
Dengan nafas tersengal-sengal Siti Cs sampai di depan gerbang sekolah,Pak Udin yang melihat mereka pun sempat kaget. Pasalnya Siti Cs tidak pernah datang terlambat ke sekolah, tapi hari ini justru mereka datang saat jam pelajaran akan di mulai.
"Kenapa kalian bisa datang terlambat ? tanya pak Udin kepada Siti Cs.
"Kita terlambat karna kita tadi menolong orang di tengah jalan yang mobilny mogok pak,jadi kita bantuin mendorong mobil tersebut." Jawab Siti yang di anggukin teman-temannya.
"Ya sudah kalian masuklah,sebentar lagi pelajaran akan dimulai. Kalau kalian tidak cepat kalian akan mendapat hukuman karna terlambat."
"Siap Pak, asolole." Jawab mereka serempak dengan diakhiri candaan yang sllu bikin pak Udin tertawa.
Mereka pun berjalan menyusuri koridor sekolah dengar terburu-buru dan Alhamdulillah sampai dengan masuk mereka tidak terlambat.Sepanjang jam pelajaran Siti tidak fokus pada apa yang di terangkan oleh sang guru, fikirannya berkelana antar dia ingin berhenti sekolah atau melanjutkannya.
Di bangku sebelah, Ayum yang melihat Siti pun merasa aneh.Pasalnya Siti tidak seperti biasanya melamun saat jam pelajaran berlangsung,Ayum pun menyenggol tangan Siti, Namun,Siti tidak ada respon.
Akhirnya Ayum pun berbisik "Syuuttt...Siti" seketika Siti pun kaget dan menoleh "Ada apa?"tanya Siti
"Kamu melamun ya ? gk fokus sama pelajaran,kamu sakit Sit ?tanya Ayum dengan kwatir.
"Gak apa-apa Yum,Aku hanya sedikit pusing saja nanti juga sebentar lagi ilang sakitnya"
Siti sengaja berbohong karna dia tidak mau temennya tau apa masalah dia dan keluarganya,apa lagi Ayum adalah anak pak lurah yang notabenenya keluarga pak lurah tidak suka sama keluarga Siti.Sebisa mungkin Siti menutupi masalah itu karna dia tidak mau sampai Ayum tau dan marah sama orangtuanya terutama ibunya.
"Aku antar ke UKS ya Sit ?" tawar Ayum karna melihat sohib dekatnya itu terlihat lesu.
"Tidak usah Yum, Aku baik-baik saja" jawab Siti sambil tersenyum.
Bel istirahat pun berbunyi murid-murid pun berhamburan keluar,t tapi tidak dengan Siti.
Saat teman yang lain dengan semangat keluar kelas dia justru merenung memikirkan keputusan yang selama ini berputar-putar di otaknya. Ayum yang baru saja masuk ke dalam kelas pun mengernyit dan heran."Tumben Siti tidak keluar kelas" Gumam Ayum pelan namun tidak terdengar oleh Siti karna posisi Siti yang sedang melamun.
"Wooiii" Ayum menggebrak meja guna mengagetkan Siti, alhasil Siti pun kaget" Eehhh...Curuutttt" Siti yang kaget dan latah pun membuat Ayum seketika tertawa terbahak-bahak..."huahahahhah"
"Dasar teman jahat bikin kaget saja !bagaimana kalau tadi aku terkena jantung terus aku mati." Ucap Siti dengan wajah di buat sedih,yang mana membuat Ayum langsung merasa bersalah dan meminta maaf. "Maaf ya Sit, maaf yah ! habisnya kamu melamun terus dari tadi. Kamu kalau ada masalah bilang dong Sit,siapa tau aku bisa bantu"Tawar Ayum.
"Terimakasih ya Yum,beneran Aku tidak ada masalah apa-apa kok,kalau pun ada pasti aku cerita, kan kamu teman dekat aku."
Siti pun akhirnya pamit kepada Ayum untuk ke toilet, namun dia berbohong. Siti justru pergi ke ruang guru.
Tok
Tok
Tok
"Permisi Bu Sita"
"Silahkan duduk, ada apa Siti datang kemari? apa ada masalah di kelas? tanya Bu guru Sita karna beliau jarang melihat Siti masuk ruangan guru kalau tidak ada guru yang menyuruh dia membantu mengoreksi hasil ulangan murid-murid. Siti termasuk siswi yang berprestasi mangkanya banyak guru yang meminta tolong kepada SITI.
"Tidak ada masalah Bu, Siti hanya ingin meminta uanga tabungan sekolah Siti."
Bu Sita pun mengernyit heran,pasalnya Siti pernah bilang jika dia akan meminta uang tabungannya ketika sudah lulus nanti." Buat apa Siti ? bukankah kamu pernah bilang kepada ibu akan mengambil uang itu ketika kamu sudah lulus ?"
"Iya Bu, tapi sekarang Siti membutuhkan uang itu karna bapak Siti harus membayar hutang"jawab Siti dengan menunduk karna takut kalau dia berbohong, dalam hati Siti meminta maaf karna telah membawa-bawa bapaknya dalam hal ini."Maaf kan Siti pak"ucap Siti dalam hati."
"Ya sudah kalau memang kamu membutuhkan,ibu tidak bisa melarang kamu toh itu kan uang kamu sendiri Sit"
Bu Sita pun akhirnya mengecek buku tabungan siswa siswinya,kemudian beliau memberi tau Siti berapa jumlah uang tabungan Siti. "Ini Siti ambillah,jumlahnya Rp.427.000" ucap Bu Sita sambil menyodorkan uang kepada Siti dan buku kecil tabungannya.
Siti pun menerima uang tersebut dan berkata"Terimakasih Bu, Terimakasih banyak."
"Dan ini, ibu ada sedikit rezeki buat Siti," Bu Sita menyodorkan uang 50 ribu kepada Siti, " ambillah,ibu tidak bisa membantu banyak keluarga mu." Siti pun merasa bersalah, dia berbohong yang mana malah membuat orang lain atau lebih tepatnya gurunya sendiri jadi sasaran kebohongannya juga.
" Maaf Bu Siti tidak bisa terima,Siti tidak mau merepotkan ibu."
"Ambillah Siti,ibu tidak merasa di repotkan.kamu anak baik semoga kamu kelak bisa membahagiakan keluargamu terutama ke dua orangtuamu." Ucap Bu Sita kepada Siti.
Setelah mengambil uang tersebut dan mengucapkan terimakasih,Siti pun keluar ruangan guru tersebut. Namun saat di koridor sekolah dia ingin berbalik, tak sengaja Siti menabrak seorang pria berjas biru navi yang di belakangnya ada 4 bodyguard yang mengawal.
Bruuukkkk
"Aduuhhhhh...Pantatku,tepis sudah pantat sexi ku."Ucap Siti mencoba bangun sambil mengelus-elus pantatnya sambil menggerutu.
"Kamu tidak apa-apa ? " tanya pria tersebut saat mengulurkan tangan kepada Siti.
Saat Siti mendongak dia melihat dengan jelas pria tampan tersebut, Siti berkedip-kedip sambil berkata," Oh Malaikat "
Ekheemmmm... Laki-laki itu pun segera menyadarkan Siti dari lamunannya,dia melambai-lambaikan tangan di depan Siti sambil berkata "Hay...Kamu tidak apa-apa?"
"Oh iya saya tidak apa-apa"jawab Siti masih dengan keterpesonaannya kepada lelaki tersebut.
"Baiklah jika kamu tidak apa-apa, Permisi."
Mereka pun akhirnya berpisah,Siti pun beranjak dari tempat tersebut menuju kelasnya,sepanjang jalan dia senyum-senyum sendiri. Dari ujung koridor ketiga temannya yang melihat pun menghampiri, "Dari mana saja kamu Sit ? kita puterin nih sekolah buat nyari kamu." tanya Anif kepada Siti yang mana di balas senyuman oleh Siti.
"Dasar oneng, ditanya bukannya di jawab malah senyum-senyum kayak orang kesambet"timpal Edi menggerutu sambil memonyongkan bibirnya.