SMILE??

SMILE??
LULUS?



Maaf yah kalo Gua jarang Upload😅


----------------------------------


HARI PENENTUAN KELULUSAN.....


"Fir gue takut banget, Gimana kalau seandainya gua nggak lulus gara-gara masalah ini, apa yang harus gue bilang ke orang tua gua?", ucap Vina yang cemas dari tadi.


"gawat banget sih kalau gitu, lu berdoa aja deh Semoga lo nggak dinyatakan bersalah dan supaya lo lulus", ucap Fira yang juga ikutan khawatir.


Tiba-tiba Luna datang dan langsung berteriak-teriak kearah Fina dan Vira.


"Gawat banget Vin gawat", teriak Luna yang tidak bisa diam.


"Ada apa? Ada apa? tenang dulu, sini cerita ada apa?", ucap Fira menenangkan.


"Gua tadi bantuin guru-guru buat angkat berkas-berkas gitu, dan salah satu kertas jatuh, saat gue liat di situ ada nama Vina", ucap Luna menjelaskan.


" Emang ada apa di kertas itu?", tanya Vina.


"ternyata kertas-kertas yang gua bawa itu adalah nilai semua murid selama SMA Vin, dan di kertas nilai lo, lo dinyatakan gak lulus", ucap Luna yang raut wajahnya kini sedih.


"Apa? Kok bisa nggak lulus sih?", tanya Fira.


"Gua nggak tahu juga Fir mungkin itu udah keputusan semua guru", jawab Luna.


Vina kini merasa hancur, dia tidak tahu lagi harus berkata apa-apa. Mungkin dia harus mengulang kehidupan sma-nya lagi, namun yang lebih ditakutkan Vina adalah Apakah ibunya akan membencinya?


Tiba-tiba lonceng berbunyi, yang menandakan semua murid harus berbaris di lapangan untuk mengetahui pengumuman tentang nama nama murid yang lulus maupun yang tidak lulus.


Sebagian dari mereka juga penasaran Apakah Vina akan lulus atau tidak. karena banyak dari mereka yang meyakini Kalau Vina tidak akan lulus.


Salah seorang guru pun mulai naik ke atas podium dengan membawa beberapa kertas.


Guru tersebut berpidato singkat dan mulai membacakan nama-nama yang ada di kertas itu. Hingga sampai pada kelas Vina, guru tersebut menyatakan bahwa Vina tidak lulus. Seketika semua murid-murid yang baris di lapangan tersebut menyoraki Vina.


Vina pun mulai sedih sedikit air mata mulai keluar dari matanya namun dia menahan nya. Tangannya kini gemetar dia berharap ada suatu keajaiban yang datang.


Guru tersebut pun selesai dan turun karena dia dipanggil oleh kepala sekolah, dan sekarang kepala sekolah naik ke atas podium sambil membawa kertas yang dibawa guru tadi dengan tergesa gesa.


"Maaf ya anak-anak di pengumuman tadi ada sedikit kesalahan dan murid yang bernama Vina saya panggil kemari", ucap Pak Rudi. Vina pun tersentak dan berjalan menuju kearah podium tersebut.


Sesampainya di podium, Pak Rudi seperti membisikkan sesuatu kepada Vina yang membuat ekspresi wajah Vina terlihat begitu terkejut.


Pak Rudi dan Vina pergi dari podium tersebut menuju ke ruang guru. Di ruang guru sudah banyak guru-guru yang duduk di tempat mereka masing-masing. Vina duduk disalah satu kursi yang kosong.


SAAT ISTIRAHAT.....


"Vin! itu gimana ceritanya lu bisa lulus bahkan dapat smartphone lagi?", tanya Fira yang begitu exited untuk mendengar penjelasan Vina tapi Vina tidak mendengarkannya dan malah fokus ke kotak smartphone yang ia pegang.


"Woy VIIIN", teriak Fira.


"Paan sih lo ganggu momen terhura aja", ucap Luna menarik baju Fira dan mengelap air matanya.


"Lah si Vina yang lulus si Vina yang dapet smartphone kok malah lo yang terhura? dan juga lo yang apaan! kok seenak jidatnya aja bikin baju gua jadi tempat pelampiasan lo, malah lo belum cuci muka lagi", ucap Fira sambil membersihkan bajunya.


"Ih lo kok gitu, kamu jahat mas! jangan sentuh aku! aku jijik", ucap Luna sambil sedikit menjauh dari Fira.


"Drama banget lo kayak di sinetron! lagian siapa yang mau sentuh sentuh lo! jijik tau gak, lagian gua bukan mas mas! gua tuh ciwi paling cakep sedunia", ucap Fira membanggakan dirinya.


"Gua tuh terhura karena Vina bisa lulus Fir... dan lo tuh bukan ciwi paling cakep sedunia tapi ciwi paling narsis sedunia padahal mukanya mirip gorila, wlek", ucap Luna sambil mengejek Fira dan berlari menjauhinya.


"Enak aja mulut lo ngomong gitu, dasar air mata buaya!!", ucap Fira yang langsung berlari mengejar Luna.


Vina kini sangat senang, ia ingin cepat pulang dan menemui ibunya lalu memeluknya. Vina tak menyangka bahwa dirinya bisa mendapatkan hadiah ini, padahal sebelumnya dia sangat ingin menangis karena takut ibunya akan membencinya. Namun sekarang Vina ingin menangis dipelukan ibunya dan memberitahukan semua kebahagiaannya.


"Yaudah duduk aja dulu", ucap Vina.


"Lo masih hutang penjelasan ke gua, sekarang lo ceritain dong", ucap Fira yang langsung duduk di kursinya.


"Yaudah deh... jadi begini nih...",


--- FLASHBACK \= ON ---


Vina duduk disalah satu kursi yang kosong dengan perasaan yang teramat gemetar.


"Oke semuanya, kali ini saya selaku kepala sekolah ingin menjelaskan beberapa hal mengenai ketua osis kita Vina", ucap Pak Rudi memulai percakapan.


Semua guru pun mulai Fokus menghadap ke arah Pak Rudi.


"Tentang kesalahan contek mencontek yang dilakukan oleh Vina itu saya tidak benarkan, dikarenakan saya telah menyelidiki pulpen yang merupakan bukti di kelas Vina, jadi setelah saya amati... ternyata tulisan yang ada di pulpen ini sedikit berbeda dari tulisan Vina dan saya juga telah mengecek sidik jarinya, bahwa tidak ada terdapat satu pun sidik jari Vina di pulpen ini", ucap Pak Rudi menjelaskan.


"Jadi saya tegaskan bahwa Semua nilai ujian maupun tugas yang dikerjakan oleh Vina itu direvisi kembali, dan Vina saya nyatakan LULUS. Adapun satu berita lagi yaitu setelah saya baca kembali berkas berkas sekolah, di tahun angkatan Vina inilah sekolah kita banyak berkembang dan memiliki kemajuan yang lebih besar dibandingkan angkatan angkatan sebelumnya. OLEH KARENA ITU VINA SAYA ANUGRAHI SEBAGAI SISWA YANG PALING TELADAN DALAM SEJARAH SMA KITA!!", ucap Pak Rudi menegaskan.


Semua guru dan para staff yang berada di ruangan itu memberikan tepuk tangan yang meriah untuk Vina.


Vina tak bisa lagi membendung air matanya, kini ia menangis sambil membekap mulutnya dengan tangannya.


Beberapa guru perempuan pun datang dan langsung memeluk juga menghapus air mata Vina.


Pak Rudi pun mengajak Vina untuk kembali ke Podium dan menjelaskan semua kesalah pahaman yang terjadi pada Vina kepada siswa lain dan menyatakan bahwa Vina juga ikut Lulus dan berhak mendapat sebuah hadiah berupa smartphone.


--- FLASHBACK \= OFF ---


"Gitu deh...", ucap Vina setelah menjelaskan panjang lebar.


"Ouuuuh aku paham aku paham", Fira mengangguk angguk mengerti.


"Tapi ada yang janggal deh, kan lo udah bersih nih gak bersalah, trus siapa yang jebak lo?", tanya Fira.


"Nah itu yang gua gak tau, mungkin ada orang yang benci sama gua... tapi gua ga pernah buat jahat kok. Kecuali mukul preman sih", jelas Vina.


"Mungkin lo ga sengaja meninggung seseorang sehingga buat dia jadi benci sama lo", Fira memberikan pendapatnya.


"Kesel juga gua mikirinnya", ucap Vira.


"Yaudah ga usah lo pikirin sih lagian ini tuh masa masa kelulusan kita, besok dihari pemberian ijazah gua bakalan make up yang cantik trus foto foto bareng deh", ucap Fira sambil kegirangan.


"Tapi kalo senang senang sih lebih Fun saat kita jalan jalan perpisahan nanti", Vina mengeluarkan senyumnya.


"BTW sini lo gua ajarin cara main Smartphone, lo kan belum pernah pake Smartphone sebelumnya", ucap Fira yang langsung mengambil Smartphone Vina.


"Lo pikir gua makhluk primitif apa? gua udah pernah punya Smartphone dulu saat SMP, tapi udah dijual", jelas Vina.


"Yakan gua gatau, soalnya kan lo ga pernah up to date, hehe", Fira tertawa kecil.


----------------------------------


Mungkin Novel ini bisa mewakili perasaan kalian yang mengalami apa yang dialami Vina dan karakter karakter lainnya.


Dan novel ini tidak bertujuan untuk memamerkan kekerasan maupun perilaku yang tidak baik:).


Dan bagi kalian yang membaca novel ini jadilah seperti Vina yang selalu kuat mengahadapi segala cobaan yang menimpanya.


Silahkan Like dan Vote seikhlasnya ga ada paksaan kok:)


Vote 10 poin atau 10 koin juga gak papa kok:)


TETAP SEMANGAT UNTUK TERUS HIDUP!!