
Lelaki berumur 35 tahun itu bersantai di halaman belakang rumahnya sambil mengecek pekerjaan di tab yang berada di tangan kirinya,tiba-tiba saja dia mendapat panggilan telfon dari salah satu bawahannya.
Kring
Kring
Kring
"Halo"
"Halo sir, kami sudah melihat lokasi tempat untuk pembangunan pabrik tersebut,namun ada sedikit masalah !" jawab sang bawahan dengan nada sedikit takut,karna sang Boss selalu harus jika menginginkan sesuatu.
"Cepat beritahu masalah apa? Ucap Rio dengan tegas.
"Ada beberapa warga yang tidak ingin pindah dari desa tersebut,dan mereka tidak mau menjual tanah mereka meskipun saya sudah memberi tawaran 2x lipat dari harga umum."
"Aku tidak mau tau,secepatnya kamu urus dan dapatkan lokasi itu.Jika tidak ! segera kamu angkat kaki."
"Ba..Baik Sir"
Di seberang telfon sang bawahan sudah dalam keadaan pucat pasi,bagaimana tidak ! dia masih membutuhkan pekerjaan karna saat ini istrinya sedang hamil besar,kalau dia di pecat bagaimana dia bisa membiayai istri dan anak-anaknya kelak.Dengan tekat kuat dia akan berusaha mendapatkan tanah di desa tersebut,dan dia pun menyemangati dirinya sendiri dengan mengepalkan tangan ke atas."SEMANGAT"
🌹🌹🌹🌹
Amirah sudah rapi dengan pakaiannya,mungkin jika baby sitter lain memakai pakaian seragam tapi tidak dengan Mira. Miss Diana membebaskan Mira supaya tidak usah memakai pakaian seragam ala baby sitter,karna ! menurut Miss Diana, Mira sudah di anggap seperti keluarga.
Mira berjalan menggandeng tangan sang Baby Boss menuruni tangga,sesampainya di meja makan,Mira pun menyapa Sanga majikan "Morning Mis ?"Ucap Mira
"Morning to Mir, hai honey" jawab Miss Diana menyapa Sanga putra sambil mengecup pipi sang jagoan kecil tersebut.
"Hai mommy"
Mira mendudukkan Ibra di kursi dan segera menyuapi Ibra, setelah semua selesai mereka pun berangkat dengan urusannya masing-masing,Miss Diana ke butik dan Mira mengantar Sang Baby Boss ke sekolah.
Di sepanjang perjalanan Ibra selalu saja bertanya ini itu tentang apa yang di lihat di sepanjang jalan. Namun! tiba-tiba saja mobil yang mereka kendarai tersendat-sendat dan berhenti seketika, Pak Maman pun mencoba menyalakan kembali mobil tersebut,namun ! lagi-lagi tak kunjung menyala.
Mira yang berada di dalam mobil pun bertanya-tanya,"Tumben ini mobil mogok ! apa pak Maman telat men servicenya" gumam Mira dalam hati.
"Nanny kenapa mobilnya berhenti ?"tanya Ibra kepada Mira.
Mira yang fokus ke depan melihat pak Maman pun segera menoleh ketika sang Boss bertanya. "Sepertinya mobilnya haus minta minum," sambil tersenyum tipis Mira menjawab dengan candaan apa yang di tanyakan Ibra.
"Nanny memang mobil bisa haus ? terus minumnya apa ? bagaimana cara minumnya.?" Mira pun bingung harus menjawabnya bagaimana,akhirnya dia pun berkata,"Bagaimana kalau kita turun dan lihat Pak Maman dulu ! nanti Nanny jawab peratanyaanmu."
Ibra pun mengangguk dan melihat ke depan sedang apa Pak Maman,kemudian dia bilang "Oke" dengan menyatuka jempol dan telunjuknya.
*********
Di sisi lain, Erick yang berada di dalam mobil fokus melihat-lihat tab nya guna mengecek semua pekerjaannya dengan mitra bisnis yang berada di luar negri ada masalah apa tidak. Namun, entah kenapa saat dia mendongak dan menoleh ke jendela sekilas dia melihat wanita yang selama ini wajahny berputar-putar di kepalanya.
Erick mencoba mengenyahkan fikirannya itu dan berkata."Pasti halusinasi lagi"sambil menggeleng-gelengkan kepala.Sekali lagi Erick mencoba menengok ke belakang guna memastikan apakah yang dia lihat benar atau tidak. Namun siapa sangaka, pucuk di cinta ulam pun tiba.Seketika Erick pun menegakkan badannya dan menyuruh sang sopir berhenti. "Berhenti Pak" titah Erick sambil terus memandang jauh kebelakang.Pak sopir yang kaget pun mendadak menginjak pedal remnya dan membuat badan Erick pun tergoncang ke depan."Ada apa tuan ? apakah tuan tidak apa-apa?" tanya Sang sopir takut-takut dia berbuat salah.
"Putar balik dan jika kamu melihat ada mobil yang berhenti di pinggir jalan karna mogok kamu berhenti" ucap Erick.
"Baik tuan"jawab sang sopir.
Mira keluar dari mobil dengan Ibra dalam gendongannya,bocah berusia 4 thn itu memang manja sekali dengan Sesampainya di depan mobil Mira dan Ibra tiba-tiba tertawa terbahak-bahak..."Ha...Ha..Ha"pak Maman yang sedang mengecek mesin mobil itu pun seketika menoleh mendengar suara orang tertawa."Kalian kenapa tertawa ?"
"Pak Man lucu sekali seperti badut mukanya hitam-hitam semua...Ha..Ha..Ha.."celetuk Ibra.
Pak Maman pun buru-buru melihat ke kaca mobil,dan benar saja wajahnya sudah belepotan hitam-hitam."Hah" pak Maman pun kaget melihat wajahnya sendiri.
"Pantesan tuan muda dan Mba Mira tertawa,ternyata ini muka kayak pantat panci belepotan," pak Maman pun geli sendiri melihat wajahnya.
"Nanny ! lihatlah Pak Man lucu sekali !"
Maaf updatenya lama,soalnya saya sibuk kerja.trimakasih sudah mendukung karya receh saya🙏🙏🙏