SMILE??

SMILE??
COWOK ANEH



Tempat tujuan Vina dan rombongannya sekarang adalah Mall. Dikarenakan Pak Rudi dan para guru akan makan malam disana dan siswa siswa juga bisa berbelanja sebentar. Mereka berencana akan pulang pada pukul 10 malam.


"Vin... gua gak sabar deh mau sampai ke mall", sahut Fira yang dari tadi hanya membicarakan tentang mall disepanjang jalan.


"Emang lo mau beli apa aja sih?", tanya Vina.


"Banyak lah, mulai dari kosmetik, aksesoris, makanan, dan kalo uangnya cukup gua mau beli baju deh sekalian", jawab Fira.


"Elo itu udah mirip banget tau gak sama kayak tante tante tajir gitu?", tutur Vina.


" Ih enak aja bilangin gua tante tante, Gue tuh masih muda tahu masih energik", Fira menyangkal kata kata Vina.


" kuping gua dari tadi sakit tau nggak dengerin ocehan lu mulu tentang Mall emangnya kita nggak pernah ke mall apa", Luna menutup kupingnya.


"Mall yang di kota ini tuh beda banget sama mall yang ada di kota kita Luna...", jelas Fira.


"Bedanya apa coba? sama-sama jualan baju, jualan kosmetik, semua juga dijual di sini apa bedanya sama mall di kota kita?", tanya Vina.


"Nih ya gua jelasin mall yang di kota ini tuh lebih besar... beda banget sama mall di kota kita, terus di dalam mall ini juga ada toko-toko gitu semacam Restoran Pizza atau Starbucks", jelas Fira.


" Yaelah cuma beda besarnya doang", ejek Luna.


"Ih pokoknya kalian lihat aja deh nanti", ucap Fira yang sedikit kesal.


Sesampainya di mall.....


Fira pun langsung menerobos kerumunan dan langsung keluar dari bus.


"Gak sabaran amat tuh anak", Luna menatap heran ke arah Fira.


"Biarin aja deh asalkan dia bahagia dan gak ngoceh lagi sama kita", ucap Vira sambil menggosok gosok telinganya.


Dengan arahan dari Pak Rudi, semua siswa pun masuk ke dalam mall. Fira langsung barlari masuk duluan lalu disusul oleh Vina dan Luna.


"Gua jalan-jalan sendiri dulu ya! kalian berdua aja, gua mau bersenang-senang di surga dunia ini, nanti malam jam 7 kita ketemuan lagi disini yah, dadah!", ucap Fira yang langsung meninggalkan Vina dan Luna.


"Norak amat tuh anak! kampungan banget! walaupun Gua jarang banget ke mall tapi gua nggak seheboh dia", Luna menatap kepergian Fira yang terlihat bahagia itu.


"Udah deh enggak usah dikata-katain mending kita jalan-jalan yuk! kali aja ada barang yang bagus", ajak Vina.


" Ya udah deh yuk liat liat", Luna menarik tangan Vina namun Vina menghentikan langkahnya.


"Gila lo! Masa kita jalan-jalan selama beberapa jam di sini cuma buat liat liat doang?", tanya Vina heran.


"lah kita mau beli apa emang? kagak punya duit woy!!", Luna sedikit berteriak.


"Lo aja yang kagak punya duit, gua punya woi", Jawab Vina.


" Ya udah lo pergi sana! kita tidak kenal! lo bukan temen gua! sana pergi, gue kira kita satu server tadi", Luna menyilangkan tangannya di dadanya.


" Oke ya udah gua pergi dulu, nanti jumpa lagi yah di sini jam 7", ucap Vina yang langsung meninggalkan Luna.


" lah woi kok ditinggal sih? dasar temen gak ada akhlak, udah ah sendiri aja, kali aja nanti ketemu duit jatuh seratus ribu", Luna pun pergi dari tempat itu.


Vina pun mengelilingi mall tersebut hingga ia sampai pada suatu toko buku.


" Widih ada toko buku! liat ah, kali aja ada buku yang bagus", Vina pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko tersebut.


Vina melihat buku-buku tersebut hingga ia menemukan sebuah buku yang menurutnya menarik, namun berada di rak yang ke 6 dan cukup tinggi. Vina berusaha Mengambil buku tersebut, Namun dia terlalu pendek untuk menggapainya hingga Vina pun akhirnya melompat dan menyenggol buku tersebut hingga jatuh, namun ada seseorang yang menangkap buku itu.


" Makasih ya udah nolongin gua", ucap Vina yang segera mengambil buku itu namun pria tersebut tidak memberikan Vina bukunya.


" Maaf, bisa minta dulu gak bukunya?", tanya Vina yang kini mulai kesal pada pria tersebut.


" Kalau mau ya ambil aja", jawab pria tersebut.


"Gua udah nolongin lo seharusnya lo Terima kasih dong, makanya gua mengajukan syarat kalau lo mau mendapatkan buku ini", ucap pria tersebut.


" Ya udah nggak jadi deh bukunya untuk Lo aja", ucap Vina yang kini kesal dan hendak pergi meninggalkan tempat itu namun pria itu menarik Vina kembali dan memeluknya.


"Sayang kok kamu tega sih ninggalin anak-anak kita, mereka kasihan di rumah, mereka butuh kamu", ucap pria tersebut dengan suara yang sedikit di keraskan agar pengunjung lain mendengarnya.


"Ih jahat banget cewenya, masa anaknya gak dirawat sih", ucap salah satu pengunjung yang langsung membuat pengunjung lain ikut membicarakan Vina.


Sontak Vina langsung terkejut, namun ia tetap terlihat tenang dan kini mulai mengerti situasinya.


"Aku tuh bukannya ninggalin mereka! aku lagi nyari duit buat biaya hidup anak kita, tapi kamu selalu bikin uang itu untuk berfoya foya dengan temen temen kamu!", ucap Vina yang kini ikut berakting mengikuti alur cerita yang dibuat pria tersebut.


"Ouh ternyata cewenya yang kerja... kasian banget harus banting tulang ngehidupin keluarganya, dasar cowo yang gak bertanggung jawab", ucap pengunjung lain.


"Aku minta maaf sayang, aku tau aku salah. kemarin aku udah dapet pekerjaan tetap, sekarang kamu gak perlu kerja lagi dan jaga anak anak kita yah", ucap pria tersebut sambil menggandeng bahu Vina.


Setelah berjalan cukup jauh akhirnya Vina menepiskan tangan pria tersebut dari bahunya dan ingin menamparnya.


"Istriku, kok main nampar nampar sih?", pria tersebut memegang tangan Vina dan menggodanya.


"Apa apaan sih? lo bisa gua tuntut karena penganiayaan wanita loh", Vina mengancam pria tersebut.


"Silahkan... tapi ketika aku masuk penjara kamu bakalan rindu berat sama aku loh", pria tersebut kini mencium pipi Vina. Namun dengan cepat Vina menendang bagian bawah pria tersebut menggunakan lututnya.


"Awww... sayang kamu nakal banget sih", ucap pria tersebut sambil mengerang kesakitan dan memegang bagian bawahnya. Vina pun langsung lari dari tempat tersebut dan meninggalkan pria yang menurutnya sangat aneh itu.


Vina pun melihat jamnya dan tak sadar bahwa sebentar lagi sudah jam 7, ia bergegas turun dari eskalator dan menuju tempat pertemuan yang ia janjikan dengan Fira dan Luna.


Sesampainya di sana Vina hanya melihat Luna sendirian. Vina pun menghampirinya dan duduk disebelahnya.


"Fira dimana?", tanya Vina pada Luna.


"Lo liatin aja di sekeliling kita siapa yang paling heboh belanjanya", jawab Luna yang sedang melamun melihat ke arah luar mall.


"Yang paling heboh?", Vina pun melihat sekelilingnya dan pendangannya terhenti ketika melihat seseorang yang dengan gembiranya memilih kosmetik hingga mengganggu para pembeli lainnya.


"Sekarang gua mengerti kok Lun", ucap Vina yang juga ikut ikutan melamun ke arah luar mall.


Beberapa saat kemudian Fira pun datang menghampiri Luna dan Vina.


"Woy kalian ngapain melamun mulu? nanti kesambet setan lo", ucap Fira.


Vina dan Luna pun menoleh bersamaan pada Fira dan mengatakan hal yang sama yaitu "Lo siapa sih?".


"Kalian kenapa sih? kok gua jadi serem gitu", tanya Fira keheranan.


"Dah ah yuk cabut ke tempat makannya, gua laper banget nih", ajak Vina yang disusul oleh Luna dan Fira.


Di luar mall.....


----------------------------------


Mungkin Novel ini bisa mewakili perasaan kalian yang mengalami apa yang dialami Vina dan karakter karakter lainnya.


Dan novel ini tidak bertujuan untuk memamerkan kekerasan maupun perilaku yang tidak baik:).


Dan bagi kalian yang membaca novel ini jadilah seperti Vina yang selalu kuat mengahadapi segala cobaan yang menimpanya.


Silahkan Like dan Vote seikhlasnya ga ada paksaan kok:)


Vote 10 poin atau 10 koin juga gak papa kok:)


TETAP SEMANGAT UNTUK TERUS HIDUP!!