
Ayum menggoyang-goyangkan badan siti, tapi Siti tak kunjung bangun.
Setelah mendengar suara lelaki yang entah mereka tidak tau siapa itu,Siti pingsan dan di gotong dibawa pulang oleh ke 3 temannya.
"Sit...Siti...Bangun nak,kamu kenapa bisa begini.Jangan mati dulu nak,.hiks...Ibu Siti pun meraung menangisi Siti yang tak kunjung sadar.
"Gimana nih, kenapa Siti belum sadar-sadar juga." Ayum panik dan takut karna biasanya Siti belum pernah mengalami kejadian seperti ini.
Ibu Siti sudah ngasih minyak angin ke hidung Siti tapi belum juga sadar dan gak ada pergerakan, sudah seperti kebo tidur aja.
"Aku punya ide, celetuk Edi.!"
"Apa itu..?" Serempak ayum dan anif pun bertanya.
Tanpa menunggu lama Edi membuka sepatu dan kaos kakinya, kemudia mendekatkan kaos kaki tersebut ke hidung Siti.
"Huuaacinggg" Seketika Siti pun bersin dan menggosok-gosok hidungnya.
Mereka pun saling pandang dan tertawa,....Hihihi
"Kenapa gak dari tadi aja sih Ed, tau gitu ibu kasih tuh kaos adit yang sudah 2hari belum di cuci."
Siti yang baru sadar pun bertanya,kenapa semua orang pada kumpul di rumahnya.
"Buk...Ada apa ini.?
Ibu gak lagi syukuran kan kenapa banyak orang kumpul di sini ?"
"Tadinya ibu mau syukuran kalau kamu gak sadar-sadar sampai besok," kesel Bu Diah.
"Emang Siti kenapa buk,?"
"Kamu baru saja pingsan Sit, pas lihat bule kece di pinggir jalan tadi. Ngapain sih kamu pake acara pingsan segala ngelihat orang kyak gak pernah lihat orang saja.Celetuk Bu Diah sambil memberikan minum Siti."
"Nih minum dulu," sambil menyodorkan air untuk di minum Siti.
Siti yang melihat wajah ibunya sendu, meski ucapannya selalu nyeletuk kasar tapi Siti tau. Kalau ibunya sayang dan kwartir sama dia.
"Makasih buk."
"Yum...kamu lihat gak tadi tuh bule, ampuunn...Cakepnya kayak artis Hollywood Paul Walker."
"Bu Diah pun menyentil kening Siti, ngayal mulu jadi orang."
"Apaan sih buk,sakit tau." Siti pun mengusap-usap keningnya.
"Kita juga lihat Sit tapi gak over kayak kamu.Baru lihat bule gitu aja udah pingsan gimana kalau di ajak jabat tangan, auto innalilahi kamu Sit." Hahaahah,mereka pun tertawa.
"Sialan...Jahat banget kamu Ed mendoakan aku cepet mati ya.?
Kalau aku mati aku bakalan gentayangan didesa ini, mau kamu aku kayak gitu.?"
"Yahh...Jangan dunk Sit,kita kan hanya bercanda."
"Udah-udah...Sana pada pulang, nanti dicari sama orang tua kalian karna gak pulang-pulang.Kasihan mereka nanti pada nyariin kenapa sampai sore anaknya belum pada pulang."
Ketiga teman Siti pun akhirnya pamit pulang. "Buk pamit dlu ya," sambil bergantian mencium tangan ibu Siti.
"Iya hati-hati ya.! Dan ibu ucapin terimakasih sudah membawa Siti pulang."
"Iya bu sama-sama, Ibu gak usah bilang terimakasih kita sebagai teman Siti akan selalu saling bantu."
🌹🌹🌹
Dijalan ke tiga teman Siti bertemu pak Zaki.
"Loh....Kenapa udah sore baru pada pulang, tanya pak zaki.?"
"Ehh...Bapak, tadi kita anterin Siti dulu pak pulang karna Siti pingsan."
Pak Zaki yang mendengar Siti pingsan pun seketika kaget dan lari menuju kerumah.
Pasalnya Siti belum pernah pingsan meskipun habis jatuh dari pohon atau apa pun itu.
Ketiga teman Siti pun melongo melihat pak Zaki lari tanpa mendengar penjelasan lengkap dari mereka.
Sesampainya di rumah,Pak Zaki pun mencari siti yang kebetulan lagi cuci piring di belakang.
"Sitiiiiii....Buk..Buk...Siti mana buk,? Pak Zaki panik mencari Siti dikamar tapi gak ada.
Bu Diah pun bertanya, "Bapak kenapa sih pak,Habis dikejar-kejar anjing tetangga lagi ya.?"
"Siti mana buk.?"
Pak Zaki pun menghampiri Siti dan memeluk tubuh anak gadisnya tersebut.
"Kamu gak apa-apa nak.?"
"Bapak kenapa sih Pak nanya gitu, Bapak gak lihat Siti baik-baik saja."
"Tadi bapak berpapasan di jalan sama teman-teman kamu, mereka bilang katanya kamu pingsan.Ya Allah nak bapak kwatir sekali kan kamu blm pernah pingsan, syukurlah kamu baik-baik saja."
"Siti gak apa-apa kok pak cuma kaget saja."
Pak Zaki pun mengernyit dan bertanya,"Kaget..Kaget kenapa.?"
"Iya pak, Siti kaget soalnya seumur-umur Siti baru lihat laki-laki bule cakep di depan mata Siti langsung, kayak artis Hollywood yang sering Siti lihat di TV.😁"
Pak Zaki pun menepuk jidatnya sambil geleng-geleng kepala,Kenapa saya punya anak onengnya minta ampun.Lihat orang bule aja sampai pingsan, apa dulu waktu bayi di gebrak tempayannya kurang kenceng ya.Gumam pak Zaki dalam hati.
"Bapak kenapa pak diam saja,kayak orang kesambet.?"
"Gak apa-apa kok nak, Bapak lega Siti gak kenapa-napa,Ya sudah bapak mau mandi dulu."
🌹🌹🌹🌹
Malam hari saat Siti sedang belajar,Siti mendengar ada yang mengetuk pintu.
Tok
Tok
Tok
"Dit lihat gih siapa tuh yang ketuk pintu, Bapak lagi wiridan ibu lagi di dapur."
"Kenapa gak kakak saja yang bukain.?" Tanya Adit.
"Kamu gak lihat kakak lagi belajar.?"
"Adit juga lagi belajar sama kayak kakak,"Bela Adit
"Ngelawan ya di suruh sama kakak, nanti gak bakal kakak kasih jajan lagi kalau kakak beli."
"Huh..."dengan berat hati sambil memanyunkan bibirnya Adit melihat siapa yang mengetuk pintu malam-malam gini,Mana abis maghrib lagi. Takutnya mbak Kun-kun..hihihi😟
Adit pun kembali lari lagi dan mencari ibunya ke dapur.
"Buk...Ada yang ketuk pintu tuh minta di bukain."
"Kenapa gak kamu bukain sih Dit, Ibu lagi beresin piring nih bekas kalian makan."Sahut Bu Diah.
"Adit takut buk."
"Takut apa sih.? Buka pintu aja takut." Marah Bu Diah
"Kan habis Maghrib buk, Adit takut yang ngetuk pintu bukan manusia."
"Trus kalau bukan manusia siapa.? ada-ada saja kamu itu."
"Ya siapa tau mbak Kun,mas poci atau om Wowo."
"Husttt...kalau ngomong suka sompral,emang kamu mau mereka datengin kamu.?"
"Gak mau buk."
Di tengah-tengah mereka ngobol suara ketukan pintu pun terdengar lagi.
Tok
Tok
Tok
"Tuh buk lihat cepetan adit gak mau."
Bu Diah pun berjalan ke depan dengan Adit yang mengekori di belakangnya sambil memegangi baju ibunya karna takut.
Bu Diah pun membukakan pintu,Terlihat seseorang berdiri berpakaian putih menghadap kebelakang pintu.
Sontak Adit pun teriak dan berlari ke dalam kamar, "Se..Se.Setaaaaannnnnn....!!!"
Saat Berbalik Bu Diah pun kaget melihat siapa tadi yang mengetuk pintu rumahnya.