SMILE??

SMILE??
KAMPUS (Part 2)



"Eh Fira? lo kok ada disini?", tanya Vina.


"Lo juga ngapain Di Sini? gua mah mau daftar kuliah", jawab Fira.


" lah gue juga, kok lu nggak pernah bilang sih lo mau kuliah di sini?", tanya Vina.


"Lo gak nanya, lagi ngapain berhenti di sini? lu udah bayar administrasi kan?", tanya Fira.


"Udahlah, gue berhenti di sini gara-gara ini nih si kunyuk nyalahin gua mulu dari tadi Malah banding-bandingin baju lagi", jelas Vina


"Bandingin baju gimana?", tanya Fira penasaran.


"Dia bilang Kalau bajunya tuh nggak pernah dicuci, Sedangkan gue selalu dicuci, jadi katanya gue tuh orang miskin, dan katanya pembantunya tuh nyuci pake celana jeans. Emang ada?", tanya Vina.


"Pfft, bwahahahaha. Gua ngakak bet Vin, lo siapa sih?", tanya Fira pada wanita tersebut sambil masih memegang perutnya karena tertawa.


"Gua? gua tuh orang paling kaya di kampus ini. Jadi kalian jangan macam macam sama gua, gua bisa dengan gampang ngeluarin kalian dari sini", ucap wanita itu dengan angkuh.


"Yaelah gua juga bisa kali keluar kampus sendiri gak usah pake bantuan lo", ucap Vina dengan entengnya.


"Yaudah cepetan sana urusin surat keluar lo", wanita itu mengusir Vina.


"Lo beneran mau keluar kampus Vin? kan lo baru daftar hari ini? lo juga udah bayar administrasi", tanya Fira.


"Ih kalian gak percaya banget gua bisa keluar kampus, lagian ngapain coba pake surat suratan segala? kalo gak percaya sini ikutin gua biar keluar dari kampus", ucap Vina dengan percaya diri.


"Humph, selamat tinggal", ucap wanita itu sambil mengikuti Vina.


"Liat? gua udah keluar kampus kan?", ucap Vina sedikit membentak.


Baik Fira maupun Wanita itu menganga tekejut melihat Vina.


"Napa sih? kayak gua matahin hati kalian aja?", tanya Vina.


"Sahabat gua emang pintar dah", Fira langsung menghampiri Vina dan merangkulnya masuk ke dalam kampus.


"Woy keluar kampus bukan gitu juga kali! masa lo cuma langkahin kaki keluar gerbang terus lo bilang udah keluar kampus gitu?", tanya wanita itu dengan kecewa.


"Lah jadi mau disebut apa? kan ga mungkin gua bilang keluar kebon binatang? aneh aneh aja lu, dasar orang kaya! mungkin itu efek baju lo kali, kagak pernah dicuci sampe bauk kan lo jadi berhalusinasi. Dah ah pergi yuk Fir! kita harus menjauh dari orang bauk, ntar halusinasinya ketularan ke kita", Vina juga balik merangkul Fira dan masuk ke dalam kampus.


"Dia sebenarnya juga kurang minum dan makan Vin, lo gak liat apa mukanya keputihan sampe pucat gitu? kan gua pikir tadi mayat hidup loh", Fira mengobrol dengan Vina sambil meninggalkan wanita itu.


"Kalo penjaga kuburan liat dia pasti salah sangka, mungkin bakalan dikuburin hidup hidup lagi", balas Vina.


"KALIAN LIHAT AJA!! GUA BAKALAN BALAS PERBUATAN KALIAN", teriak wanita tersebut.


Vina pun berbalik menghadap ke arah wanita itu.


"GAMPANG KOK CARA BALASNYA! LO CUMA HARUS KELUAR GERBANG DAN CUCI BAJU LO! DAN JANGAN LUPA MAKAN YAK? NANTI PENJAGA KUBURAN BAKALAN SALAH SANGKA", teriak Vina juga pada wanita tersebut.


Semua mahasiswa yang lewat menertawakan wanita tersebut karena ucapan Vina.


"Huuuuh, awas aja kalian! gak lama lagi kalian bakalan berlutut dihadapanku!", ucap Wanita tersebut sambil menelpon seseorang.


●●●


"Keliling kampus ini yuk Vin!", ajak Fira.


"Gua mau melakukan hal itu dari tadi, tapi gara gara tuh makhluk malah tertunda deh humph", ucap Vina sambil membuang nafasnya dengan kasar.


"Yaudah sekarang ga ada penghalang lagi, lo mau kemana?", tanya Fira.


"Gua laper abis ngurusin tuh makhluk, ke kantin aja yuk! cukup deket dari tempat kita", ajak Vina.


DI KANTIN.....


"Lo mau pesan apa Vin?", tanya Fira sambil melihat menu yang ada.


"Ini kantin atau restoran sih? mahal bener makanannya, dompet gua nangis melihat ini, yaudah deh pesen kue aja nih yang namanya red velvet cake", ucap Vina sambil menunjukkan pesanannya.


"Gua kira lo bakalan milih buat ga makan", sangka Fira.


"Alasan gua adalah, pertama! gua ga mau mati kelaparan, kedua! malu maluin datang kesini cuma buat liat menu, ini beda ama ke toko baju cuma liat liat, kalo gitu mah gua sering", jelas Vina.


"Hidupmu terlalu menyedihkan sahabatku", Fira menepuk nepuk bahu Vina yang dibalas anggukan.


"Yah enggak lah, itu dibuat tadi pagi trus disimpan di freezer dulu Vin... ", ucap Fira meyakinkan.


"Ouh... eh itu ada apa ribut ribut yak?", tanya Vina sambil menunjuk ke arah pintu masuk kantin.


"Mungkin ada yang ga bayar utang kali", ucap Fira asal.


Tiba tiba sekelompok preman yang tadi ribut di pintu masuk kini menghampiri Fira dan Vina.


"Ini mereka yak?", ucap salah seorang preman yang botak sambil melihat ke arah ponselnya.


"Iya bos ini mereka! wajahnya sama persis kayak yang dikirim nona", ucap preman lain yang bertubuh kurus.


BRUK!!


"JADI KALIAN YANG SUDAH MEMBUAT NONA KAMI KESAL! AYO CEPAT IKUT KAMI BERLUTUT DAN MINTA MAAF PADANYA", teriak preman botak tadi sambil menghancurkan meja diantara Fira dan Vina.


Fira terlihat sangat ketakutan ketika dia dan Vina ditarik oleh beberapa preman dengan paksa. Mereka berdua di bawa ke lapangan sepi di kampus tersebut untuk menghadap kepada Nona mereka.


Di lapangan tersebut terlihat wanita tadi sedang duduk ditemani oleh dua pengawal disisinya.


"Kerja bagus... sekarang buat mereka berlutut di hadapanku dan meminta maaf padaku", perintah wanita itu dengan angkuh pada preman preman tersebut.


Fira dan Vina dipaksa berlutut di hadapan wanita itu.


"Aku tidak akan minta maaf padamu", ucap Fira yang langsung mendapat tonjokan dari preman di belakangnya.


"Semua orang harus tunduk padaku! kalian bukan apa apa dibandingkan dengan diriku! kalian hanya sekumpulan sampah yang menunggu di beri makan olehku iya kan? jika kalian ingin pengampunan dariku maka bersujudlah di kakiku", Wanita tersebut makin membangga banggakan dirinya dihadapan Fira dan Vina.


"Kau hanyalah *******", ucap Fira namun langsung ditampar oleh wanita itu.


"Sekarang kalian bisa memuaskan hasrat kalian padanya setelah itu gunting gunting rambutnya dan buat wajahnya sampai tidak bisa dikenali oleh orang-orang lagi", perintah wanita itu pada preman premannya.


"JANGAN!! MENJAUHLAH DARIKU! KALIAN AKAN MENYESAL!!", teriak Fira sambil menangis karena preman tersebut terus mendekat ke arahnya.


CUKUP!!


"KALIAN SUDAH CUKUP MEMUAKKAN!!", teriak Vina yang langsung memukul para preman tersebut tanpa ampun.


"Tangan mana yang kau gunakan untuk memukul kue ku! dan tangan mana yang kau gunakan untuk memukul SAHABATKU ?!", teriak Vina pada preman botak tadi yang kedua tangannya langsung dipatahkan oleh Vina.


"Sekarang giliranmu, Mulutmu kelihatannya sudah lelah memerintah orang-orang! Tanganmu kelihatannya sudah terlalu sakit menampar sahabatku!! dan lagi kelihatannya kau merasa tinggi di langit tapi sebenarnya kau tak lebih dari seonggok TANAH!!", Vina menampar wanita itu berkali kali dan mendorongnya ke tanah.


"Berani sekali Kau! Kau tidak akan kubiarkan hidup tenang selama hidupmu", ucap Wanita tersebut yang kini sudah tersungkur ditanah.


"Aku lebih memilih hidup tidak tenang dibandingkan harus hidup satu dunia bersamamu", Vina menampar wanita itu untuk yang terakhir kalinya dan meninggalkannya bersama preman dan pengawal yang kini telah pingsan.


Vina membawa Fira yang masih ketakutan untuk keluar dari kampus tersebut.


" Makasih banyak ya Vin lu udah nyelamatin gua", ucap Fira yang masih sesenggukan sehabis menangis.


" Iya enggak apa-apa kok, lo sahabat gua Wajar juga kalo gua menjaga lo. Udah ah ga usah sedih! besok kita kan rayain upacara kelulusan di sekolah, lo harus senang dong", Vina mengenggam erat tangan Fira. Fira tersenyum lembut kearah Vina.


"Lo gak mau gua antarin pulang aja? udah sore loh?", tawar Fira.


"Gak usah, bentar lagi ada bus lewat kok. Lagian rumah kita beda arah", tolak Vina.


"NONA MUDA? KAMU KENAPA? KENAPA WAJAHNYA LEBAM BEGINI? Maafkan keterlambatan saya yang tidak bisa menjaga nona", ucap pengawal Fira yang berusan datang.


" Nggak apa-apa kok pak, Vina nyelamatin saya, Ayo kita pulang! ada yang harus aku bilang sama ayah", ucap Fira yang melangkah masuk ke dalam mobilnya.


"Terima kasih nona Vina, karena telah menjaga Nona Fira kami", ucap pelayan tersebut sambil menunduk hormat.


Fira pun pergi sambil melambaikan tangannya pada Vina yang dibalas lambain juga olehnya.


----------------------------------


Mungkin Novel ini bisa mewakili perasaan kalian yang mengalami apa yang dialami Vina dan karakter karakter lainnya.


Dan novel ini tidak bertujuan untuk memamerkan kekerasan maupun perilaku yang tidak baik:).


Dan bagi kalian yang membaca novel ini jadilah seperti Vina yang selalu kuat mengahadapi segala cobaan yang menimpanya.


Silahkan Like, Rate dan Vote seikhlasnya ga ada paksaan kok:)