SMILE??

SMILE??
CURHATAN SEORANG PENCURI (Part 2)



"Lo gausah teriak teriak gitu, nanti orang luar pada mikir yang macam macam soal gua", ucap Vina dengan wajah tak bersemangat.


"Gua sedih banget Vin... Hp gua dicuri sama si Dira...tapi masa dia gak ngaku sih?",ucap Fira dengan wajah yang sangat murung.


"Emang lo punya bukti apa kalo emang dia yang nyuri Hp lo?",tanya Vina.


"Gua liat dia sendiri di dalam kelas gua. Dia kan dari kelas lain ngapain coba ada di kelas gua?", Fira memberikan penjelasan yang cukup masuk akal.


"Tapi kalo dia masuk ke kelas lo belum tentu kalo dia benar benar nyuri Hp lo... bisa aja dia emang ada urusan gitu",Vina mengatakan penjelasan lain yang memang masuk akal juga.


"Lah terus siapa yang maling Hp gua? tas temen temen sekelas gua juga udah diperiksa bahkan sampe kantong mereka juga udah diperiksa",ucap Fira yang mulai frustasi.


"Lo harus cari di sekolah ini", ucap Vina.


"Gila lo? nih Sekolah luas banget!!",Fira setengah berteriak pada Vina.


"Yah pokoknya lo jangan sedih gitu",ucap Vina.


"Gimana gak sedih coba? itu Hp Vinnn.... harganya itu pake angka yang dibelakangnya ada enam nol. Lo mah yang ga punya Hp mana tau rasanya kehilangan", Fira mulai menagis lagi.


"Gua bingung dah... mau marah tapi elonya udah nangis duluan...jadi ikutan sedih gua",ucap Vina menggosok matanya yang tidak mengeluarkan air mata.


"Gaje lo ah...",lanjut Fira.


Tiba tiba salah seorang teman Fira masuk ke kelas.


"Lo mau cari Hp nya Fira kan?",tanya gadis itu langsung memegang kedua bahu Vina.


"iya gua mau cari Hp nya Fira. Emang kenapa?", tanya Vina balik.


"Tolong bantu cariin Cincin gua juga! itu Cincin warisan turun temurun keluarga gua. Kalo Cincin itu Hilang gua bakalan dimarahin sama keluarga gua!", Gadis itu mengungkapkan permintaannya.


"Yaudah deh gua usahain buat cari Cincin lo juga, hehe. Btw nama lo siapa?",tanya Vina lagi.


"Nama Gua Oliv", jawab gadis bernama Oliv itu.


"Yaudah deh...gua janji sama kalian berdua kalo gua bakalan dapetin Hp yang ada angka trus enam nol dibelakangnya dan sebuah Cincin zaman dahulu", Vina mengangkat jari kelingkingnya pada Fira dan Oliv sambil tersenyum.


"Yaudah...pokoknya harus dapet...",ucap Fira sesengukan.


Vina meninggalkan Fira juga Oliv dan pergi ke UkS untuk bertanya lagi pada Dira.


DI UKS.....


"Gimana keadaan lo?",tanya Vina pada Dira.


"Udah cukup baik, cuma masih harus olesin salep tiap hari.",ucap Dira yang masih meringis kesakitan.


"Gua udah tanya sama Fira apa yang sebenarnya terjadi. Dan sekarang gua mau nanya sama lo... Apa benar lo masuk ke kelas Dira?",tanya Vina.


"Iya bener",jawab Dira


"Lo ngapain kesana? itu kan bukan kelas lo?", tanya Vina.


"Gua gak sendiri kesana. Gua masuk ke kelas itu disuruh sama Luna buat ngambilin Cincinnya yang katanya menggelinding ke dalam. Tapi katanya dia mau ke toilet dan udah kebelet banget. Cincinnya tuh ada di bawah meja Fira, yah gua langsung ambil lah. Gua gak sadar kalo Fira ngelihat gua.", Dira menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Gua udah tau nih versi lengkap ceritanya. Dan gua udah punya satu tersangka yang kemungkinan mencuri Hp Fira.",ucap Vina sambil mengetuk dagunya menggunakan telunjuk.


"Huh? siapa?", tanya Dea.


"Ada deh", Vina berlalu pergi meninggalkan Dea dan Dira.


SAAT PULANG SEKOLAH.....


"Eh Vin! gimana urusan malingnya? udah kelar belom?",tanya Dea.


"Gua pulang duluan yak! bye bye",Vina melambaikan tangannya sambil lari menuju luar kelas.


"Dasar tuh anak! pertanyaan gua gak dijawab! malah ditinggal lagi!", Dea menggerutu kesal.


DI LUAR SEKOLAH.....


"Hai...pulang bareng yuk",ajak Vina pada seorang gadis yang hendak keluar dari gerbang.


"Rumah gua kan gak searah sama rumah lo?", tanya gadis itu.


"tapi gua gak ada temen pulang...yang lain pada sibuk. Anggap aja gua anterin lo pulang ke rumah", ucap Vina.


"Ouh yaudah deh", gadis itu tersenyum kikuk.


Saat sudah cukup jauh dari sekolah.....


"Gua mau nanya sama lo", Vina memulai percakapan.


"Nanya apa?",tanya gadis itu.


"Kenapa lo maling sampe ke kelas lain?", tanya Vina pada gadis itu.


Namun dengan kegesitan Vina, Vina berhasil menarik kerah baju gadis tersebut dan membuat dia terpojok ke dinding sebuah gang sempit.


"Apa mau lo?", tanya gadis itu.


"Gua mau semua penjelasan lo dan semua barang yang udah lo curi", ucap Vina.


Gadis tersebut diam tak berkata apapun.


"Jawab gua LUNA!!!", Teriak Vina pada Luna.


"Iya iya bakalan gua jawab...tapi gak usah narik kerah baju gua gini...sesak tau, Duduk aja Yuk", ucap Luna yang merosot kebawah untuk duduk dan diikuti oleh Vina.


"Yaudah Cepat jelasin", Ucap Vina.


"Sabar napa! gua belum bernafas nih!", ucap Luna yang kesal dengan Vina.


"Iya iya",


"Jadi gini nih... gua tuh maling kerena kebutuhan gua... ayah gua tiap hari cuma mabuk mabukan, dan emak gua belakangan ini lagi sakit... jadi gua berusaha buat dapetin uang. Dan gua gak kepikiran cara lain selain mencuri", jelas Luna.


"Tapi masa iya sih cuma gara gara lo maling Si Dira yang jadi tumbalnya? kasian dia wajahnya lebam dan memar gitu", Vina merasa kesal pada Luna yang mengorbankan teman sendiri demi uang.


"Gua emang benci sama Dira. Gua selalu di dekat dia...selalu ikutin semua gaya dan apa yang dia pakai...selalu temenan sama dia...dan selalu bantu dia. Tapi gua gak suka sama Dira karena dia selalu lebih diperhatiin dari pada gua. Ketika gua yang udah bantuin guru malah dia yang dipuji, ketika gua bawa dia kerumah gua malah dia yang paling disambut sama emak...padahal gua gak pernah di sambut gitu.", Luna melempar batu kecil untuk melampiaskan rasa marahnya.


"Yah kalo lo mau diperhatiin sama orang lain yah lo harus beda dari orang lain lah", ucap Vina.


"Tapi kan lo udah tau keadaan gua sekarang... gua butuh banget uang Vinn...", Luna mengacak acak rambutnya.


"Gimana kalo lo ngamen aja", usul Vina.


"Ha? ngamen?", tanya Vina.


"Iya lo ngamen aja", jawab Vina.


"Gua malu lah",Luna menundukkan kepalanya.


"ngamen aja lo malu? kenapa pas maling lo gak malu?", tanya Vina.


"Yah gua gak bisa nyanyi...gua cuma bisa main gitar", jawab Luna.


"Nah lo kan bisa main gitar tuh! gimana kalo yang nyanyi nya gua aja...gua juga butuh uang nih! dan suara gua lumayan sih kata Dea", Vina memberikan ide.


"Beneran lo mau ngamen sama gua?",tanya Luna.


"Iya... beneran kok. Tapi lo harus pulangkan semua barang barang yang udah lo curi termasuk Hp Fira dan cincin Oliv. Dan lo harus minta maaf ke Dira dan lo harus tetap semangat buat jalanin hidup lo",ucap Vina.


" Oke deh",Luna melipatkan tangannya di dada.


KEESOKAN HARINYA.....


Luna telah memulangkan semua barang barang yang ia curi termasuk Hp Fira dan cincin Oliv, dan sekarang ia harus meminta maaf kepada Dira.


"Dira...gua minta maaf yah. Sebenarnya gua yang udah mencuri semua barang milik orang lain...dan karena gua malah lo yang harus nanggung akibatnya.",Luna menundukkan kepalanya.


"Iya kok, gua maafin. Tapi lain kali lo jangan merasa gak diperhatiin yah, kan masih ada gua yang selalu merhatiin lo", ucap Dira sambil tersenyum.


"Ha?",Luna melihat ke arah Dira dan Vina bergantian. Vina mengedipkan satu matanya ke arah Luna.


"Yaudah sekarang lo balikin uang kembalian gua", ucap Dea sambil munjulurkan tangannya.


"Emm...tunggu gua dapet uang ngamen deh. Gua janji bakalan bayar ke elo, hehe", Luna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Yaudah deh gua ikhlasin aja", ucap Dea sambil berpaling dari Luna.


----------------------------------


AUTHOR LAGI SAKIT😭


JADI SEMENTARA GAK BISA UP😕


----------------------------------


Mungkin Novel ini bisa mewakili perasaan kalian yang mengalami apa yang dialami Vina dan karakter karakter lainnya.


Dan novel ini tidak bertujuan untuk memamerkan kekerasan maupun perilaku yang tidak baik:).


Dan bagi kalian yang membaca novel ini jadilah seperti Vina yang selalu kuat mengahadapi segala cobaan yang menimpanya.


Silahkan Like dan Vote seikhlasnya ga ada paksaan kok:)


Vote 10 poin atau 10 koin juga gak papa kok:)


TETAP SEMANGAT UNTUK TERUS HIDUP!!