
Erick menyetir dengan pelan dan santai, di dalam mobil dia menyalakan musik yang saat itu dia sukai. Lagu Westlife yang berjudul Soledad. Erick mengendarai mobil hitamnya dengan kecepatan sedang, dia memperhatikan jalanan yang saat itu lenggang. Sambil melihat GPS, dia mengoceh sendiri. Karna, jaraknya lumayan jauh dari kantornya berada. 45 menit sudah jarak yang di tempuh, akhirnya dia sampai di mana tempat yang Oma kirim lokasinya. Erick masuk mengikuti ART yang mengantarnya untuk bertemu Oma dan Johan berada. Sesampainya di ruang keluarga Erick pun mengucap salam.
"Assalamualaikum."
Mereka bertiga yang sedang asyik bercengkrama pun menoleh dan menjawab salam tersebut.
"Waalaikum salam."
"Jo! punya rumah lokasinya jauh sekali, apa tidak sekalian saja loe bikin rumah di Timor Leste sana?" Kesel Erick karna dia merasa sungguh lelah hari ini.
Johan yang mendengar gerutuan Erick pun hanya terkekeh dan menepuk pundak sang teman kecilnya itu. Kemudian mereka berpelukan dan bertos ria apa lelaki.
"Ide loe boleh juga bro, kali aja di sana gue bisa mendirikan perusahaan juga." sahut Johan yang malah membuat Erick cemberut.
Ya....,Rio,Johan dan Erick adalah teman sejak kecil. Tapi seiring berjalannya waktu, saat masuk sekolah menengah mereka berpisah. Erick yang di bawa ibunya ke Germany Dan meneruskan studinya di sana menjadi perpisahan untuk mereka bertiga. Namun setelah lulus kuliahnya, Erick pun kembali ke negara tercinta Indonesia.
"Oma! apakah Oma tidak akan pulang sekarang?" Tanya Erick kepada sang Oma yang sedang asyik berbincang dengan Istri Johan, Diana.
"Sebentar lagi, kamu istirahat saja dulu. Pasti kamu lagi cape Kan?" Titah Oma yang di jawab dengusan oleh Erick.
"Sudah lah bro, santai saja dulu di sini. Emang loe mau kemana lagi? Bukannya itu perusahaan loe dan loe juga pemimpinnya?"
"Gue lagi badmood bro! entah kenapa gue pengen banget marah-marah akhir-akhir ini." Ucap Erick, yang mana membuat Johan menggeleng-gelengkan kepala.
"Cewek apaan! gue kagak ada cewek bro." Jawab Erick sambil memakan cemilan keripik pisang. Kesukaan othornya... wkwkwkk
Tak terasa 1 jam pun berlalu, obrolan ngalor ngidul yang mereka lakukan pun, seperti hanyalah hitungan detik saja. Oma dan Erick pun akan berpamitan untuk pulang. Namun sebelumnya, Miss Diana pun memanggilkan Mira dan Siti yang ada di kamar belakang.
Mereka pun keluar kamar dan berjalan menuju ruang kekuarga, Mira yang melihat ada seseorang lagi tamu ,yang sedang duduk membelakanginya pun di buat lagi kaget.
"Kenapa suara ini seperti aku mengenalnya, dan tidak asing di telinga." batin Mira mulai bermain
Namun, saat Erick berdiri dari duduknya dan tanpa sengaja menghadap kebelakang. Dia di kejutkan dengan sosok wanita cantik yang selama ini berputar-putar wajahnya di otak Erick. Hal yang tak pernah Erick duga, bahwasannya dia bisa bertemu wanita idamannya.
...Sama halnya dengan Mira, dia pun kaget dan terbengong dengan apa yang saat ini dia lihat....
Oma yang dengan keisengannya pun mulai menyentil kening Eric, meskipun harus sedikit berjinjit karna postur tubuhnya yang tinggi
Takk
"Aaawww! Kenapa Oma selalu menyentil kening ku? malu di lihat banyak orang." Keluh Erick kepada sang Oma.
Bukan karna sakitnya tapi karna?
🌹Up lagi nih teman-teman, terimakasih buat like coment dan rate5 serta votenya. Love you all.🌹