
Amirah dan Siti Yang melepas rindu pun akhirnya menghentikan acara berpelukannya. Mereka menoleh ke arah lelaki tersebut yang telah memeluk Oma. Siti dan Mira pun Akhirnya saling pandang, mereka heran kenapa mereka juga ikut berpelukan.
Oma pun memanggil Siti dan mengenalkan lelaki tersebut dengan Siti. "Ovi..Kemarilah! Ini kenalkan cucu teman Oma namanya Johan." Ucap Oma kepada Siti.
"Saya Ovi Tuan."
"Saya Johan! bosnya Mira, sekaligus cucu Oma." Sahut Johan.
Siti sempat terpana melihat wajah tampan Johan, dia menyengir dengan manisnya sambil mengedipkan mata. Namun semua itu terhenti kala Oma menjewer telinga Siti. "Aawwww." Rengek Siti Sambil mengusap-usap Kupingnya.
"Jangan genit! nanti Oma potong gaji kamu, mau?" gertak Oma kepada Siti yang di jawab dengan gelengan kepala.
Siti pun memperkenalkan sang kakak kepada Oma, dan sekarang di sinilah mereka berada. Mira mengajak Siti ke ruang bermain Ibra. Anak itu terlihat antusias sekali bermain bersama Siti. Mira bertanya apa saja yang telah terjadi. Lantas Siti pun menjelaskan semuanya, termasuk hubungannya yang tak di restui oleh Bu Lurah. Dari situ Mira berfikir, memang tidak seharusnya dia yang notabenenya orang miskin berpacaran dengan orang kaya.
"Kak! tau tidak? kalau ternyata bos kakak tuan Johan itu adalah lelaki yang dulu pernah Siti lihat di kampung." Cerita Siti dengan antusiasnya.
"Kapan dek? kok kakak nggak tau kalau kamu pernah lihat tuan Johan di kampung?"
"Itu karna kakak sudah kerja ke kota, jadi kakak tidak tau." Sambung Siti lagi. Dan tak terasa obrolan mereka sampai waktu makan siang tiba. Oma memanggil mereka bertiga dan mengajak makan siang bersama. Saat makan Handphone Oma berdering dan tertera nama Erick di layar handphone tersebut.
"Halo assalamualaikum."
"Waalaikum salam! Oma di mana?" Tanya Erick di seberang telfon.
"Oma di rumah Johan! kemarilah jemput Oma." Titah Oma kepada Erick
"Ngapain Oma di rumah Jojo?"
"Cepat otw! kebanyakan nanya kamu kayak wartawan gosip." Ucap Oma yang menurutnya terlalu kepo.
"Waalaikum salam."
"Siapa yang telfon Oma?" Tanya Johan.
"Erick, dia bertanya Oma di Mana. Oma jawab Saja di rumahmu, dan suruh jemput kesini."
Erick....kenapa aku jadi kepikiran dia. Batin Amirah bergelut dengan fikirannya.
Acara makan pun selesai, mereka berkumpul di ruang keluarga, kecuali Siti dan Amirah. Miss Diana menyuruh Mira untuk mengajak Siti ke kamar saja, supaya mengobrol dengan leluasa.
Di ruang keluarga Johan yang sedari tadi ingin bertanya kepada Oma, akhirnya memulai pembicaraan.
"Oma! apa Oma tidak merasa wajah Ovi itu familiar?" Tanya Johan
"Sejak pertama kali Oma bertemu dengannya. Oma sudah berfikir sama sepertimu, Ovi mirip sekali dengan Rio. Wajahnya, dan mata birunya, mirip sekali dengan kakak Mu." Ucap Oma.
"Tapi kan Kak Rio belum menikah Oma?"
"Siapa tau! itu benih dari wanita malam kakak mu!" Timpal Oma yang kadang suka Gedeg/jengkel dengan kelakuan Rio kakak Johan saat masih muda dulu.
"Bisa jadi juga Oma, tapi kenapa wanitanya tidak minta tanggung jawab sama kakak?"
"Coba tanyakan pada cicak-cicak di dinding." Gemas Oma dengan cucu temannya itu yang mana sudah di anggap cucu sendiri.
Miss Diana yang melihatnya mereka berdebat, hanya tersenyum sambil geleng kepala.
Bersambung