SMILE??

SMILE??
KONFLIK NILAI



" Vina.....",teriak seseorang dari dalam ruangan kelas.


"Iya... bentar mau sarapan dulu",teriak Vina.


3 menit kemudian....


"Kenapa de? kok lo manggil manggil gua tadi?", tanya Vina.


"Lo belum tau apa? nanti kita bakalan ujian MTK Vin.....",teriak Dea sambil panik.


"Ouh... gua udah tau kok dari semalam", jawab Vina santai.


"loh kok elo gak ngasih tau gua?",


"Semalam pas pulang gua mau kasih tau lo, tapi elonya aja yang tuli dan malah dengerin loncengnya tukang eskrim",kata vina memberi penjelasan sambil meledek Dea.


"ih lo kan tau gua suka banget es krim di depan, kan jarang banget tuh jualannya",rengek Dea.


"Yaudah sekarang lo mau gimana sama nih ujian?",tanya Vina sambil bersabar dengan tingkah laku teman semejanya ini.


"nanti lo kasih tau gua ya kalo ada pertanyaan yang ga bisa gua jawab",kata Dea sambil memohon.


"Heh Vin, awas aja kalo elo ngasih tau Dea jawabannya gua bakalan laporin lo ke guru pengawas",ancam Nazla.


"ih sirik aja lo muka oli",kata Dea sambil meledek Nazla.


"ih dari pada lo yang ga bisa ngerjain ujian sendiri trus malah nyontek sama Vina dan masih bangga banggain diri lo ke bunda lo. Hilih, nyontek aja bangga dasar anak mami",gantian Nazla meledek Dea.


"Eeeeeh udah udah jangan berantem", ucap Vina sambil melerai Dea dan Nazla.


"Humph!",Nazla mendengus sambil berlalu meninggalkan Dea dan Vina.


"Songong amat tuh anak!! benci banget gua sama dia",ucap Dea sambil marah marah.


"Ihh udah ah ga usah marah lagi, mendingan kamu lanjut belajar aja sana", kata Vina mencoba meredakan emosi Dea.


"Tapi kalo nanti ada soal yang gua ga tau jawabannya lo kasih tau gua ya?",kata dea.


"Iya iya gua bakalan kasih tau lo kok",ucap Vina sambil mengeluarkan senyum manisnya.


"Huaaa lo emang sahabat terbaik gua Vin", kata Dea sambil memperaktekkan wajah sedih.


10 menit kemudian.....


"Eh guru pengawas udah dateng tuh ayo semuanya duduk!!",kata Nazla sambil berteriak.


"Anak anak, seperti yang sudah diberitahu kepada kalian, hari ini kita akan melaksanakan ujian matematika jadi diharapkan tidak ada kecurangan dalam ujian kali ini", ucap guru tersebut.


"Eh Don elu udah siapin contekan belum?", tanya Riski.


"Udah dong, nih", ucap Doni sambil memperlihatkan kertas contekannya .


" oke bagus nanti kasih gua liat yah?", ucap Riski


" Siap bro",uap Doni mantap.


SETELAH SELESAI UJIAN...


"Oke anak anak setelah ibu nilai, ibu akan membagikan hasil ujian kalian dan tentunya ibu akan umumkan 3 nilai tertinggi diantara kalian", ucap guru tersebut dengan lantang.


"loh kok tiga? biasanya kan cuma satu dan itu juga udah pasti elo? apa jangan jangan gua yang kedua? tapi kan tadi gua salah jawab yang nomor lima",ucap Dea pada Vina.


" kagak tau gua,apa gurunya salah liat yah? atau mungkin emang gua yang udah gak pinter lagi, Hehe", ucap Vina sambil tertawa kecil.


"Baiklah seperti biasanya ,nilai pertama yang paling tinggi didapatkan oleh...Vina dan yang kedua ialah...Doni dan yang ketiga ialah Riski, mereka bertiga mendapatkan nilai yang sama yaitu 100",ucap guru itu dengan lantang.


"Loh kok Riski sama Doni sih? kan biasanya nilai mereka yang paling rendah? lah kok bisa dapet nilai 100?", ucap Dea keheranan.


"Mungkin mereka udah kali dari semalem", ucap Vina meyakinkan.


"Ouh gitu yah?", Ucap Dea yang sudah yakin.


KEESOKAN HARINYA.....


"Buk maafkan kita yang udah berbuat curang saat ujian semalam", ucap Doni dan Riski serentak sambil menunduk dihadapan guru tersebut.


"Baguslah kalau kalian mengaku !! dan sebagai hukumannya push up 100× dan lari keliling lapangan 10 ×, cepat laksanakan!!", ucap guru tersebut setengah membentak.


"Udah gua duga gak mungkin mereka bisa dapet nilai 100 semudah itu",ucap Dea pada Vina.


FLASHBACK ON.....


Saat pulang sekolah...


"Heh kalian!!",Teriak Vina.


"Don,si Vina manggil tuh. kira kira mau ngapain yak?",tanya Riski pada Doni.


" Ada apa Vin?", tanya Doni.


" Eum ,tadi cincinku hilang di gudang dan belum ketemu sampai sekarang. Kalian bisa bantu cariin gak?", Tanya Vina sambil menunjukkan senyum manisnya yang langsung membuat Doni dan Riski terlena.


"Loh kok gak dibilang dari tadi? yuk Don", ajak Riski.


SESAMPAINYA DI GUDANG.....


Riski dan Doni masuk ke gudang disusul oleh Vina yang langsung mengunci pintu gudang tersebut.


"Loh kok dikunci Vin?",Tanya Doni.


" Biar lebih leluasa aja nyari nya",ucap Vina sambil mengeluarkan senyumnya untuk menggoda Riski dan Doni.


Sekarang Riski dan doni sudah duduk dilantai gudang tersebut.


"Lo mau ngapain Vin? sini istirahat dulu", ucap Riski bingung melihat Vina yang memainkan seutas tali yang panjang dari tadi.


"Gua cuma mau ikat kalian pake tali ini kok,santai aja lah",kata vina yang masih menunjukkan senyumnya lalu perlahan mengikat Doni dan Riski.


"Nah sekarang kalian bilang cara kalian dapetin nilai 100 di ujian tadi",ucap Vina yang kini sudah mengeluarkan senyum jahatnya.


" Yah kita belajar lah",kata Doni


"Iya kita belajar kok dari semalam", ucap Riski menimpali.


" Ouh belajar yah?",Tanya Vina sambil menendang kepala Doni


" ih lo kok tendang tendang kepala orang sembarangan sih? gua laporin lo ke guru yah?", ancam Riski


"Ouh, lo mau juga?",ucap Vina yang kini menendang Riski sampai tersungkur ke dinding.


" gua bakalan tanya sekali lagi gimana cara kalian dapet nilai 100 saat ujian?",Tanya Vina yang kini sudah memegang sebuah pulpen.


"Iya iya kita jujur, kalo kita itu nyontek tapi plis jangan tendang kita lagi", ucap Doni yang sudah menangis memohon pada Vina.


"oke makasih udah jujur",ucap Vina yang mulai mendekat ke Doni dan menusuk telapak tangan Doni menggunakan pulpen yang dipegangnya tadi.


"Akhhhhh.....",teriak Doni.


"Besok kalian harus jujur ke guru tentang nilai kalian dan jangan bilang tentang kejadian hari ini",Bisik Vina di telinga Doni sambil menarik pulpen yang menancap di telapak tangannya.


"Dan kelihatannya temanku Riski merasa tidak adil kalau cuma tangan Doni yang ditusuk", ucap Vina mendekati Riski dan menusuk telapak tangannya menggunakan pulpen juga.


"AKHH..........",teriak Riski kesakitan.


Vina lalu menarik pulpen tersebut dan pergi membuka kunci pintu gudang tersebut.


"tunggu, kenapa elo bertindak sejauh ini cuma karena nilai?",Tanya Doni yang masih kesakitan pada Vina.


"Kenapa? karena aku benci sederajat dengan kalian para laki laki ******** yang hanya tau berbuat jahat.",ucap Vina sambil berlalu meninggalkan Doni dan Riski di gudang tersebut.


FLASHBACK OFF.....


----------------------------------


Mungkin Novel ini bisa mewakili perasaan kalian yang mengalami apa yang dialami Vina.


Dan novel ini tidak bertujuan untuk memamerkan kekerasan maupun perilaku yang tidak baik:).


Dan bagi kalian yang membaca novel ini jadilah seperti Vina yang selalu kuat mengahadapi segala cobaan yang menimpanya.


Silahkan Like dan Vote seikhlasnya ga ada paksaan kok:)


Vote 10 poin atau 10 koin juga gak papa kok:)


TETAP SEMANGAT UNTUK TERUS HIDUP!!