
"Kok mereka belum datang? gua gak salah jadwal kan? iya kok beneran ini masuknya jam 9, sekarang juga udah setengah 9", ucap Vina yang heran kenapa hari ini kedua temannya masih belum datang.
Tiba tiba seseorang mendorong Vina sampai terjatuh.
Awww
"Dasar cewe kampungan!! beraninya lo kemarin nampar gua!! Lo gak liat apa muka gua bengkak gini!! pokoknya lo harus ganti rugi untuk biaya pengobatan gua!!", ucap wanita sombong yang terakhir kali bertemu Vina kemarin.
"Ouh lo si cewe yang sok kaya itu kan? yang kemaren gua tampar sampe ga bisa dikenali lagi", Vina menatap erat wajah wanita itu.
"Lo baru sadar? pokoknya gua minta uang pengobatan muka gua 10 juta, dan lagi gua itu bukan sok kaya, tapi gua beneran kaya loh", ucap wanita tersebut sambil mengibaskan rambutnya.
"Idih sok cantik lu, gak mau ah ganti rugi! kan elo yang salah", Vina bangkit dan membersihkan bajunya yang terkena debu.
"Kalau lu nggak mau ganti rugi gua bakal lapor ke polisi dong", ancam wanita itu.
"Yaudah silakan lapor aja ke polisi", ucap Vina sambil berlalu meninggalkan wanita itu.
Namun wanita itu menarik tangan Vina dan langsung menamparnya. Vina pun merasa kesal dan ingin menamparmu wanita itu balik Tetapi tiba-tiba seorang pria datang dari kejauhan.
"Winda!!", panggil pria itu.
Wanita yang disebut Winda itu pun menolehkan wajahnya dan langsung berlari memeluk pria tersebut.
"Kamu apa apaan sih! tampar tampar orang sembarangan!", Pria itu mendorong Winda dari pelukannya.
"Tapi sayang, cewek itu yang salah! kemarin dia juga nampar nampar aku, lihat nih muka aku lebam. Dia juga nggak mau ganti rugi", rengek Winda pada pria tersebut.
"Heh mulut lo jangan asal ngomong ya! lu kemarin yang manggil-manggil preman segala cuma mau ngusir Aku sama temen aku dari kantin, trus mukulin temen aku sampe nangis ketakutan. Makanan gua juga belum lo ganti", Bela Vina.
Pria tersebut pun datang menghadap Vina lalu menunduk.
"Tolong maafin kelakuan Winda ya, gua bakalan tanggung jawab atas semua kerusakan dan kerugian yang lo alamin", ucap pria tersebut.
"Nama lo siapa?", tanya Vina.
"Nama gua Dika, Lo?", tanya Dika balik.
"Nama gua Vina, nih ya dengerin! kan tuh cewek yang namanya Winda itu yang salah ama gue, kenapa lo yang tanggung jawab? lo orang tuanya kah? atau kerabatnya?", Tanya Vina lagi.
"Emmm gua..."
"Dia tuh tunangan gua! dan lo jangan coba coba deketin dia! awas aja lo", Bentak Winda.
"Kasihan lu ya, harus jadi tunangan makhluk tak bermoral ini", Vina menepuk nepuk pundak Dika sambil berlalu pergi ke gerbang meninggalkan mereka berdua. Vina lebih memilih untuk menunggu Luna dan Fira.
Beberapa saat kemudian Luna dan Fira pun datang.
" lu udah lama ya di sini Vin?", tanya Luna.
"Udah cukup lama sih, sekitar setengah jam yang lalu", Vina mengecek jamnya.
" Terus lo ngapain aja sambil nunggu kita?", tanya Fira.
"Tadi tuh makhluk kasar gangguin gua lagi, pas gua mau tampar eh tunangannya datang dan minta maaf, katanya mau ganti rugi tapi gua gak tau kapan", jelas Vina.
" Ya udah yuk masuk panas nih! moga moga nggak ketemu ama tuh Makhluk kasar", ajak Fira.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam kampus tersebut dan menemui dosen pertama mereka. Namun ternyata dikabarkan bahwa hari ini masih belum masuk dalam proses kuliah, dan semua mahasiswa dipersilahkan untuk lebih mengenal kampus ini.
Vina, Fira, dan Luna akhirnya memilih untuk duduk santai di taman kampus tersebut. Tak jauh dari mereka, terlihat Winda dan Dika bersama duduk di kursi panjang. Terlihat kelakuan Winda yang begitu genit pada Dika, sontak membuat Fira, Vina, dan Luna merasa jijik.
"Itu cewe kasar yang kemarin kan?", tanya Fira.
"Iya, namanya Winda, yang disampingnya itu tunangannya namanya Dika", jelas Vina.
"Eh... bukannya Dika itu senior kita yah? dia udah semester 3 dan dia juga salah satu cowok populer di kampus kita loh, gak nyangka ternyata tunangannya makhluk kasar, jadi jijik gua", Jelas Luna yang masih terus menatap pasangan tersebut.
"Cowok populer? Oh iya! memang setau gua ada tiga Cowok populer di kampus ini! Kalo ga salah yang dua lagi namanya Alfin dan Rendi", Sahut Fira.
"Kalian tau dari mana info info beginian", Ucap Vina yang kebingungan.
"Gua taunya dari gosip cewe cewe disini sih", jawab Luna.
"Yah Ganteng lah!", tegas Luna.
"Bukan cuma ganteng aja, mereka bertiga ini punya prestasi yang tinggi, makanya kampus ini bisa terkenal juga dan setau gua, mereka bertiga selalu punya nilai melebihi mahasiswa mahasiswa yang lain", jelas Fira.
"Bahkan kabarnya, mereka pernah buat penemuan tentang komputer gitu dan disini, banyak banget cewe yang memimpikan agar bisa pacaran dengan salah satu diantara tiga cowok ini! bahkan mereka punya grup buat gosipin tiga cowok ini", Lanjut Luna.
"Berlebihan amat dah sampe segitunya, jadi penasaran gua. Kalian udah pernah ketemu dua cowok lagi belom?", tanya Vina.
"Gua belum", jawab Fira.
"Gua mah udah! dan mereka beneran tampan banget!! yuk cari mereka kalo penasaran", ajak Luna dengan semangatnya.
"Gak ah, Gak guna", ucap Vina yang merebahkan dirinya diatas rumput.
"Yaudah yuk kita berdua", ajak Fira.
"Ih ga seru ga ada Vina", Luna langsung menarik tangan Vina berdiri dan membawanya ke dalam kampus.
"Emang lo tau mereka ada dimana Lun? kalo jauh mah gua ga ikut", tanya Fira.
"Kagak jauh kok", Luna mengacungkan jempolnya.
"Jangan percaya Fir!! dia bohong", Hasut Vina yang masih ditarik oleh Luna sekuat tenaga.
"Awas aja Lo bohong! nanti gantian lu gua seret ke tempat sampah", ancam Fira pada Luna.
"Sans aja Fir", Luna mengedip ngedipkan sebelah matanya.
Mereka pun berjalan ke lantai tiga sambil di tuntun oleh Luna yang sangat semangat dan senang. Tak lama kemudian mereka berhenti di depan pintu suatu ruangan.
"Yaudah yuk masuk", Luna menarik tangan Fira dan Vina.
Pintu pun terbuka dan memperlihatkan sebuah ruangan besar yang dipenuhi mahasiswa, Dosen diruangan tersebut pun langsung melihat ke arah tiga sahabat ini.
"ITU ITU MEREKA FIR!", Teriak Luna sambil menunjuk nunjuk ke arah dua pria yang keheranan pada Luna.
"What? lo ganggu kelas orang Lun! tau malu dikit", ucap Fira yang langsung menutupi wajahnya.
Vina pun berjalan menghampiri dosen tersebut dan menjelaskan situasinya, dosen tersebut pun mengerti namun masih kikuk melihat kelakuan Luna.
"Goblog Lo", Fira memukul kepala Luna dan menariknya keluar dari ruangan tersebut yang disusul juga oleh Vina.
"Eh tunggu tunggu! siapa yang izinin kalian keluar? Setelah buat kita malu kalian gak mau tanggung jawab gitu?", teriak salah satu pria dari tempat duduknya dan turun menghampiri tiga sahabat itu.
"Kalo gitu saya minta maaf sama kakak kakak semua", ucap Vina sambil menundukkan kepalanya.
"Lo pikir bisa semudah itu? sebagai ganti rugi, kalian harus jadi pelayan gua dan Alfin selama setahun", ucap pria yang tak lain bernama Rendi tersebut pada Vina.
"Kesalahan kita gak besar dan kita udah minta maaf! tolong gak usah besar besarin masalah", ucap Vina dengan tegas.
"Permintaan maaf gak cukup buat balikin harga diri kita yang udah kalian permalukan, Kalo kalian ngefans sama kita seharusnya senang dong jadi pelayan kita", ucap Rendi sambil mengangkat dagu Vina menggunakan telunjuknya.
"Maaf, mungkin kak Rendi terlalu melebih lebihkan diri sendiri, kalo gak terima permintaan maaf kita, gak usah ganggu kehidupan orang lain. Dan tolong jaga sikap! ini masih didalam kampus", Ucap Vina sembari menepis tangan Rendi dari hadapannya.
"Huh! Cuma mahasiswa baru langsung berani menceramahiku? Tampaknya lo ga tau status gua di kampus ini ya?", Rendi meremehkan Vina.
"Status setinggi apapun tidak bisa menjamin sikap yang baik! Ibarat Singa yang punya sebutan raja hutan, namun tidak menjamin dia akan hidup selamanya! Dan kakak terlalu meremehkan diriku! berlagak layaknya penguasa yang paling hebat namun tidak tau tata krama! Gak sepantasnya menyandang gelar murid baik di kampus ini", Tegas Vina.
"Oh lo mau ngelawan gua?!!", Ucap Rendi yang langsung mendorong bahu Vina.
"Rendi! Berhenti!!", teriak Alvin.
----------------------------------
Mungkin Novel ini bisa mewakili perasaan kalian yang mengalami apa yang dialami Vina dan karakter karakter lainnya.
Dan novel ini tidak bertujuan untuk memamerkan kekerasan maupun perilaku yang tidak baik:).
Dan bagi kalian yang membaca novel ini jadilah seperti Vina yang selalu kuat mengahadapi segala cobaan yang menimpanya.
Silahkan Like, Rate dan Vote seikhlasnya ga ada paksaan kok:)