
Hai Guys Gua udah sembuh, maaf yah baru sekarang up nya🙏😇
----------------------------------
SAAT PULANG SEKOLAH.....
"Vin! jadikan ngamennya?", tanya Luna.
"Jadi dong...lo bawa gitarnya gak?", tanya Vina balik.
"Bawa...tapi gua titipkan di warung depan", ucap Luna.
"Ouh yaudah deh kita ambil dulu.", ajak Vina.
"Kita ngamennya dimana?",tanya Luna.
"Di lapangan kota aja. Disana kan banyak warung warung kecil, trus diseberangnya ada kafe juga.", jelas Vina.
SESAMPAINYA DI LAPANGAN KOTA.....
"Mulai dari sini aja kali yak Vin..", Luna tiba tiba berhenti.
"Ouh yaudah deh, kita mau nyanyi lagu apa aja?",tanya Vina.
"Ga tau gua, hehe", Luna tertawa kecil.
"Lo bisa main gitar sesuai lagu kan?",tanya Vina.
"Bisa dong",Luna mengacungkan jempolnya.
"Oke kalau begitu kita nyanyi lagu "Celengan Rindu" aja gimana?",tanya Vina.
"Oke deh", Luna menggangguk.
Vina dan Luna berhenti disebuah warung disebelah kafe dan menyanyi disana. Vina pun mulai menarik nafasnya.
Aku kesal dengan jarak~
Yang sering memisahkan kita~
Hingga aku hanya bisa~
Berbincang denganmu di-Whatsapp~
Aku kesal dengan waktu~
Yang tak pernah berhenti bergerak~
Barang sejenak~
Agar aku bisa menikmati tawamu~
Inginku berdiri di sebelahmu~
Menggenggam erat jari-jarimu~
Mendengarkan lagu Sheila on Seven~
Seperti waktu itu~
Saat kau di sisiku~
Dan tunggulah aku di sana~
Memecahkan celengan rinduku~
Berboncengan denganmu~
Mengelilingi kota~
Menikmati surya perlahan menghilang~
Hingga kejamnya waktu~
Menarik paksa kau dari pelukku~
Lalu kita kembali menabung rasa rindu~
Saling mengirim doa~
Sampai nanti sayangku~
Orang orang yang berlalu lalang terpukau dengan suara Vina dan berhenti sejenak diwarung itu. Begitu pula dengan pelanggan di kafe sebelah warung itu yang berpindah tempat hanya untuk mendengarkan suara Vina. Vina menarik nafas lagi.
Jangan matikan HP-mu~
Kau tahu aku benci khawatir~
Saat kau tak mengabari~
Aku tak suka bertanya-tanya~
Inginku bakar dia yang sering~
Mention-mention-an denganmu di Twitter~
Namun kau selalu menyakinkanku~
'Tuk tumbuhkan percaya~
Bukan rasa curiga~
Dan tunggulah aku di sana~
Memecahkan celengan rinduku~
Berboncengan denganmu mengelilingi kota~
Menikmati surya perlahan menghilang~
Hingga kejamnya waktu~
Menarik paksa kau dari pelukku~
Lalu kita kembali~
Menabung rasa rindu saling mengirim doa~
Sampai nanti sayangku~
Hingga kita bertemu~
Vina menyudahi nyanyiannya dan semua orang yang berkumpul disana pun bersorak kegirangan dan meminta Vina untuk menyanyi lagi. Pemilik kafe disebelah warung itu pun datang pada Vina dan Luna.
"Apa kalian mau menyanyi di kafe ku?", tawar pemilik kafe.
Namun Vina dan Luna hanya diam saja memperhatikan pemilik kafe itu dengan tatapan kurang yakin.
"Ehh... tenang aja kok, kalian bakalan saya gaji dan waktu kalian nyanyi itu kalian sendiri yang atur, mau kalian datang sore, pagi, malam, itu tuh terserah kalian. Dan saya akan menggaji kalian sesuai dengan waktu kalian nyanyi", pemilik kafe tersebut tersenyum ramah pada Vina dan Luna.
"Gimana? lo mau gak?", tanya Vina pada Luma.
"Terserah lo aja deh", Luna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"HEI!! NGAPAIN KALIAN NGUMPUL NGUMPUL DISITU?", teriak salah satu polisi yang sedang patroli disekitar sana.
Vina pun segera menarik tangan Luna dan tergesa gesa ingin pergi.
"Sepulang sekolah besok kami datang lagi yah Buuuk", teriak Vina pada pemilik kafe tersebut sambil menarik tangan Luna agar menjauh dari kumpulan polisi tersebut.
Vina dan Luna berhasil masuk ke gang gang kecil dan menjauh dari kumpulan polisi tersebut. Dan kini hanya satu polisi yang masih mengejar mereka.
"Duh gimana nih? kuat amat stamina tuh bapak! gua udah gak bisa lari lagi nih", ucap Luna yang mulai memperlambat lari nya.
"tahan dulu... sebentar lagi kita bisa sembunyi.", ucap Vina.
Vina mengecoh polisi tersebut dengan memasuki lorong lorong bangunan, dan Vina menarik luna agar menunduk dibalik semak semak tinggi yang rimbun.
"Kemana dah tuh anak anak? serasa tadi belok kanan deh", polisi tersebut kebingungan karena Vina dan Luna menghilang tiba tiba.
"Kok kita dikejar polisi sih?", tanya Luna yang sudah terduduk kelelahan.
"Ya gitu lah resiko pengamen. Tapi kan kita tadi diundang buat nyanyi di kafe tuh, jadi mulai besok kita udah aman nyanyi nya", Ucap Vina yang masih mengintip untuk memastikan bahwa polisi tadi sudah benar benar pergi.
"Yaudah deh kalau gitu kita pulang yuk", Luna bangkit dari duduknya.
"Oke, tapi besok lo tetap bawa gitarnya yah, kita nyanyi di kafe.", Ucap Vina.
"iya, makasih yah hari ini udah temenin gua, walaupun tadi gak sempat ngambil uangnya, Hehe", Luna tertawa kecil.
"iya gak papa kok! kan masih ada hari esok",Vina tersenyum pada Luna.
Dan mereka berdua pun pulang kerumah mereka masing masing.
KEESOKAN HARINYA.....
"Vin... gua semangat banget mau nyanyi hari ini!!", ucap Luna kegirangan.
"Gak trauma lo dikejar polisi semalam?", Vina tertawa mengingat kejadian dia dan Luna dikejar oleh polisi.
"Gak lah, lagian kan hari ini kita nyanyi nya di kafe. Gua gak sabar dapetin uang dan beliin obat emak", Ucap Luna sambil melompat lompat karena senang.
"Yaudah deh, yuk berangkat!", ajak Vina.
DI KAFE.....
"Haiii... kalian sudah datang, sini duduk dulu", panggil ibu pemilik kafe tersebut dengan senyum ramahnya.
"Hai buk...", sapa Vina sambil duduk dikursi yang sudah disediakan.
"Nah jadi gimana ini rencananya? kalian datang hari apa dan dibayar berapa?", Tanya ibu tersebut.
"Gimana kalau kita kenalan dulu Bu, Kenalin nama saya dan ini teman saya Luna", ucap Vina sambil mengulurkan tangannya
"Eh iya, kenalin nama saya Bu Elin kalian bisa panggil saya Bu Lin" Bu Lin membalas uluran tangan Vina.
"Oke bu jadi rencana kita itu mau nyanyi setiap pulang sekolah, kita hari minggu nggak nyanyi dan gajinya Ibu hitung sendiri aja per menitnya. Tapi Bu kita nggak nyanyi selamanya di sini palingan cuma sekitar 1 bulan atau 2 bulan gitu.", ucap Vina menjelaskan.
" Ya udah deh tapi per menitnya Ibu hitung 10 ribu gimana?", tanya Bu Lin.
" Gimana menurut lo Lun?", tanya Vina pada Luna.
"gua sih oke aja dan harganya tuh juga udah lumayan cukup kok untuk beli obat emak.", ucap Luna tersenyum senang.
" Ya udah deh kita mulai nyanyi aja", ucap Fina mengajak Luna untuk segera naik ke panggung.
Vina dan Luna mempersiapkan posisi terbaik mereka dan menyanyikan sebuah lagu namun kali ini lagunya dipilih oleh Luna.
Seperti kemarin orang-orang yang berlalu Lalang pun singgah di kafe tersebut hanya untuk menonton Vina dan Luna. Setelah mereka berdua selesai bernyanyi banyak orang yang bertepuk tangan dengan meriah mereka berteriak seakan-akan menonton konser seorang artis.
Vina dan Luna pun turun dari panggung untuk beristirahat sejenak namun tiba-tiba mereka berdua dicegat oleh beberapa orang yang yang berpenampilan layaknya anak jalanan.
Anak-anak jalanan itu hendak meminta uang pada Vina dan Luna.
"Hai gadis-gadis wilayah ini milik kami, Jika kalian ingin menyanyi lagi maka kalian harus membayar biaya sewa di sini", ucap salah seorang dari mereka sambil mengulurkan tangannya.
Luna merasa ketakutan sehingga bersembunyi di belakang Vina namun Vina tetap tidak menyerahkan uangnya.
"udahlah Vin beri aja berapa yang mereka mau", ucap Luna menggigil ketakutan.
" Nggak akan! gua nggak mau nyerahin hasil kerja keras kita ke mereka yang cuma bisa meminta minta", ucap Vina kesal.
" Eh ada apa nih kok kalian berantem?", tanya Bu Lin.
" Bu Kok bisa ada preman sih di sini?", tanya Vina pada Bu Lin.
" Oh mereka ini emang orang di sini yang tugasnya jagain Cafe Ibu kalau lagi ada yang rusuh", ucap Bu Lin menjelaskan.
" Lah terus kenapa mereka gangguin kita?", tanya Vina lagi.
" Maaf kami enggak tahu kalau kalian penyanyi baru di sini, maafkan kami ya", ucap salah satu preman tersebut sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Iya deh nggak papa", ucap Luna yang rasa takutnya sudah hilang namun Vina tetap mengacuhkan mereka.
----------------------------------
Mungkin Novel ini bisa mewakili perasaan kalian yang mengalami apa yang dialami Vina dan karakter karakter lainnya.
Dan novel ini tidak bertujuan untuk memamerkan kekerasan maupun perilaku yang tidak baik:).
Dan bagi kalian yang membaca novel ini jadilah seperti Vina yang selalu kuat mengahadapi segala cobaan yang menimpanya.
Silahkan Like dan Vote seikhlasnya ga ada paksaan kok:)
Vote 10 poin atau 10 koin juga gak papa kok:)
TETAP SEMANGAT UNTUK TERUS HIDUP!!