Siti Anak Desa

Siti Anak Desa
Bab 8 MISS DIANA



Di sepanjang perjalanan Mira merasa gelisah,pasalnya dia takut di marahi majikannya karna pulang malam apa lagi bersama Baby Boss. Pak Maman pun memperingatkan supaya Mira tidak usah takut dan gelisah.


"Sudahlah Mba Mira, mba gak usah takut ! nanti biar bapak yang menjelaskan kronologi kejadian kenapa kita bisa terlambat pulang."


Mira pun hanya diam dan berusaha untuk rileks.Tapi tetap saja dia gelisah pasalnya dia belum pernah pulang sampai malam seperti ini,apa lagi dengan sang Baby Boss yang saat ini berada di pangkuannya memainkan kancing baju Mira.


"Pak...Mira takut Pak ! Bagaimana kalau Miss Diana marah sama Mira terus Mira di pecat, bagaimana Mira bisa membantu Bapak sama Ibu di Kampung."


"Sudahlah Mira! kamu tenang saja jangan cemas, biar bapak yang maju nanti" Ucap Pak Maman


Akhirnya mereka pun sampai di rumah sang majikan, Miss Diana pun sudah menunggu di depan pintu utama. Setelah Mira keluar dari mobil dengan menggendong Baby Boss,Miss Diana pun menghampiri mereka."Mati aku pasti bakal kena semprot" Batin Mira


Namun apa yang di fikiran Mira salah, justru Miss Diana menyuruh mereka segera masuk dan makan.


Setelah selesai makan Miss Diana memanggil Mira ke ruang tengah.


"Mira Aku tidak salah memilih kamu menjadi pengasuh Ibra, kamu benar-benar orang yang baik. Ucap Miss Diana"


Mira pun bingung kenapa majikannya itu berkata demikian. Seperti tau apa yg di fikirkan oleh Mira, Miss Diana pun menjelaskannya lagi.


"Miss sudah tau tadi sore kamu menolong wanita mau melahirkan bukan ? Pak Maman sudah menceritakan semuanya sama Miss saat kalian masih di rumah sakit tadi. Kamu sungguh baik Mira Miss salut sama kamu,bulan depan gajimu Miss naikkan."


Mira yang mendengar pun seketika bahagia dan segera menghampiri Miss Diana.


"Terimakasih Miss Terimakasih," ucap haru Mira karna dia tidak menyangka baru bekerja 4 bulan sudah akan di naikkan gajinya.


Miss Diana yang melihat Mira senang pun dia ikut tersenyum kemudian Miss Diana beranjak dari duduknya dan berkata, "Tidurlah sudah malam"


"Baik Miss"


Di dalam kamar setelah bersih-bersih badan Mira pun berbaring di ranjang dan menatap langit-langit kamar, bayangan wajah lelaki di rumah sakit tadi tiba-tiba melintas di fikirannya dan tak terasa dia bergumam" Tampan" Huwaaa....Mira berteriak dengan menutup wajahnya dengan bantal,sesaat dia berfikir. Ahh....Kenapa aku memikirkan suami orang,tidak tidak ! tidak boleh ! itu tidak baik nanti aku di sangka pelakor. Akhirnya Mira pun menghilangkan fikiran tentang wajah Erick yang sejak tadi membayanginya dan beranjak tidur.


🌹🌹🌹🌹


Di sisi lain di rumah sakit tepatnya, Erick pun tak dapat tidur. Dia gelisah seolah fikirannya sudah di isi oleh wajah cantik Mira, dia yang sedang berbaring di sofa pun bolak balik seperti yang tidak nyaman dengan sofa tersebut. Padahal Erick bertanya-tanya siapa kah Mira dan apa kah anak kecil itu anak Mira,? tapi kalau itu anak Mira tidak cocok karna Mira masih terllu muda dan anak itu berumur 4 tahun. Apakah Mira dulu di jodohkan atau Mira hamil di luar nikah ? Fikiran Erick berkelana jauh menerawang.


Tanpa Erick sadari, sejak tadi Sang adik memperhatikan kelakuannya yang tak berhenti bolak balik seperti tak nyaman dengan sofa yang di tiduri. Namun setelah sang adik Gabriel mendengar gumaman sang kakak dia pun tersenyum,dia berfikir bahwa sang kakak sedang kasmaran. Sesaat Gabriel berfikir, dengan siapa kakaknya kasmaran ! Akhirnya dari pada penasaran Gabriel pun memanggil sang kakak guna menanyakan siapa gerangan wanita yang sudah bikin kakaknya yang terkenal dingin dan cuek itu jadi kayak orang gila yang senyum-senyum sendiri sejak tadi.


"Kak Erick"


Erick yang sedang melamun pun kaget dan terjatuh dari sofa tersebut, dia memandang sang adik dan menghampirinya. "Ada apa sweety? apa kamu membutuhkan sesuatu? " tanya Erick kepada sang adik.


Namun Gabriel menggelengkan kepala,dia menyuruh sang kakak untuk duduk di kursi dekat ranjang. " Duduklah kak aku ingin bicara dengamu" Erick pun menuruti Sanga adik dan duduk di kursi tersebut.


"Ada apa ? Hmmm..!


Erick pun memandang sang adik dengan alis berkerut, wanita ! gumam Erick.


Gabriel yang gemas dengan kakaknya itu pun langsung menanyakan, "Iya !wanita mana yang sudah bikin kakak ku yang dingin kayak kulkas ini tersenyum-senyum sendiri kayak orang gila, siapa wanita itu ?" Kesal Gabriel.


Seperti maling yang tertangkap basah Erick pun gelagapan karna dia ketahuan Sang adik sudah memikirkan wanita yang baru dia kenal dan belum ada sehari,lebih parahnya lagi dia berfikir wanita itu sudah bersuami.


Gabriel yang melihat Sang kakak tak kunjung menjawab dan malah melamun itu pun segera menepuk tangan sang kakak, "Hay kak ! ditanya bukannya di jawab kenapa malah melamun ?" kesal Gabriel sambil cemberut.


"Ah maafkan kakak Ge ! apa tadi yang kamu bmtanyakan ?" tanya Erick yang mana malah membuat sang adik tambah cemberut.


"Kak Erick sedang jatuh cinta ya ?" dengan kesal Gabriel bertanya lagi.


"Maksud kamu kakak jatuh cinta begitu?"


Omegot kenapa kak Erick jadi bloon gini sih,batin Gabriel.


"Siapa wanita yang kakak suka ? yang bikin kakak sejak tadi senyum-senyum sendiri ?"


"GE kamu ingat tidak wanita yang menolong mu tadi dan membawa mu ke rumah sakit ?"


Gabreil yang baru sadar bahwa sore tadi di tolong oleh seorang wanita itu pun baru ingat.


"Kakak dimana wanita itu ? Gege belum mengucapkan terimakasih kepadanya.!"


"Dia sudah pulang sesaat kamu melahirkan, dan kakak sudah mengucapkan terimakasih kepadanya."jawab Erick.


"Bagaimana kakak tau kalau Gege di rumah sakit ? Bukankah kakak sedang lembur ?"


"Wanita yang menolongmu yang menghubungi kakak, dia sudah meminta maaf tadi karna telah membuka tas mu guna mencari kartu nama mu namun dia malah menghubungi kakak."


"Dia sepertinya wanita yang sangat baik, dan juga lembut.Gege sering memperhatikan dia ketika bermain di taman dengan anak lelaki kecil yang sering di panggil Ibra. Namun Gege tak pernah menegur mereka karna Gege takut ada pengawal yang menjaga mereka."


Erick yang mendengarkan cerita Sanga adik pun berfikir "Siapa wanita itu sampai-sampai ada pengawal yang menjaganya ?"


"Apakah kakak tadi meminta alamat wanita itu? karna Gege ingin langsung mengucapkan terimakasih kepadanya."


"Kakak tidak tau ! karna tadi dia buru-untuk pulang karna sudah malam, tapi kakak tau siapa nama wanita itu."


"Siapa namanya ?" dengan antusias Gege bertanya.


"Namanya Mira"