SMILE??

SMILE??
SELESAI MASA SMA



Hari ini Fira, Vina dan Luna akan merayakan kelulusan mereka dengan seluruh angkatannya. Mereka akan melepas gelar siswa dan naik menjadi mahasiswa bagi yang lanjut kuliah dan menjadi pekerja bagi yang lanjut bekerja.


"Lo udah ga papa kan Fir?", tanya Vina memghawatirkan Fira.


"Ga papa kok, kemarin udah diobatin dan tadi pagi juga udah aku kasih salep, jadi aman aman aja lah, gak sakit sakit banget kok", Fira mengacungkan jempolnya.


"Ada kejadian apa sih? siapa yang sakit?", tanya Luna.


"Oh kemarin kita daftar ke kampus, tapi diganggu ama makhluk kasar", jelas Vina.


"Kalian ngelakuin apa emang? kok sampe diganggu makhluk kasar gitu? dan lagi, apa kalian bisa liat hantu yak?", tanya Luna bertubi tubi karena terkejut.


"Hehe, bukan makhluk kasar kayak hantu gitu Lun, Makhluk kasarnya tuh cewe rese", jelas Fira dengan benar.


"Lah kenapa ada cewe marah ke kalian sampe luka? kalian ngapain emang?", tanya Luna lagi.


"Biasalah... lo tau kan gangguan jiwa? nah itu alasannya dia nyerang kita", ucap Vina .


"Kalian daftar ke kampus mana emang?", tanya Luna sekali lagi.


"Lo banyak tanya dah, ke kampus Teknologi informatika... udah jangan nanya lagi", tutur Fira.


Luna tampak berfikir lama setelah mendengar penjelasan mereka.


"Ehmmm kayaknya...."


"Perayaannya udah mau dimulai tuh, ke sana yuk", Fira memotong kata kata Luna dan mengajak mereka berdua.


Untuk merayakan kelulusan angkatan kali ini, sekolah mengadakan perayaan menyiram air ke teman temannya dimana mereka akan diberi berbagai alat untuk saling menembakkan air.


Perayaan pun berlangsung dengan meriah tanpa ada masalah sampai saatnya pulang.


●●●


"Vina, setelah Papa aku selidiki ternyata ayahnya cewek yang ganggu kita di kampus itu tuh direktur utama di perusahaan Papa aku", jelas Fira.


"Emang pangkat papa lo di perusahaan itu apa?", tanya Vina.


"Palingan juga OB, hehe", ucap Luna yang langsung bergabung dengan Vina dan Fira.


"Kalo Papa gua OB, gua gak akan mungkin bisa beli barang barang brand terkenal kayak sekarang", jelas Fira pada Luna.


"Lah trus apa dong?", tanya Luna.


"Papa gua ya CEO-nya lah, masa kalian gak tau sih? CEO Gedung kosmetik paling tinggi di tengah kota kita?", tanya Fira heran.


"Berarti kagak terkenal dong papa lo, pfft", ucap Luna sambil menahan tawanya.


"Papa gua kan terkenalnya di industri kosmetik dan model, orang biasa kayak lo mah wajar kalo nggak tau", Fira tersenyum sambil menatap sinis pada Luna.


"Udah udah jangan berantem! trus setelah Papa lo tau kalo putri direkturnya nyakitin lo, apa yang Papa lo perbuat?", tanya Vina pada Fira.


"Papa gua marah besar... dia katanya mau memecat ayahnya cewe itu, tapi gua bilang kalo kita masih ngasih dia kesempatan untuk memperbaiki diri... kan kasian ayahnya ga punya pekerjaan lagi", jelas Fira.


"Bener sih keputusan lo...", Vina mengangguk angguk setuju.


"Tapi menurut gua yah, si cewe itu ga bakalan berubah... kerena saat kalian mengejek dia, dia aja udah langsung panggil pengawal, apalagi kalo udah kalian permaluin kayak kemarin, pasti dia tambah marah besar dan malah nyakitin kalian lagi. Gua khawatir banget tau...", tutur Luna.


"Kemungkinan besarnya sih gitu, tapi kan kita ga tau sifat manusia... mungkin aja dia bakalan berubah", tanggap Vina.


"Oh iya Vin, keluarga gua ngundang lo makan siang hari ini karena lo udah nyelamatin gua kemarin, mereka mau berterima kasih... lo ikut gua yah nanti pulang", ajak Fira.


"Lah gua belum izin sama ibu gua, trus pakaian gua kayak gini pasti ga bakalan diterima masuk ke rumah elo", Vina tertunduk lesu mengingat bajunya tidak dapat sama sekali dibandingkan dengan baju Fira.


"Lo cuma ngajak Vina doang? lah gua? pasti karena gua lebih miskin makanya ga diajak kan?", Luna memasang wajah cemberut sekaligus sedih.


"Lah kok jadi bahas status sih? keluarga gua ga kayak cewe itu... keluarga gua tulus ngundang lo Vin gimana pun bentuk rupa lo, dan kalo Luna mau ikut juga boleh... kalian berduakan sahabat gua", jelas Fira tentang keluarganya.


"Tapi kan bakalan malu kalo seandainya kita diusir dari rumah lo", ucap Luna tertunduk lesu.


"Ga bakalan gitu, gua janji atas nama keluarga gua. Kalo seandainya keluarga gua melakukan hal yang menurut kalian memandang status... gua bakalan keluar dari keluarga gua", Fira mengangkat tangannya bertanda sumpah.


" Hore!! Nanti kalian makan aja sepuasnya di sana kagak ada larangan Kok! kagak usah bayar, trus nanti kalian ganti baju aja dulu yang kering", Tutur Fira.


"Emang ada? tuan rumah Minta tamunya bayar makanannya?", tanya Luna.


" Ya kagak sih, hehe", Fira menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sepulang sekolah, Fira mengajak Vina dan Luna pergi ke rumahnya untuk jamuan makan siang.


SESAMPAINYA DI RUMAH FIRA.....


"Widih! besar amat rumah lo!", ucap Luna takjub.


"Nona-nona Silakan masuk", ucap pelayan yang menyambut mereka.


"Ini sahabatnya Fira ya?", tanya ibu Fira di depan pintu masuk rumahnya.


"Iya Mom, ini sahabat aku", tutur Fira pada ibunya.


"Ouh ayo Silakan masuk cepetan makanannya nanti dingin loh", ucap ibu Fira dengan senyuman cantik yang mengembang di wajahnya.


Di meja makan sudah terletak berbagai makanan kelas atas yang menunggu Vina dan Luna.


"Ayo di makan dulu nanti aja ngobrolnya", tutur ibu Fira.


"Aku ganti baju dulu yah Mom", ucap Fira sambil berlalu pergi dari ruangan makan tersebut.


Tiba tiba ayah Fira masuk ke dalam ruangan tersebut dan duduk juga untuk makan. ketika ayah Fira datang, Vina dan Luna tiba tiba merasa menggigil ketakutan mereka saling berpegangan tangan di bawah meja sambil makan secepatnya.


Makanan didepan Vina dan Luna pun habis. Mereka berdua saling bertatapan tak tau harus melakukan apa lagi.


"Gimana makannya enak gak? mau nambah lagi?", tanya ibu Fira memulai percakapan.


"Enak banget kok tante, tapi nggak usah nambah lagi kita udah kenyang, hehe", jawab Luna sambil tersenyum kikuk.


"Makasih banget loh udah mau jadi sahabat Fira kami, dan Makasih juga karena udah nyelamatin dia", ucap Ayah Fira yang sontak membuat Vina dan Luna terkejut.


"Gak apa-apa kok om, karena kita senang kok temenan sama Fira, keluarganya baik banget juga", tutur Vina sambil tersenyum.


"Dari kecil Fira tidak punya teman sama sekali, semua teman-temannya menganggap Fira adalah sesosok yang sombong dan arogan. Tapi syukurlah Sekarang dia sudah mempunyai dua sahabat seperti kalian, kalian harus berteman baik-baik ya", jelas ibu Fira yang diangguki oleh Luna Dan Vina.


" Vira menceritakan kalian dengan begitu bahagia setiap hari dan juga kelihatannya kalian adalah orang berbakat. Jika suatu hari nanti ketika Kalian ada masalah, kalian bisa datang kesini, Kami akan membantu kalian semampu kami", ucap Ayah Fira yang tampak lembut membuat ketegangan yang hadir pada Vina dan Luna tadi perlahan menghilang.


" Iya, makasih ya Om", ucap Luna sambil tersenyum lembut juga.


Fira pun datang dan langsung duduk disamping Vina.


" gimana? orangtua gua gak Jahat kan?", tanya Fira.


" Enggak kok, orang tua lo baik banget", tutur Vina.


" Eh iya ada yang lupa gua bilang tadi saat di sekolah", ucap Luna.


"Apa?", tanya Fira.


" Gua tuh sebenarnya satu Universitas sama kalian, Jadi besok kita main bareng ya", jawab Luna dengan santainya.


"Lah kok lu nggak bilang sih? Gua pikir kita beda Universitas tau!! mulai sekarang kita gak temenan", ucap Fira sedikit berteriak yang membuat seluruh penghuni ruangan tersebut tertawa.


Mereka pun berada di situ hingga sore tiba, Vina dan Luna pamit dari rumah tersebut dengan diantar oleh supir Fira menuju rumah mereka masing masing.


----------------------------------


Mungkin Novel ini bisa mewakili perasaan kalian yang mengalami apa yang dialami Vina dan karakter karakter lainnya.


Dan novel ini tidak bertujuan untuk memamerkan kekerasan maupun perilaku yang tidak baik:).


Dan bagi kalian yang membaca novel ini jadilah seperti Vina yang selalu kuat mengahadapi segala cobaan yang menimpanya.


Silahkan Like, Rate dan Vote seikhlasnya ga ada paksaan kok:)