
Pagi itu Vina berangkat sekolah seperti biasanya hanya dengan berjalan kaki karena jarak antara rumah dan sekolah nya bisa dibilang cukup dekat.
SAAT TIBA DI SEKOLAH.....
"Vinaaa...",Teriak Dea dan langsung memeluk Vina dari belakang.
"Bahagia banget lo hari ini?",tanya Vina.
"Ya jelas bahagia lah...kan hari spesial gua udah dekat",ucap Dea kegirangan.
"Yaelah kan masih 3 hari lagi ",Ucap Vina.
"Lo udah siapin hadiah gak buat gua?", tanya Dea penasaran.
"Gak ada, gua ga ada duit",ucap Vina enteng.
"Gitu amat lo sama sahabat sendiri, awas kalo elo ulang tahun gak bakalan gua kasih hadiahnya",Dea mengancam.
"Yaudah sih gak papa, lagian ulang tahun gua biasanya juga gak ada yang pernah ngasih hadiah",Vina berbicara sambil meletakkan tasnya di laci meja.
"Loh kok gak ada? ortu lo pasti ngasih kan?",tanya Vina.
"Emmm Iya orang tua gua ngasih, maksud gua itu yang gak pernah ngasih temen temen", Bohong Vina yang sebenarnya tidak pernah diberi hadiah oleh orang tuanya dikarenakan ibunya tidak pernah punya cukup uang.
"Yaaah, gak papa deh elo gak ngasih gua kado",Ucap Dea yang kini mengerti situasi Vina.
SAAT ISTIRAHAT.....
"Eum... Vin, hari ini kita gak bisa ke kantin bareng soalnya gua ada urusan", ucap Dea pada Vina.
"Ouh yaudah, lagian gua males juga keluar kelas", Vina menundukkan kepalanya ke meja dan tidur.
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN.....
"Vinaaaa...BANGUN WOY......", teriak salah seorang teman sekelas Vina yang tak lain adalah Nazla.
"Ada ape sih? guru udah datang yak?", tanya Vina masih dalam keadaan setengah sadar.
"ITU WOYYY... TEMEN LO MAU BUNUH DIRI.....", teriak Nazla semakin kencang.
"Apa? bunuh diri? biarin aja",Vina kembali melanjutkan tidurnya.
"Eum vin? itu Dea",Ucap Nazla bingung dengan tingkah Vina.
"Dea.......emm......WHAT DEA MAU BUNUH DIRI? KENAPA LO GAK BILANG DARI TADI", teriak Vina.
"Kan gua udah bilang dari tadi, otak lo aja yang lemot belum diisi kuota",Nazla meledek Vina.
"Trus sekarang Dea dimana?",tanya Vina.
"itu... lagi berdiri di atap gedung perpustakaan",jawab Nazla.
"Yaudah kuy OTW",Vina berlari sekencang mungkin.
"Yaah...gua ditinggal",Ucap nazla kesal.
DI DEPAN GEDUNG PERPUSTAKAAN.....
"Kenapa Dea mau bunuh diri? apa mungkin dia dipaksa orang yah?",dalam pikiran Vina.
"Menjauh dari gua....GUA MAU LOMPAT!!!", ucap dea yang semakin berjalan ke pinggir atap menjauhi guru guru yang hendak menolongnya.
"Tenang nak...kita bisa omongin sama sama tentang semua masalah kamu,kamu gak perlu sampai bunuh diri begini",ucap salah satu guru yang memberi pengertian pada Dea.
"Enggak!!! kalian gak akan bisa menyelesaikan masalahku",Dea pun memutar tubuhnya dan bersiap melompat dari gedung perpustakaaan 4 lantai itu.
"Nak jangan bertindak gegabah, masih ada orang tua yang menunggumu dirumah",ucap guru lain yang mencoba menolong Dea.
Dea menggelengkan kepalanya dan langsung melompat dari gedung tersebut.
Semua murid yang berada di bawah berteriak histeris ketika Dea melompat.
Vina langsung menggenggam tangan Dea dari jendela lantai dua yang dibuka Vina. Vina menarik Dea sekuat tenaga hingga Dea masuk kedalam perpustakaan tersebut.
"Lo baik baik aja kan?",tanya Vina yang dibalas anggukan oleh Dea.
"Kenapa lo bunuh diri huh?",Vina menenangkan Dea namun dea hanya diam tanpa berkata apa apa.
"Kenapa lo bunuh diri de?",tanya Vina setengah berteriak.
"Gu...gua...gua tadi..itu...",ucap dea dengan gagap.
Plaakk.....
"Sadar de... sadar...SADAR WOY!!",Vina kini berteriak sambil menampar Dea dengan keras.
"Eh.....Vinaaaaa.....",Kini Dea langsung memeluk Vina sambil menangis terisak isak.
"Lo kenapa huh? sini cerita sama gua...", Vina membalas pelukan Dea dan bertanya sekali lagi padanya.
"Gua tadi di ancam sama anak kelas sebelah... katanya kalo gua gak mati hari ini mereka bakalan bunuh adek gua",tangis Dea makin kencang.
"Kenapa lo gak bilang ke guru atau pun gua? ",tanya Vina Lagi.
"Karena mereka juga ngancem bakalan sakitin elo kalo gua lapor ke guru",tangis Vina.
"Dea...dengerin gua... gak akan ada orang yang bisa sakitin gua maupun elo, kalo elo disakitin lagi... bilang aja ke gua... nanti gua bakalan habisin tuh orang buat lo", Vina menjelaskan sambil tersenyum pada Dea.
"Ha...? hahahahaha emang lo supermen apa?",tanya Dea yang kini sudah tertawa.
"Hehe",Vina tertawa kecil.
"Anak anak? kalian gak papa kan?",tanya guru guru yang sudah sampai di tempat Vina dan Dea.
"Syukurlah kalau kalian gak papa",ucap guru tersebut dengan lega.
KEESOKAN HARINYA.....
Vina mempertanyakan soal kejadian kemarin di saat Dea ingin bunuh diri.
"Semalam gua di paksa Vin sama mereka di belakang sekolah buat serahin nyawa gua...katanya biar menarik gitu...gua langsung panik dan takut saat dengar semua ancaman mereka...dan gua langsung lari ke atap perpustakaan...pikiran gua udah kosong saat itu makanya gua pikir gak akan ada lagi yang bisa nyelametin gua", Jelas Dea.
Akhirnya Vina mengerti semua tentang kejadian semalam.
"Gua bakalan buat kematian kalian lebih menarik lagi",Ucap Vina namun dengan suara yang hampir tidak bisa didengar.
SESAMPAINYA DI BELAKANG SEKOLAH....
"Ehhh...Vinnn...itu mereka...",Dea menunjuk sambil ketakutan kearah para Pria pria yang kelihatan seperti orang orang yang sudah putus sekolah dan menjadi berandalan.
"Mereka semua yah?",tanya Vina.
"iya Vinn mereka semua...tapi gua beneran takut banget Vin...",ucap Dea gemetaran karena takut.
"Yaudah...lo nunggu aja dulu di depan sekolah...nanti kalo udah aman gua bakalan panggil elo deh",Vina mengacungkan jempolnya.
"Oke yaudah...lo hati hati yak",ucap Dea yang sudah berlari menuju ke depan sekolah.
Vina mendatangi sekelompok Laki laki itu. Mereka pun melihat kedatangan Vina dan salah satu dari mereka pun maju kehadapan Vina.
"Eh ada si cantik, kok sebelumnya gak pernah lewat kesini?",ucap laki laki kurus.
"Mana ketua kalian?",tanya Vina mencoba maju namun dihadang laki laki kurus itu.
"Oh lo mau ketemu bos kita? layani dulu gua",laki laki kurus itu hampir membelai rambut Vina namun Vina dengan sigap memutar tangan laki laki tersebut hingga bunyi tulangnya terdengar.
"Bro!!! tolong Bro!!", teriak laki laki kurus itu memanggil teman temannya namun belum sempat temannya tiba, Vina langsung menendang tubuh laki laki kurus itu sampai jatuh tersungkur ke tanah.
Teman teman laki laki tersebut langsung lari menghampiri Vina, salah satu dari mereka maju duluan dan mencoba meninju Vina, namun dengan cepat Vina mengelak dan meninju balik. Satu satu dari mereka dihabisi oleh Vina dengan cepat dan tersisa ketua mereka yang masih duduk santai di sebuah sofa besar. Ketua tersebut memandang Vina dengan lekat dan berjalan menuju ke arah Vina.
Dan tanpa basa basi lagi ketua tersebut langsung menyerang Vina. Vina masih bisa mengelak, namun tidak bisa membalas pukulannya dikarenakan tubuh ketua mereka terlalu besar sehingga pukulan Vina tidak akan mempan terhadapnya.
Namun dengan kegesitan Vina, Vina memukul leher pria besar tersebut dari belakang namun pria besar tersebut tidak pingsan melainkan akan merasakan denyut dibagian lehernya, dan ini saatnya Vina kembali memberontak. Vina memukul kepala pria besar itu dengan sikunya dan meninju perutnya sehingga pria tersebut memuntahkan darah yang banyak dan pria tersebut ambruk ke tanah. Vina menjambak rambut pria tersebut.
"Apa yang kau mau huh?",tanya pri besar itu.
"Gua gak mau apa apa kok...Gua cuma mau buat kematian kalian menjadi jauh lebih menarik", Vina menyunggingkan senyumnya.
"Tapi kami tidap punya salah apa pun dengan mu!! kenapa kau ingin membunuh kami?",tanya pria besar itu.
"Begitu pula dengan temanku yang tidak punya salah apa pun namun kalian menyuruhnya untuk mati!! dan sampai sekarang dia masih ketakutan...dan aku akan membuat kalian takut bahkan hanya untuk bernafas",ucap Vina dengan lantang.
"Dan bagaimana caranya agar kami mendapatkan ampunan",ucap pria besar tersebut yang menahan sakit di perutnya.
"Cukup mudah...kalian hanya harus membuat temanku Dea senang seperti sedia kala...jika kalian tidak mampu untuk melakukannya dan malah menakutinya, maka kalian akan berakhir tragis!",ucap Vina.
"Baiklah kami akan melakukannya",pria besar tersebut bersujud di kaki Vina.
"Oke...aku akan memanggil temanku dan kalian harus tetap menunggu disini.",ucap Vina sambil berjalan menuju bagian depan sekolah.
DI DEPAN SEKOLAH.....
"Vinaaaa...!! Lo gak papa kan? gua sempat khawatir kalo elo udah mati dibelakang", ucap Dea terisak tangis.
"Enggak kok...sekarang udah aman...dan mereka sekarang mau minta maaf ke elo", Ucap Vina.
"Tapi gua takut...",ucap Dea merinding.
"Udah lah ayo ikut gua...",Vina menarik tangan Dea dengan paksa ke belakang sekolah.
DI BELAKANG SEKOLAH.....
"NYONYA DEA.....KAMI MINTA MAAF!!",ucap kawanan tersebut.
Dea langsung tertegun melihat semua orang yang menindasnya kemarin bersujud untuknya dan meminta maaf.
"Iya iya aku maafin kok",Dea menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Terima kasih Nyonya..",ucap kawanan tersebut masih bersujud.
"Lo udah gak takut lagi kan?",tanya Vina pada Dea.
"Udah enggak kok, Hehe",Dea tertawa kecil.
"Bagus lah kalau gitu, dan sekarang kalian jangan pernah ganggu murid murid atau siapapun lagi...baiknya kalian cari kerjaan aja",ucap Vina menasehati.
"Baiklah...kami tidak akan menganggu siapapun lagi ",ucap pria berbadan besar tersebut.
Dan akhirnya Dea dan Vina pulang kembali kerumah dengan hati yang tenang.
----------------------------------
Mungkin Novel ini bisa mewakili perasaan kalian yang mengalami apa yang dialami Vina dan karakter lainnya.
Dan novel ini tidak bertujuan untuk memamerkan kekerasan maupun perilaku yang tidak baik:).
Dan bagi kalian yang membaca novel ini jadilah seperti Vina yang selalu kuat mengahadapi segala cobaan yang menimpanya.
Silahkan Like dan Vote seikhlasnya ga ada paksaan kok:)
Vote 10 poin atau 10 koin juga gak papa kok:)
TETAP SEMANGAT UNTUK TERUS HIDUP!!