
Pagi hari menyingsing suara burung berkicau, udara dingin menyambut.
Siti menggeliat dari tidurnya mendengar suara adzan berkumandang,niat membuka mata tapi terasa lengket dan berat, Mungkin efek dari menangisnya semalaman yang membuat pagi ini mata Siti bengkak Segede biji kelapa...Hahaha.๐
"Huh"...Menghela nafas Siti bangun dan berjalan gontai menuju kamar mandi untuk bebersih dan mengambil wudzu.
Setelah selesai menunaikan ibadah sholat subuh, Siti langsung ke dapur guna membantu ibunya memasak.
Ibu Siti pun kaget melihat mata Siti bengkak.
"Sit...Mata kamu kena nak, Habis di gigit Tawon atau di kencingin Kecoak.?"
Tanya Bu Diah Kepada Siti.
"Kalau dikencingin kecoak mana kecoaknya biar ibu pites tuh Kecoak," sambil membawa sapu berjalan ke arah kamar Siti dan Adit.
"Dasar Kecoak kurang ajar gak punya sopan santun, gak pake celana apa itu Kecoak ngencingin anak ku yang cantiknya paripurna kayak Luna Maya."
Celoteh Bu Diah sambil ngomel-ngomel mencari-cari di mana keberadaan kecoak tersebut.
Yang Siti pikir entah ada atau tidak itu kecoak.
Poor Kecoak
Dari belakang pak Zaki pun menghampiri istrinya yang pagi-pagi sudah ribut-ribut.
Pak Zaki melihat Siti, yang menurut Siti bapaknya bertanya ada apa.
Tapi Siti hanya menggedikkan bahunya.
"Ono opo tho Buk, esuk-esuk wes ribut koyok pasar wae (Ada apa sih buk pagi-pagi sudah ribut kayak pasar saja).?"
"Ini Pak, Ibu lagi nyari Kecoak yang sudah ngencingin mata Siti.Bapak gak lihat apa mata Siti bengkak gitu."omel Bu Diah
Pak Zaki pun mengernyitkan alis berfikir.Kecoak..!๐คจ
"Bapak gak lihat mata anak gadis kita bengkak Segede kelapa ijo gitu, "kesal Bu Diah. " Itu ulah kecoak yang gak bercelana itu pak, keliyaran di kamar dan kencing sembarangan."
"Lihat saja kalau ketemu ibu bakal pites terus ibu remes-remes biar jadi abon.๐ "
"Udahlah Bu mungkin Kecoaknya gak sengaja lewat trus kencing.jadi itu Kecoak gak lihat kalau kena mata Siti."bela pak Zaki
"Biar nanti bapak yang nyari kecoaknya ibu terusin masaknya, kasihan nanti Siti telat sekolah."
Sebenarnya pak Zaki tau alasan anaknya kenapa matanya bisa bengkak seperti itu. Karna tadi malam sewaktu pak Zaki ingin ke WC beliau mendengar suara Isak Tangis yang berasal dari kamar Siti.
Pak Zaki pun mendekati kamar tersebut dengan diam-diam, dan melihat Siti yang terisak dengan di tutupi bantal.
Beliau berfikir, pasti Siti mendengar pembicaraan antara dirinya dan Bu lurah tadi.
Ingin menghampiri tapi beliau urungkan,mungkin besok jika ada waktu senggang beliau akan mengajak Siti berbicara berdua.
ย
๐น๐น๐น๐น
ย
Ketiga teman Siti pun menghampiri dan memanggil Siti dari luar rumah.
"Woyyy...Paulina... Rodrigo's datang, teriak Edi memanggil Siti."
Di dalam rumah siti berpamitan dengan Ibunya tidak dengan Bapaknya.Karna Pak Zaki sudah pergi kesawah untuk bekerja.
Pak Zaki kerja di sawah milik orang lain, karna beliau tidak punya sawah sendiri.
Beliau hanya memiliki pekarangan yang lumayan luas di belakang rumah yang saat ini di tanami berbagai sayur dan cabai guna menghemat biaya belanja.Jadi hasil berkebun tersebut bisa di masak setiap hari.
"Pagi-pagi sudah teriak-teriak, habis sarapan mercon kowe.?"
"Ayok...Mumpung masih pagi kita berangkat, soalnya hari ini aku ada piket."
Empat sekawan pun berjalan dengan riang di iringi Senda gurau dan celetukan-celetukan yang membuat Edi jadi sasaran keisengan mereka.Hingga di pertengahan jalan Siti melihat Pak Bambang yang orang kaya tapi pelitnya membahana.
Seketika ide jahil muncul di kepala Siti sambil senyum-senyum ๐yang bikin ketiga temannya heran,dan melihat arah pandang mata Siti kemana.
Udah pasti nih markonah siap ber'aksi lagi bikin ulah, gumam Anif dalam hati.
"Jangan bilang Sit kamu mau.".๐ฒ,Belum selesai Anif bicara Siti sudah lebih dulu jalan mengendap-endap kebelakang mobil pak Bambang layaknya detektif yang akan menggerebek pencuri.
Ketiga temannya pun hanya melihat dari jauh apa yang dilakukan Siti saat ini.
Siti mengeluarkan botol minumnya kemudian membuang airnya. Dengan cepat Siti memasukkan botol tersebut ke dalam kenalpot mobil Pak Bambang yang kebetulan pak Bambang sedang berbicara dengan salah satu orang yang bekerja di sawahnya tersebut.
Sepertinya beliau memberi tau apa yang harus di lakukan oleh orang itu.
Dengan sigap Siti buru-buru dan kembali menghampiri teman-temannya dan cengengesan.
"Gila kamu Sit, gimana kalau mobil pak Bambang rusak.?"
Tanya ayum yang melihat Siti dengan geleng-geleng kepala.
"Tenang coy....Kita lihat saja kalian gak usah kwatir, " sahut Siti sambil merangkul ayum dan kembali berjalan ke sekolah.
Belum lama mereka berjalan pak Bambang lewat membunyikan klakson,supaya 4sekawan itu minggir jangan terllu tengah jalannya.
Pak Bambang pun berhenti di samping anak-anak tersebut dan membuka kaca mobil.
"Anak-anak manis kalau jalan jangan ngejejer kayak pindang gitu. Kalau ada motor atau mobil lewat terus kalian keserempet gimana.?Siapa nanti yang di salahin," tegur pak Bambang yang membuat Siti beserta ketiga temannya mundur teratur.
"Baik pak."
Jawab mereka serempak dan melanjutkan jalannya kembali.
Saat sedang memandang ke empat anak-anak tersebut yang mulai menjauh, Pak Bambang pun mulai menyalakan mobilnya kembali, tapi tak bisa nyala mobil tersebut.
Dari kejauhan Siti memandang Pak Bambang yang turun dari mobil dan membuka kap depan mobilnya.
"Coy...Kita berhenti dlu."
"Kenapa lagi sih sit, nanti kita bisa telat," Sahut Anif yang mulai kesal sama Siti.
"Tuh kalian lihat Pak Bambang."
Seketika Anif,Ayum,Edi pun menoleh kebelakang,melihat Pak Bambang yang mondar-mandir mengecek mobilnya.
"Bukannya itu ulah kamu Sit.?tanya Edi."
"Yoyoy...Kita samperin yuk."
"Kamu bercanda kan sit.!" Ayum heran kepada Siti, dia yang ngejahilin tapi dia juga yang mau nyamperin.
"Aku nggak mau nanti kalau pak Bambang tau kalau ini ulah kamu terus kita yang kena getahnya,tau sendiri pak Bambang kalau marah kayak kucing mau kawin."
Omel ayum kepada Siti.
"Tenang saja gak bakalan ketahuan yang ada kita nanti malah bakal untung." Mereka bertiga pun melihat Siti yang senyum-senyum sambil menaik turunkan alisnya.
Firasat mereka bertiga pun sudah tidak enak, mereka pikir pasti bakal kena amukan kucing garong alias pak Bambang.
"Ya sudah ayo," ajak Siti yang sudah jalan duluan menghampiri pak Bambang dan sesampainya mereka di depan pak Bambang.
"PAK "....Panggil Siti ke Pak Bambang.
"KALIAN.....!!