
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam" Sahut mereka bertiga serempak serta Merta menoleh ke arah suara berada.
"Oma siapa dia?" Tanya pemuda tersebut kepada sang Oma.
"Oh...Kenalkan ini!" Saat Oma menoleh ke Siti, Oma melihat Siti yang terbengong melihat pemuda tersebut tanpa berkedip. Oma pun lantas menyentil kening Siti yang mana membuat Siti mengaduh.
"Awwww...Oma kenapa senang sekali menyentil keningku Ku?" Keluh Siti dengan mengusap-usap keningnya.
"Salah sendiri kamu selalu bengong kayak orang kesambet" Ucap Oma cuek.
"Sini beri salam dan kenalkan ini cucu pertama Oma!" Ajak Oma kepada Siti sambil merangkul pundak Siti.
"Halo tuan ganteng, perkenalkan nama saya Si..." Belum selesai berbicara Oma sudah menyahut ucapan Siti.
"Namanya Sofia panggil saja Ovi!" Ucap Oma kepada sang cucu yang mana membuat Siti menatap Oma dengan mengernyitkan dahi,dan itu di sadari oleh Oma yang tengah menatapnya tajam seolah berkata!
"Diam saja kau nurut sama Oma"
"Erick" Sang cucu Oma pun menyambut uluran tangan Siti.
"Apakah kamu blasteran Ovi?"
"Ahhh...Tidak tuan, Ovi asli Jawa mau coba Ovi bicara pakai bahasa Jawa?" jawab Siti dengan cengengesan.
"Tidak usah! Aku hanya bertanya, baiklah Aku ke kamar dulu, capek ingin cepat istirahat. Oma! tidurlah sudah larut jangan lupa minum vitaminnya" Ucap Erick sambil mencium pipi sang Oma kemudian berlalu meninggalkan mereka bertiga.
"Kalian pergilah tidur!" Titah Oma kepada Bu Imah Dan Siti.
Bu Imah pun berjalan menuju ke kamarnya berada. Dan, saat berbalik ingin menutup pintu, Bu Imah di buat kaget karna ternyata Siti mengikutinya sampai kamar.
"Ngapain kamu ke sini Siti? Kamar kamu kan ada di sebelah sana!" Ucap Bu Imah
"Itu Bu...Nggh...Anu" Dengan takut-takut Siti berucap. "Siti takut ada" Sambil berbisik dan celingukan Siti berucap. "Ada Setan" Ucap Siti
"Gak ada setan Siti! Nyonya besar hanya bercanda saja.Karna di rasa kamu terlalu polos dan lugu,oleh sebab itu Nyonya besar menjahilimu" Jawab Bu Imah kepada Siti.
Siti pun memanyunkan bibirnya merasa sebal karna dia di jahili Oma.
"Jadi tidak ada setan Bu dan semua yang di bilang Oma bohong?" Tanya Siti kepada Bu Imah.
"Ya. Semuanya bohong! sekarang kamu kembalilah kekamarmu dan tidur, besok fikirkan apa yang akan kamu lakukan" Titah Bu Imah kepada Siti.
Siti masuk kamar dan berbaring di ranjang empuk nan halus serta lembut tersebut,dalam fikirannya dia berkata.
"Ya Allah maafkanlah Siti. Karna Siti sudah jadi anak durhaka,telah kabur dari rumah yang mana pasti membuat Bapak sama Emak kawatir. Ampuni dosa Siti ya allah" Ucap Siti sambil menangis tersedu-sedu, dan tak lama pun Siti terlelap karna kelelahan menangis.
**********
DESA BALONGREJO
Bu Diah shock mana kala tak menemukan Siti di dalam kamar, justru yang ada malah selembar surat tanda sang putri berpamitan.
"Emak, pagi-pagi sudah nyanyi ada apa?" Tanya Adit kepada Bu Diah yang mana malah membuat Bu Diah semakin kencang menangis.
"Huaaaaaaaa.....Kakakmu Minggat Dit" Jawab Bu Diah sambil mengelap ingusnya dengan rok yang di pakainya. Pak Zaki yang beres sholat Subuh pun menghampiri keributan yang terjadi di kamar anaknya tersebut.
"Ada apa sih Bu ribut-ribut? Dan kenapa Ibu menangis? tanya Pak Zaki kepada sang istri yang sedang memegang selembar kertas dan masih dengan keadaan menangis.
Bu Diah pun menyerahkan surat tersebut,dan Pak Zaki pun menerima serta membacanya. Pak Zaki kaget bukan kepalang mengetahui sang putri pergi dari rumah dengan alasan ingin mencari sang kakak dan mencari pekerjaan supaya bisa membantu orangtua.
Adit yang masih bingung melihat Ibu dan Bapaknya pun mengambil segera kertas yang di pegang Pak Zaki,kemudian membacanya.
"Hah!" kaget! Itulah yang Adit alami saat ini.Pasalnya, kakaknya itu belum pernah pergi ke luar kota. Bagaimana kalau kesasar, atau lebih ngeri lagi kakaknya itu di culik terus di jual. Itulah yang Adit fikirkan saat ini.
"Pak, cepat telfon kak Mira! bilang, kalau kak Siti menyusulnya!" Titah Adit kepada sang Bapak yang mana sedang menenangkan sang istri.
Bu Diah yang ingat tujuan sang putri kabur pun segera menghadap sang suami. "Benar Pak, cepat telfon Mira beritahu bahwa adiknya menyusulnya ke sana" Ucap Bu Diah kepada sang suami.
"Baiklah! Ayo kita pergi ke rumah Bu Haji!" Ajak Pak Zaki kepada sang istri dan putranya.Karna hanya Bu Haji orang yang punya hp di desa tersebut, dan yang sering di pinjamkan kepada siapa saja yang sanak saudaranya merantau di luar kota.
Sesampainya di rumah Bu Haji,Pak Zaki pun mengetuk pintu dan mengucap salam.
"Assalamualaikum.... Assalamualaikum" Dua kali salam pun akhirnya salam Pak Zaki terjawab. "Waalaikum salam" Ucap Bu Haji ketika membuka pintu yang mana berdiri 3 orang dalam keadaaan kusut.
"Ada apa Pak Zaki pagi-pagi sekali kesini? ada keperluan apa ya." Tanya Bu Haji dengan heran.
"Bu Haji! bisakah saya pinjam hp Bu Haji sebentar? saya ingin menghubungi Mira Bu" Ucap Bu Diah dengan memohon.
"Bukankah baru kemaren! Mira telfon sama Bu Diah?" Tanya Bu Haji.
"Masalahnya Siti kabur dari rumah dan ingin menyusul Mira ke kota Bu" Pak Zaki menjawab pertanyaan Bu Haji, yang mana Bu Haji pun kaget. Pasalnya Siti termasuk anak penurut,meskipun suka jahil. Pasti ada apa-apa dengan Siti. Itulah yang ada di fikiran Bu Haji sekarang.
Bu Haji pun dengan segera masuk kedalam kamar mengambil hp nya,kemudian balik lagi menghampiri Pak Zaki dan Bu Diah serta Adit di ruang tamu. Bu Haji menekan No yang sering Mira pake buat menghubunginya, dan saat tersambung, bukan Mira yang mengangkat telfon tersebut melainkan seorang lelaki.
"Halo. Assalamualaikum" Jawab sang lelaki tersebut.
"Waalaikum salam. Bisa bicara dengan Mira?" Tanya Bu Haji.
"Maaf dengan siapa ini kalau boleh saya tau?"
"Saya dari keluarganya yang di Kampung, bisakah Saya bicara dengan Mira?"
"Sebentar Bu saya panggilkan mbak Mira nya!" Ucap sang lelaki tersebut yang mana adalah seorang tukang kebun dimana tempat Mira bekerja.
"Trimakasih Pak" Ucap Bu Haji
Dan tak lama pun terdengar suara menyahut "Halo .... Assalamualaikum"
Bu Haji pun dengan segera memberikan hp nya ke pada Pak Zaki.
"Waalaikum salam nak, bagaimana kabarmu?" tanya Pak Zaki basa basi karna tak mau membuat sang putri di sebrang telfon kwatir.
🌹Maaf teman-teman kalau update nya lama,othornya sibuk nyari sebongkah berlian🤭 trimakasih yang sudah suport like coment dan rate5 serta vote,love you all😘🌹