Siti Anak Desa

Siti Anak Desa
Bab 22 SEPEDA MOTOR



"Aaaaww! Kenapa Oma selalu menyentil kening ku? malu di lihat banyak orang." Keluh Erick kepada sang Oma.


"Salah sendiri malah bengong! lihat tuh Iler kamu sampai netes." Usil Oma yang sengaja ngerjain Erick. Oma tau bahwa tadi, cucunya itu sedang terkesima melihat 2 gadis cantik yang sedang berjalan ke arah mereka. Namun Oma belum tau cucunya itu terkesima dengan siapa? Oma berfikir, kalau sampai Erick menyukai Siti. Oma bakalan kebiri itu Erick, Pasalnya umur Siti dan Erick terpaut jauh.


Namun saat Oma sedang asyik sendiri dengan perang batinnya, Oma justru di buat melongo lagi dengan kelakuan sang cucu.


Pasalnya, Erick dengan tiba-tiba sudah memeluk Amira. Sontak itu membuat semua orang yang ada di sana melongo dan tercengang. Mereka pun saling asyik perang dengan fikirannya sendiri.


'*Dasar cucu sableng! sejak kapan dekat dengan wanita? dan, apa itu tadi? main meluk saja anak orang.' oceh sang Oma


'Sejak kapan ini es batu jadi turun wibawa, maen meluk cewek sembarangan dan tak memperdulikan sekitar.' Johan pun tak kalah heran dengan kelakuan sahabatnya itu, karna Erick sejak dulu terkenal dingin dan masa bodo,semua wanita yang mendekatinya pasti akan berakhir patah hati. Karna di tolak oleh dia.


'Etttt.. Apa-apaan ini? kenapa tuan Erick memeluk kak Mira? apa mereka pernah bertemu sebelumnya? atau mereka pacaran?'


Siti yang sedang bergulat dengan fikirannya pun berusaha membuat, jangan sampai kakaknya itu jatuh cinta lagi kepada orang kaya. Siti trauma jika nanti keluarganya terutama orang tuanya di hina kembali.


"Oh My God." Teriak Siti sambil memegang kedua pipinnya."


Lagi dan lagi semua orang pun kaget dengan reaksi Siti barusan. Namun! sesegera mungkin Siti mengucapkan maaf sambil mengatupkan kedua tangannya.


Amirah yang masih sock dengan perbuatan Erick pun hanya diam tanpa kata, Amira fikir mungkin Erick salah orang. Atau Erick dalam mode oleng kayak Authornya....kwkwkwk


"Tuan bisa lepaskan saya? saya tidak bisa bernafas?" Ucap Mira supaya lepas dari pelukan Erick, pasalnya Mira melihat sekeliling semuanya terbengong-bengong.


"Ah.. Maaf! Aku terllu nyaman memeluk mu." Erick dengan santainya mengajak Mira berbicara tanpa memperhatikan sekitar.


"Kenapa tuan memeluk saya? bagaimana kalau istri tuan marah, terus saya di sebut pelakor?"


"Sudah ku bilang jangan panggil tuan! panggil namaku Erick. Dan lagi tidak akan ada yang marah walaupun kamu mencium ku sekali pun!" Timpal Erick dengan percaya dirinya. Dan itu membuat sang Oma dan yang lainnya langsung melotot, tarutama Oma.


'Dasar bocah sableng! apa tidak berfikir apa yang barusan di ucapkan.'


"Ekheemm"


Semua orang langsung menoleh ke arah sumber suara berada, siapa lagi kalau bukan, Oma.


Erick yang baru sadar, dengan apa yang dia lakukan pun sontak melepaskan genggaman tangannya pada Mira.


'Mati aku! Mak lampir pasti mode on tanduknya. Kenapa tadi aku bisa tak sadar dan melakukan ini semua.'


"Sudah selesai acara tali kasihnya?" Sindir Oma kepada sang cucu. Johan yang melihat hanya menyengir dan geleng kepala. ternyata Teman es batunya luluh juga dengan Baby sitter Anaknya.


"Oma! Kenalin ini Amirah teman Erick." Ajak Erick dengan menggandeng tangan Amira, yang mana malah semakin membuat orang yang berada di ruangan tersebut terbengong kembali. Amirah yang merasa tidak tau apa-apa itu hanya menurut.


"Kalau Erick manggil Oma, berarti Erick cucu Oma. Terus kenapa tadi Erick memeluk ku? Bagaimana ini? Gimana kalau Oma marah dan meminta tuan Johan untuk memecat ku." Amirah bergelut dengan fikirannya, dan saat dia sadar ada yang memanggil namanya pun langsung segera melepas tautan tangannya dengan Erick.


"Kamu kenapa Mir?"


"Tuh denger!" Timpal Oma sambil menjewer kuping sang cucu. "Awww! Omaaa! Erick bukan anak kecil lagi, kenapa Oma selalu menjewer atau menyentil kening Erick?" Protes Erick, karna dia malu di lihat semua orang. Apa lagi wanita yang dia cintai. Tunggu dulu,Cinta... Apakah aku mencintai Mira?.


"Sudah-sudah Oma sudah kenal siapa Mira,dia kakaknya Ovi." Ucap Oma


Erick kemudian menoleh ke Siti, kemudian menoleh lagi ke Mira.


"Benarkah kalian bersaudara? kenapa kalian tidak mirip? Ovi lebih kebule-bulean sementara kamu Mira asli wajah gadis Indonesia." Ucap Erick sambil memperhatikan wajah Mira yang di depannya.


Mira yang merasa di perhatikan pun merasa Malu, dan timbullah kemerah-merahan di pipinya. Akhirnya dia pun menunduk supaya menghindari tatapan Erick.


"Ayo pulang! jangan hanya bengong." Putus Oma, karna sudah malu dengan kelakuan sang cucu yang malu-maluin.


"Oma sebentar lagi yah? 10 menit lagi kita pulang." Tawar Erick kepada sang Oma.


"Ga bisa! kita pulang sekarang! atau Oma akan bilang sama Johan buat gak ngebolehin kamu ketemu Mira nantinya."


"Baiklah! kita pulang sekarang." Dengan terpaksa dan dengusan pun, Erick mau tak mau menurut. Karna kalau tidak, Oma akan lebih kejam lagi kepadanya.


Mereka pun akhirnya berpamitan pulang, di dalam mobil Erick masih saja menggerutu. Erick padahal masih ingin lama-lama bersama Mira.


Sesampainya di rumah, Oma pun turun di susul Siti di belakangnya.


"Ovi! kamu mandilah setelah itu kita jalan-jalan berdua keliling komplek."


"Baik Oma, Ovi pamit mau bebersih dulu. Apakah ada yang Oma inginkan?" Tawar Siti sebelum masuk kamarnya.


"Tidak perlu! kamu mandilah! pakai celana yah jangan pake rok!"


*****


Kini Oma dan Siti pun sudah berada di garasi, Oma meminta sang supir buat mengeluarkan motor maticnya. Motor pun siap di depan sang Oma, Siti pun berfikir pasti Oma akan mengajak dia berkeliling dengan motor tersebut. Namun sayangnya, Oma malah meminta Siti buat memboncengnya keliling komplek. Sontak itu membuat Siti melongo.


"Ayok Ovi! Cepetan?" Ajak Oma kepada Siti yang masih bingung harus berkata apa.


"Emmm...Oma! Ovi tidak bisa bawa motor." Ucap Siti dengan takut dan malu.


"Jangan bercanda Ovi! jangan bilang kamu tidak mau Oma ajak keliling komplek?"


"Beneran Oma! Ovi tidak bisa bawa motor. Karna di kampung Ovi tidak punya motor."


Oma yang mendengar perkataan Siti pun akhirnya menghembuskan nafas, dan dengan terpaksa Oma yang akan membonceng Ovi.


"Ovi kamu harus belajar bawa motor, supaya nanti saat Oma suruh-suruh ke warung depan komplek, kamu bisa pergi sendiri mengendarai motor." Siti yang mendengar pun,matanya langsung berbinar. "Akhirnya aku akan bisa mengendarai motor, yesss."


"Tapi nanti kalau kamu sudah 1 blm di sini."