Stuck With You {BL}

Stuck With You {BL}
Chap 1 : Bar



Xavier tiba di kampusnya dengan mengendarai taksi. Ia tersenyum senang.


"Semoga saja aku mendapatkan teman yang tulus padaku." Batin Xavier.


Xavier berjalan masuk dan berjalan menuju gedung fakultasnya sendiri.


...***...


^^^Xavier's POV^^^


Aku berjalan menuju gedung fakultasku. Fakultas kedokteran. Aku bercita-cita menjadi dokter radiologi. Mengapa demikian? Karena selain mudah aku juga dapat mendapatkan uang yang banyak dan tidak merepotkan mama dan papa lagi. (Sebenarnya ini cita-cita author sih :v)


Ceklek


Aku membuka pintu kelasku. Gugup. Aku merasa sangat gugup.


"Aduh... duduk dimana ya? Ck... ahhh dimana ajalah!" Batinku.


Aku duduk di kursi depan yang dekat dengan jendela. Dan di belakangku, duduk seorang gadis cantik dengan rambut hitam pekatnya Ah, aku jadi semakin gugup.


Tep!


Seseorang menepuk pundak ku dari belakang. Aku menoleh. Gadis itu tersenyum manis. Ahh wajahku terasa panas.


"Annyeong, namaku Park Ga Eul. Panggil saja Ga Eul." Ujar gadis itu kepadaku. Aku menundukkan kepalaku, malu.


Sial dia sangat cantik. Kulitnya putih bersih, rambutnya berwarna hitam pekat, matanya berwarna biru laut, hidungnya mancung, dan bibirnya sangat tipis.


"E... euhmm... aku Xavier Anggarasta." Balasku dalam bahasa Korea.


"Eh? Sepertinya aku belum pernah mendengar nama seperti itu sebelumnya. Kau bukan berasal dari sini ya?" Tanya Ga Eul padaku. Aku mengangguk dan Ga Eul membalas dengan senyuman.


"Jadi, darimana asal negaramu itu?" Tanya Ga Eul.


"Indonesia." Jawabku tersenyum.


"Ohh... Indonesia ya? Aku belum pernah ke sana sebelumnya, tapi aku pernah pergi ke Jepang dan Bali." Balas Ga Eul.


Tunggu, apa tadi dia bilang Bali? Bukankah Bali itu provinsi yang ada di Indonesia?


Aku tersenyum canggung, lalu berkata, "Sebenarnya Bali itu salah satu provinsi di Indonesia."


Ga Eul membulatkan matanya. Ia menatapku lamat-lamat. Lalu tertawa terbahak-bahak.


"Bahahahha! Maafkan aku! Aku tidak tau, sungguh! Maaf!" Kata Ga Eul.


"Ahaha..." aku hanya bisa tertawa canggung.


Apakah semua orang luar berpikir bahwa Bali itu negara dan bukan provinsi?


...***...


Hari pertama ini kami tidak belajar atau apapun itu. Kami para mahasiswa dan mahasiswi baru harus berkeliling kampus ini.


Sebenarnya aku cukup kagum dengan kampus ini. Besar, selain itu juga bersih. Aku cepat nyaman di sini.


Aku berkeliling bersama Ga Eul. Selain cantik, Ga Eul juga ramah. Ugh, istri idaman.


Pakaian yang Ga Eul kenakan juga tak terlalu mencolok. Simpel. Ia hanya memakai Hoodie hitam yang berlambangkan sayap kebebasan dan celana training hitam.


"Ga Eul, kamu otaku ya?" Tanyaku penasaran.


Ga Eul tertawa kecil lalu berkata, "Sasageyo, sarangheo, sawarasenai, saraleo, misekakunoi."


"Pfftt..." aku menahan tawa mendengar jawabannya.


"Aowdih." Jawabku asal. Ga Eul menoleh kearahku, menatapku lekat.


"Kau tau?" Tanyanya.


"Euhmm... tau apa?" Aku tak mengerti apa yang sedang ia bicarakan saat ini.


"Misekakunoi, aowdih... kau tau dari mana?" Tanya Ga Eul.


"Sebenarnya, adik perempuanku dan sepupu perempuan dari papaku selalu bicara begitu. Tapi aku tidak mengerti apa maksudnya." Jawabku, tersenyum.


"E... ehh... jahat sekali mereka." Gumam Ga Eul. Aku menatapnya bingung. Apa maksudnya jahat?


Tak terasa kami melewati gedung fakultas seni rupa. Ga Eul berhenti sebentar karena lelah.


"Capek?" Tanyaku. Ga Eul mengangguk.


"Aku capek. Ugh..." keluhnya. Aku tersenyum tipis. Aku pun ikut berhenti karena sedikit lelah.


"Oh iya, ngomong-ngomong... apa kau mau ikut denganku malam ini?" Tanya Ga Eul.


"Kemana?" Tanyaku.


"Bar. Mau ikut gak? Kalau mau nanti aku jemput kamu, kamu tinggalnya dimana?" Tanya Ga Eul. Tunggu, kenapa dia yang harus menjemputku? Aku ini laki-laki loh! Harusnya aku yang menjemputnya!


"Cih, harusnya aku yang jemput kamu loh! Aku ini laki-laki tau!" Ucapku, aku mengembungkan pipiku.


"Kenapa aku yang jemput? Karena kamu Uke." Gumam Ga Eul, tapi aku masih dapat mendengarnya.


"Uke? Apa itu?" Tanyaku.


"Euhhh ahh lupakan. Jadi, dimana rumahmu? Biar aku saja yang jemput." Kata Ga Eul.


"Baiklah, aku mengalah. Rumahku berada di apartemen XXX. Tak terlalu jauh dari sini." Kataku. Ga Eul tersenyum lalu mengangguk.


"Baiklah, malam ini ya?" Tanya Ga Eul, memastikan.


"Iya." Aku mengangguk mantap.


Ya, akhirnya aku mendapatkan teman baru. Tapi entah mengapa, perasaanku terasa tidak enak.


...***...


T.B.C


A/N : Jangan lupa kasih like sama komen. Jangan lupa juga untuk kasih kritik and saran. Arigatou nyaaa \(^o^)/