
SAAT PULANG SEKOLAH.....
Dirumah Vina.....
"LAMA BANGET LO PULANG!!GAK TAU APA KALO ORANG TUANYA UDAH LAPER? LIAT TUH JAM UDAH JAM 1 !!UDAH POKOKNYA LO HARI INI GAK USAH MAKAN SIANG!! DASAR ANAK DURHAKA!!! MASAK SANA AYAH UDAH LAPER NIH",bentak Ayah Vina kepada Vina.
Vina hanya bisa menurut perkataan ayahnya saja tanpa mengatakan apapun.
Vina pun memasak untuk ayahnya sambil menahan lapar sejak tadi.Biasanya Vina akan bermain dengan kucingnya saat siang namun hari ini entah mengapa dia tidak melihat kucingnya.
"Yah...ada liat kucing aku gak?",Tanya Vina pada ayahnya baik baik.
"Ouh kucing kamu,udah ayah buang tadi", Ucap ayah Vina dengan santai.
"Loh kok dibuang?",tanya Vina.
"Abisnya dia tadi lewat didepan ayah ngehalangin pemandangan ayah aja, humph",ucap Ayah Vina sambil mendengus.
"Ayah buangnya dimana?",tanya Vina.
"Tuh disemak semak belakang rumah",ucap ayah Vina dengan entengnya.
Vina langsung terkejut mendengar perkataan ayahnya dikarenakan semak semak dibelakang rumahnya terdapat sumur bekas yang sudah lama tidak dipakai.
Vina pun bergegas kebelakang rumahnya mencari kucing kesayangannya bernama Leto.
"Letoo.....ck ck ck",panggil Vina.
"Letoo.....ck ck ck",panggil Vina kedua kalinya.
"Letoo.....ck ck ck",panggil Vina ketiga kalinya.
Vina mencari Leto sampai malam hari namun tak kunjung ketemu. Vina juga sudah mencari dari atas sumur namun yang ada di bawah sumur itu hanya lah kegelapan.
"Vina... kamu ngapain nak?",tanya Ibu Vina.
"Buuk Leto dibuang ayah...,hiks",jawab Vina sambil terisak.
"Yaudah besok lagi nyari nya, udah malem loh",Ibu Vina mengelus elus kepala Vina.
"Tapi buk nanti Leto malah tambah nyasar trus kalo ada yang nabrak dia gimana buk?",khawatir Vina.
"Tapi kan ini udah malam, kamu juga belum makan kan?",tanya Ibu Vina.
"Yaudah deh buk",Vina mengiyakan.
DI DAPUR RUMAH VINA.....
"Loh buk?kok makanannya tinggal telur sama tempe doang? kan tadi ada udang sama sayur?",tanya Vina.
"Iya ibuk lapar banget tadi jadi ibu abisin semua, maaf yah Nak,Hehe",Ibu Vina tertawa kecil.
Sebenarnya Vina tau bahwa ibunya itu belum makan, dikarenakan sebelum memasuki rumah tadi Vina melihat sepatu high heels yang biasa dipakai para wanita wanita bayaran punya ayahnya yang biasanya makan dirumah Vina tanpa tahu malu dan menghabiskan semua makanan dirumahnya.
"Kamu makan dulu yah, ibuk mau ke kamar sebentar",ucap Ibu Vina sambil berlalu.
Vina kasihan melihat Ibunya yang bahkan harus tidak makan demi keluarganya padahal dia selalu bekerja keras hanya demi membuat hidup kami lebih baik. Vina pun hanya memakan setengah tempenya dan menyisakan telur dan sebagian tempe lainnya.
"Loh nak kok gak dimakan makanannya?", Ibu Vina kembali ke dapur.
"Buk, kayaknya Vina masuk angin deh gara gara nyari Leto tadi, Vina jadi gak selera makan. Ibu yang makan yah? biar gak mubazir",Ucap Vina berbohong.
"Yaudah kamu ke kamar aja sana, oleskan minyak angin ke perutnya trus tidur yah?", Ucap Ibu Vina khawatir.
"iya buk, selamat malam",ucap Vina sambil berlalu ke kamar.
"Iya, selamat malam",balas Ibu Vina.
KEESOKAN HARINYA.....
"Buuk...Vina pamit yah mau nyari Leto",ucap Vina sambil berlalu meninggalkan rumahnya.
"Letooo.....ck ck ck",panggil Vina setengah berteriak.
Vina mencari leto mulai dari rumah rumah tetangga, kemudian ke taman dan berbagai tempat lainnya. Hingga Vina sampai di suatu gang yang berada 2 blok dari rumahnya. Di gang tersebut ada seorang gadis kecil berusia sekitar 10 tahun yang sedang menggendong Leto namun dia dikelilingi oleh sekelompok pria dewasa yang ingin berbuat jahat pada anak gadis tersebut.
"Adek... ayo ikut sama abang, nanti bakalan abang beliin es krim loh",tawar pria yang berambut pirang.
"Enggak mau!! adek mau pulang kerumah", bentak anak gadis itu makin berjalan mundur ke ujung gang tersebut sampai ia tersudut.
Pria yang berbadan gemuk hendak menggendong anak gadis itu dengan paksa, namun dengan cepat Vina berlari dan melompat menendang leher pria gemuk itu hingga ambruk dan pingsan.
"Eh ada bidadari cantik, bidadari itu gak boleh kasar, sini ikut sama abang", ucap pria yang berkulit hitam.
"Oh lo mau ketemu bidadari? sana ke alam barzah!!",Vina meninju perut pria berkulit hitam itu hingga memuntahkan darah.
Pria berambut pirang itu bergidik ngeri dan ketakutan sampai mengompol.
"Ampun ampun!! saya bakalan kasih kamu uang yang banyak, tapi jangan pukul saya!",pria berambut pirang itu memohon dan bersujud dihadapan Vina .
"Gua gak mau uang lo!! dan gua gak bakalan mukul lo!! karena tangan gua terlalu suci untuk ******** kayak lo",tegas Vina.
"Iya iya tangan nyonya terlalu suci untuk orang seperti saya",pria berambut pirang itu sudah terduduk dalam ketakutan.
"Leto...cakar mereka!!",perintah Vina pada Leto yang langsung melompat dari gendongan anak gadis tadi dan langsung mencakar seluruh tubuh pria pria dewasa tadi sampai pakaiannya robek.
"Dek...gak mau pulang?",Vina mengulurkan tangannya pada anak gadis tersebut.
"Riska gak tau pulang!! Riska tersesat kak... huwaaaa",ucap anak gadis bernama Riska tersebut sambil menangis.
"Ouh yaudah sini kakak antar pulang",Vina kini sudah berjongkok dan megusap air mata Riska.
"Eum...adek mau gak balas dendam sama abang abangnya?",tawar Vina yang sudah meggendong Leto.
"Um...",Riska melihat pria pria tersebut dan langsung menendang masing masing bagian bawah mereka.
Vina pun mengantarkan Riska sesuai petunjuk petunjuk yang dikatakan Riska tentang rumahnya sambil becerita banyak hal .Dan Vina mengetahui bahwa Riska menemukan Leto dipinggir jalan dan membawanya sebagai teman agar dia tidak sendirian dikarenakan Riska dan keluarganya baru pindah kemarin jadi tidak mengenal banyak orang dan tidak mengenal jalan didaerah situ.
"Nah ini kan rumahnya?",tanya Vina pada Riska yang kegirangan karena sudah menemukan rumahnya.
Dan di jalan lain seorang pria yang nampak keletihan muncul.
"Kakak itu ayah itu ayah",ucap Riska yang langsung berlari memeluk ayahnya.
Ayahnya yang nampak letih itu pun tampak kembali bersemangat ketika melihat putri kesayangannya.
"Terima kasih ya sudah mengantar Riska kami, saya sudah mencarinya keliling tempat ini namun tidak menemukannya, ternyata dia bermain dengan mu. Sekali lagi terima kasih ya",ucap om om yang tak lain adalah ayah Riska.
"Eh iya, sama sama om",Vina menjadi kikuk sambil berlalu meninggalkan ayah dan anak tersebut.
Vina sangat iri pada Riska, karena ia bisa mendapatkan kasih sayang seorang ayah, sedangkan Vina tidak. Vina iri karena dia tidak pernah sekali pun dipeluk atau digendong oleh ayahnya dan mendapatkan kehangatan seorang ayah. Vina sekali lagi melihat pemandangan ayah dan anak itu, dan mencoba membayangkan jika Vina digendong oleh ayahnya, betapa bahagianya mereka yang bisa mendapatkan kasih sayang kedua orang tua. Vina pun kembali ke rumah membawa Leto sambil sesekali menatap langit yang berwarna kuning itu.
----------------------------------
Mungkin Novel ini bisa mewakili perasaan kalian yang mengalami apa yang dialami Vina.
Dan novel ini tidak bertujuan untuk memamerkan kekerasan maupun perilaku yang tidak baik:).
Dan bagi kalian yang membaca novel ini jadilah seperti Vina yang selalu kuat mengahadapi segala cobaan yang menimpanya.
Silahkan Like dan Vote seikhlasnya ga ada paksaan kok:)
Vote 10 poin atau 10 koin juga gak papa kok:)
TETAP SEMANGAT UNTUK TERUS HIDUP!!