
JAKARTA
Sore hari di taman terlihat seorang anak lelaki berusia 4 tahun sedang bermain mengejar bola, di sisi lain seorang gadis memperhatikan sambil mengawasi anak lelaki tersebut. Gadis itu adalah Amirah kakak pertama Siti yang kini bekerja di ibu kota sebagai seorang Baby sitter.
"Ibra pelan-pelan sayang," Teriak Amirah memperingatkan Ibra.
Namun tak di dengar sama sang punya nama karna asyik bermain, Saat Amirah mau menghampiri Ibra tiba-tiba terdengar suara rintihan dari arah pojokan taman. Terlihat seorang wanita hamil sedang memegangi perutnya sambil merintih kesakitan.
"Tolong" lirih suara wanita tersebut meminta tolong.
Amirah yang melihatpun merasa kasihan,dia pun celingukan ke kanan kiri melihat sekitar tak ada orang alias sepi. Dengan cepat Amirah menghampiri Wanita tersebut.
"Permisi, apakah mbak baik-baik saja.?"Tanya Amirah kepada wanita tersebut.
"Tolong...Tolong...saya mau melahirkan bawa saya kerumah sakit terdekat."
Amirah yang mendengar pun langsung kaget,pasalnya dia belum pernah menangani orang yang akan melahirkan.
"Ba..Baiklah tunggu sebentar saya akan menghampiri Baby Boss saya kemudian saya akan mengantar mbak ke rumah sakit."
Amirah pun berlari menghampiri Ibra yang sedang bermain bola sambil di jaga oleh pengawal yang khusus menjaga Ibra kemana pun Ibra pergi.
"Ibra yuk ikut nanny.!"
"Kemana Nanny,? Aku gak mau pulang aku masih pengen main."
"Pak bisakah Bapak menolong saya, disana akan ada seorang wanita melahirkan. Bisakah bapak mengantarkan dia ke rumah sakit terdekat ?" Pinta Mira kepada sang pengawal sekaligus supir tersebut.
Pengawal tersebut mengangguk dan berkata baiklah mbak Mira.
Ibra pun mengarahkan wajahnya melihat sang pengawal pergi melangkahkan kakinya kemana, dan saat melihat wanita itu kakinya mengeluarkan darah sontak Ibra pun berlari menghampiri wanita Tersebut.
"Are you oke aunty ?" tanya Bocah lelaki itu kepada wanita Tersebut. Namun tak ada jawaban karna wanita itu sudah sibuk memegangi perutnya sambil merintih.
Amirah dengan cepat menyuruh pengawal itu untuk membopongnya ke mobil.
"Pak cepat pak kasihan mbaknya ini"
"Iya mbak Mira sabar mbak"
"Nanny takut," sambil memeluk leher Mira Ibra pun menahan tangis"
"Hai Boy kenapa takut hmm?" Tanya Mira kepada Ibra.
"Tadi Ibra lihat darah Ibra takut Nanny"
"Sssttttt...Jangan nangis yah ada Nanny di sini sama kamu," Sambil mengusap punggung sang Baby Boss.
Sesampainya Di rumah sakit pengawal tersebut berlari sambil menggendong wanita hamil itu dan Mira berteriak meminta bantuan.
Di depan ruang bersalin ketiga orang tersebut menunggu sambil duduk di kursi tunggu,Ibra yang sudah terlelap dalam gendongan Mira terbangun saat mendengar suara pintu ruang bersalin terbuka.
"Maaf dimana suami wanita tersebut ?" tanya sang dockter.
Mira dan pengawal itu pun saling melirik dan Mira menjawab "Maaf dok kami bukan keluarganya kami menemukan wanita itu tadi sedang duduk di taman."
"Apakah tidak ada keluarga yang bisa di hubungi ?"Tanya sang dokter
Mira yang ingat kalau dia sempat mengambil tas wanita itu sebelum pergi kerumah sakit, meminta sang pengawal buat mengambilkan tas tersebut di dalam mobil.
"Pak Maman nama pengawal itu,Pak bisa tolong ambilakan tas mbak hamil tadi di jok belakang ?"
"Baik Mba Mira"
Setelah Pak Maman mengambil tas itu dia pun menghampiri Mira," Ini Mbak"
Amirah mencoba mencari dompet wanita tersebut dan menemukan sebuah kartu nama dan tanpa fikir panjang dia menghubungi no tersebut.
Kring Kringgg
"Halo," jawab orang di sebrang telfon.
"Waalaikum salam,dengan siapa ini ?"
"Maaf apakah anda mengenal wanita yang bernama Gabriel,? karna saat ini mbak Gabriel sedang di rumah sakit."
Tanpa berfikir panjang laki-laki di seberang telfn pun seketika mematikan telfn dan melacak GPS di mana lokasi sang Adik berada.
Sesampainya di rumah sakit lelaki itu pun berlari ke resepsionis dan menanyakan apakah ada pasien yang bernama Gabriel, namun resepsionis itu menjawab tidak ada.
Lelaki itu pun bertanya lagi apakah barusan ada pasien yang akan melahirkan.
Dan sang resepsionis pun berkata ada dan sekarang sedang berada di ruang bersalin.
Tanpa menunggu penjelasan sang resepsionis lelaki tersebut berlari ke ruang bersalin dan tepat di ruangan itu dia melihat ada seorang lelaki paruh baya dan seorang wanita yang menggendong anak kecil sambil duduk bersandar di kursi.
Lelaki itu pun menghampiri Pak Maman dan bertanya, "Maaf Pak apakah tadi wanita ini yang menelfon saya mengabarkan bahwa ada wanita yg akan melahirkan ?"
Tanya lelaki itu kepada Pak Maman.
Pak Maman pun menjawab, "Iya Tuan tadi saya dan Mba Mira melihat Mbak yang hamil tadi meminta tolong dan....
Sebelum pak Maman selesai bicara pintu ruang bersalin terbuka dan menampilkan sosok docker, Lelaki itu pun bertanya. "Bagaimana keadaan Adik saya Dok ?"
"Oh Tuan Johnson" Sapa sang dockter.
Yah lelaki itu adalah seorang pengusaha muda yang bernama RICKY JOHNSON, atau lebih tepatnya Anak pertama dari keluarga Johnson.
"Bagaimana keadaan Adik saya Dok,?" Tanya Erik kepada Sanga dockter.
"Selamat tuan anda telah mendapatkan seorang keponakan yang sangat cantik."
"Bolehkah saya menemuinya dok.?"
"Tunggu sebentar tuan bayi dan ibunya sedang di bersihkan dan akan di pindahkan
ke ruang perawatan."
"Baiklah dockter terimakasih"
Setelah dockter itu pun pergi Erick menghampiri pak Maman dan mengucapkan terimakasih karna telah membawa sang adik ke rumah sakit dengan cepat. Karna di tidak tau bagaimana kalau sampai tidak ada yang menolong adiknya. Kemudian Ricky menengok sebelah kursi yang mana Mira sedang tertidur sambil memeluk tubuh Ibra.
Mira yang mendengar percakapan antara Erick dan pak Maman pun segera bangun dan menanyakan bagaimana keadaan wanita hamil tadi.
"Pak Maman bagaimana Pak,Apakah sudah lahir bayinya mbak tadi.?"
"Sudah Mir bayinya perempuan dan sekarang sedang di bersihkan"
Mira yang mendengar pun matanya berbinar dia bahagia bisa menyelamatkn Mba hamil Itu.
Mata Erick pun tak lepas dari mengamati Mira yang sedang berbicara dengan pak Maman.
Saat Mira menoleh ke arah Erick mata mereka saling beradu,Erick terpesona dengan wajah ayu Mira.Sebaliknya pun seperti itu dengan Mira.
"Ekhemm"
Suara deheman pak Maman pun membuyarkan aksi saling pandang dua orang tersebut yang Mana membuat mereka salah tingkah.
"Mira kenalkan ini pak ERICK kakak dari mbak yang tadi kita tolong."
"Erick pun mengulurkan tangan kepada Mira,"
"Erick"
"Amirah"
Saat bersamaan Ibra yang ada dalam gendongan Mira pun terbangun.
"Nanny lapar" lirih Ibra dengan suara serak khas anak-anak bangun tidur,Mira pun tersenyum.
"Ya sudah ayo kita Pulang Baby Boy"