklah." Jawabku, aku menganggukkan kepalaku.


"Kita bicara saja disini." Kata Ga Eul.


"B... baiklah..." kataku.


Ga Eul terlihat menghela nafasnya. "Xavier, aku ingin kau menjawab dengan jujur. Apakah kau baik-baik saja? Akhir-akhir ini gelagat mu aneh." Tanya Ga Eul.


"Aku... aku tidak apa-apa kok. Hanya saja..." aku ragu untuk mengatakannya.


"Kau kenapa? Jika kau merasa takut ataupun terancam, katakan saja padaku, aku kan melindungi mu." Kata Ga Eul.


Aku menggigit bibir bawahku, aku tak dapat menahan air mataku lagi. Cairan bening itu keluar dari mataku. Aku menangis, meluapkan seluruh rasa sakit dan sedih yang aku rasakan selama ini.


Ga Eul terlihat heran melihatku tiba-tiba menangis seperti ini. Dia menepuk-nepuk punggungku dengan lembut, berusaha untuk menenangkanku. Aku menyeka butiran bening yang jatuh ke pipiku.


"Pasti ada masalah, ya kan? Ayolah, jujur saja padaku. Siapa tahu aku bisa membantumu." Kata Ga Eul. Aku mendongak keatas untuk melihat wajahnya, Ga Eul terlihat khawatir.


"A... aku... aku tak bisa memberitahunya. A... aku takut jika kau kenapa-kenapa aku--" aku belum selesai bicara dan Ga Eul sudah memotong ucapanku.


"Orang itu? S... siapa?" Tanyaku.


"Hwan, Park Hwan Yoon. Apa dia melakukan sesuatu kepadamu?" Tanya Ga Eul.


"Emmhhh... t... tidak kok, dia t... hiks... haa... huaaa..." aku kembali menangis. Air mata itu terus keluar dan tidak mau berhenti.


...***...


^^^Author's POV^^^


Ga Eul menatap lekat wajah Xavier, kemudian memeluk tubuh mungilnya. Ga Eul mencoba untuk menenangkan Xavier.


"Jika kau tak ingin bercerita padaku, tidak apa-apa." Kata Ga Eul, ia mengelus-elus kepala Xavier dengan lembut.


"Jika Hwan berani menyakitinya, aku terpaksa harus turun tangan." Batin Ga Eul.


"Hiks... a... aku... aku akan menceritakannya padamu. Tapi janji ya, kau jangan marah." Kata Xavier dengan suara yang gemetar.


"Baiklah, ceritakan saja." Kata Ga Eul tidak sabaran.


Xavier menceritakan dari awal sampai akhir tentang apa yang terjadi dan mengapa ia tak berani pulang telat. Ga Eul yang mendengarkan cerita Xavier hanya bisa menahan amarahnya.


"Sial, dia... kurang ajar! Aku yakin selama ini dia pasti mengawasimu. Dan aku yakin, seseorang sedang mengawasimu sekarang." Ujar Ga Eul.


"B... benarkah?! A... anu, kita sebaiknya tidak bicara lagi kalau begitu. A... aku akan pergi sekarang!" Kata Xavier.


Ketika Xavier hendak pergi, Ga Eul menahan Xavier. "Ikutlah denganku. Aku janji jika kau bersama denganku, aku tak akan menyakitimu. Meskipun aku ini perempuan, aku janji akan menjadi Seme yang baik untukmu."


...***...


T.B.C