SMILE??

SMILE??
CURHATAN SEORANG PENCURI



"VINAAA...!!",teriak Dea.


"ada apa?",tanya Vina.


"Lo masih ingat kan sama kerja kelompok kita hari itu?",tanya Dea.


"iya gua masih ingat. Emang ada apa?", tanya Vina.


"Gua baru sadar Vin, kalo duit gua itu masih ada kembaliannya, tapi belum dibalikin sama anak yang dikelas seberang. Gimana dong? bantuin gua yah minta ke dia",Dea memohon pada Vina.


"Yaudah deh gua bantuin lo",jawab Vina.


SESAMPAINYA DI KELAS SEBERANG.....


"Eh namanya siapa yak?",tanya Vina.


"Kagak tau gua, kan kemarin tuh kita kelompoknya 2 orang dari masing masing kelas",jawab Dea.


"Nah kan ada 2 tuh, 1 lagi namanya siapa?",tanya Vina.


"Eum... kalo gak salah namanya Luna. Soalnya gua sempat ngomong sebentar sih sama dia",jawab Dea.


"Eh permisi numpang tanya, siswa yang namanya Luna mana yak?",tanya Vina pada salah satu murid kelas itu.


"Oh Luna yang itu, yang duduk paling ujung. Masuk aja kedalam, tapi jangan cari masalah ya", jawab murid tersebut dengan ramah.


"Enggak kok, kita cuma ada sedikit urusan sama dia",Dea memberi penjelasan.


Vina dan Dea pun masuk ke dalam kelas tersebut untuk menemui murid yang bernama Luna.


"Eum...nama kamu Luna yah?", tanya Vina.


"Eh iya nama aku Luna, ada perlu apa yah?",tanya Luna.


"Gua mau tau siapa 1 temen lo yang datang pas kerja kelompok hari itu",Jelas Dea.


"Ouh maksud kalian Dira? dia barusan aja keluar",jawab Luna.


"Apa mungkin yang tadi yak?",tanya Vina pada Dea.


"Mungkin aja Vin",ucap Dea.


"Yaudah kita pamit yah, makasih infonya", Vina berterima kasih pada Luna.


SAAT DILUAR KELAS TERSEBUT...


Dea bertabrakan dengan dira yang terburu buru masuk ke dalam kelas tersebut. Vina dan Dea pun kembali masuk lagi ke kelas tersebut dan menghampiri Dira yang langsung berbicara pada Luna.


"Eh elo yang namanya Dira kan?", Tanya Vina namun Dira langsung melarikan diri dari hadapan Vina dan Dea.


"Eum dia kenapa ya Lun?",tanya Dea pada Luna.


"Eh...tadi dia tiba tiba lari kesini trus bilang ke aku kalo seharian ini dia dituduh mencuri, mungkin dia lari dari kalian karena takut dituduh juga.",jawab Luna dengan senyum yang seperti dipaksakan.


"Emang sih urusan aku ke dia itu masalah tentang Uang, tapi aku gak menuduh dia pencuri kok, mungkin dia lupa ngasih uangnya ke aku",Ucap Dea.


"Emm...gimana kalo kita nyusul dia aja", Vina memberikan ide pada Dea dan Luna.


"Kayaknya gua gak bisa ikutan deh, soalnya nanti gua ada urusan gitu sama.....guru olahraga, maaf yah gak bisa ikutan",Luna mengeluarkan senyum kikuk.


"Ouh yaudah deh, yuk kita cari dira",ajak Dea.


Akhirnya pun Vina dan Dea menemukan tempat bersembunyi Dira yaitu didalam toilet setelah Vina bertanya pada salah satu adik kelas yang baru keluar dari toilet tersebut.


"Diraaaa...",panggil Vina.


"Pergi kalian!! aku bukan pencuri, bukan aku yang mencuri barang barang kalian!! bukan aku!",Ucap Dira setengah berteriak pada Vina dan Dea sambil terisak.


"Tenang aja kok, kami gak nuduh kamu sebagai pencuri, kami cuma ada sedikit urusan sama kamu, keluar yah?",ucap Dea perlahan.


"ENGGAK, kalo kamu gak nuduh aku pencuri kenapa kamu bawa Vina? Dia ketua osis, dia bakalan laporin aku ke guru trus nanti aku bakalan dikeluarin dari sekolah, AKU GAK MAU KELUAR!!",bentak Dira.


"Enggak kok, gua gak akan laporin lu, kecuali kalo elo emang bener bener pencuri dan hukumannya gak akan sampe keluar sekolah kok, bahkan gua belum liat kalo elo mencuri apa pun, jadi lo harus percaya sama gua",Vina menjelaskan semuanya pada Dira.


"Enggak lo bohong!!",teriak Dira.


Pintu Toilet itu sedikit terbuka namun Dira hanya mengintip sedikit.


"Ayo keluar aja, gak papa kok",ucap Dea.


Dira pun keluar dari toilet tersebut, namun betapa terkejutnya Vina dan Dea ketika melihat wajah Dira yang penuh dengan luka lebam di wajahnya.


"Lo kenapa Dir?",tanya Vina yang langsung menghampiri Dira.


"Tadi pagi saat dikantin gua dituduh mencuri Hp salah satu murid disitu, tapi gua gak melakukan apa pun...gua udah coba jelasin ke dia kalo gua gak ada ngambil Hp dia...tapi dia bilang kalo dia liat gua ngambil Hp itu...dan tadi pas aku keluar kelas juga makin banyak yang nuduh aku mencuri uang dan barang barang mereka, bahkan aku dipukuli atas sesuatu yang gak aku perbuat...",Ucap Dira sambil menangis.


"Loh kok bisa gitu?? berarti ada seseorang yang menucuri barang barang mereka dan kesalahannya malah dilempar ke elo",ucap Vina pada Dira.


"Eh...tapi soal uang kembalian gua saat kerja kelompok itu mana?emmm...gua gak nuduh elo maling kok",ucap Dea mulai membicarakan tentang uang kembaliannya.


"Nah masalahnya udah dimulai dari hari itu... gua udah berniat balikin uang lo hari itu...dan uang kembalian lo udah gua taruh di dompet dan didalam tas gua... gua hari itu pergi ke toilet bentar... saat pulang gua mau balikin uang itu... tapi pas gua liat dompet maupun tas gua kagak ada uang sedikit pun. Bahkan hari itu gua pulang kerumah harus jalan kaki karena gua ga punya uang",Dira menjelaskan kejadian sebenarnya sambil menangis.


"Lah terus gimana dong uang gua?",tanya Dea


"Yaudah kita cari aja yuk",ucap Vina yang hendak pergi namun ditahan oleh Dea.


"Lo gimana sih? nih anak orang mau diapain?",tanya Dea.


"Oh iya gua lupa, gimana kalo elo antar dira ke UKS sedangkan gua akan mencari dalang dari semua masalah ini", Vina menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Yaudah deh, tapi kalo elo udah dapet dalangnya nanti sekalian minta balik uang gua yah", ucap Dea.


"Wokeh",ucap Vina sambil berlalu pergi.


"Tadi Dira bilang dia dituduh di kantin. mulai cek dari sana aja lah", ucap Vina dalam hati.


DI KANTIN......


"Emm...permisi numpang tanya. Apa benar tadi di kantin ini ada yang kehilangan Hp?",tanya Vina pada sekelompok gadis gadis yang berkumpul sambil makan .


"Ada kak, kejadiannya tadi pagi dan korbannya itu sekretaris kakak yaitu kak Fira. Soalnya aku disuruh beli nasi bungkus di kantin ini sama guru olahraga",ucap salah seorang dari mereka.


"Bisa ceritakan detil kejadiannya gak?", tanya Vina.


"Tadi pagi...kak Fira datang ke kantin trus teriak dan nuduh seorang kakak bernama Dira. Kak Fira bilang kalo kak Dira ini udah mencuri Hp nya, tapi kak Dira gak ngaku dan bilang kalo dia bukan pencurinya. Tapi kak Fira bilang kalo dia udah liat sendiri kak Dira ini mencuri Hp nya. Kak Dira gak ngaku lagi dan ninggalin kak Fira.", jelas gadis itu.


"Oke makasih yah infonya",Vina tersenyum pada mereka.


"Kalo gitu sekarang gua harus tanya sama Fira nih", ucap Vina dalam hati.


DI KELAS FIRA.....


Di kelas itu sudah tampak Fira menangis sesegukan dikelilingi oleh teman temannya.


"Fira...gua mau ngomong sesuatu sama lo",Vina mendatangi Fira.


"Lo mau bilang apa? kalo gak penting gak usah deh. Gua lagi sedih sama Hp gua",ucap Fira yang masih menangis.


"Eum...kalian bisa keluar dulu gak? aku mau ngomong empat mata dulu sama Fira",Ucap Vina pada teman teman Fira.


Dan sekarang tinggal Vina dan Fira yang berada di dalam kelas tersebut.


"Gua mau bahas soal Hp lo",ucap Vina pada intinya.


"Akkkh!!!",teriak Fira.


----------------------------------


Mungkin Novel ini bisa mewakili perasaan kalian yang mengalami apa yang dialami Vina dan karakter karakter lainnya.


Dan novel ini tidak bertujuan untuk memamerkan kekerasan maupun perilaku yang tidak baik:).


Dan bagi kalian yang membaca novel ini jadilah seperti Vina yang selalu kuat mengahadapi segala cobaan yang menimpanya.


Silahkan Like dan Vote seikhlasnya ga ada paksaan kok:)


Vote 10 poin atau 10 koin juga gak papa kok:)


TETAP SEMANGAT UNTUK TERUS HIDUP!!