Siti Anak Desa

Siti Anak Desa
Bab12 PAK YANTO



Lelaki paruh baya itu mencari no tempat duduknya,namun netranya sempat melihat Siti yang sedang duduk sambil mendekap tas rangselnya seolah takut di ambil orang.Seorang pemuda datang dan duduk di sebelah kursi Siti,gelagat pemuda itu pun menarik perhatian lelaki paruh baya itu.Pasalnya pemuda tersebut memperhatikan Siti seolah seekor hewan yang akan menerkam mangsanya.


Bus berhenti di pemberhentian pertama guna makan siang,Siti yang saat itu melihat semua penumpang turun untuk mengisi perut menuju kedai-kedai makan hanya melihat lewat jendela,Siti enggan turun karna dia takut jika dia makan uang yang dia bawa tidak cukup buat ongkos ke kota.Di dalam Bus,Siti hanya menyantap sisa roti yang dia beli pagi tadi.Lelaki paruh baya yang memperhatikan Siti dari luar Bus pun segera menyelesaikan makannya dan memesan satu porsi makanan lagi,lalu naik ke dalam Bus kembali.Siti yang sedang diam memperhatika orang-orang dari dalam bus pun kaget saat ada yang menepuk pundaknya."Allahhu akbar"


"Maaf mengagetkan adek,ini terimalah pasti kamu belum makan kan?"ucap lelaki paruh baya tersebut.


Siti yang masih kaget pun bengong melihat lelaki paruh baya tersebut.


"Jangan takut aku bukan orang jahat,terimalah aku yakin kamu lapar kan ?"


Siti pun menatap lelaki itu pun sempat bingung antara terima atau tidak,karna dia harus waspada tidak boleh sembarangan menerima apa pun dari orang yang tidak di kenal."Maaf pak saya sudah makan tadi,jadi saya tidak bisa terima dan terimakasih bapak sudah baik sama saya. "Ucap Siti dengan hati-hati takut orang tersebut tersinggung.


"Baiklah jika kamu tidak mau,aku taruh di sini saja jika kamu nanti lapar kamu bisa memakannya" sambil menaruh nasi bungkus tersebut di kursi samping Siti.


Saat Bus jalan kembali semua orang ada yang tidur ada juga yang mengobrol,namun tidak dengan Siti,dia terlelap dengan tidurnya.Pemuda yang berada di samping Siti pun mengambil nasi yang di tempat duduknya tadi kemudian menyantapnya tanpa bertanya punya siapa,setelahnya pemuda itu pun memperhatikan Siti yang tertidur dan mencoba pelan-pelan mengambil tas dalam dekapan Siti.Dari samping barisan kursi lelaki paruh baya itu pun memperhatikan apa yang pemuda itu lakukan,kemudian berdiri dan mendekati pemuda tersebut dan berbisik, "Saya seorang polisi apa yang akan kamu lakukan? pergi pindah kursi sebelum aku laporkan apa yang kamu lakukan."


Pemuda itu pun memandang lelaki paruh baya itu dengan takut dan gemetar,kemudia dia pindah kursi kebelakang tempat para penumpang khusus merokok.


Saat Siti bangun dia kaget pasalnya orang yang duduk di sampingnya adalah orang yang memberinya makanan tadi bukan pemuda yang awal duduk dengannya.


"Loh kok bapak bisa duduk disini?" tanya Siti kepada lelaki paruh baya terebut.


"Pemuda yang duduk bersamamu sudah turun dan bapak pindah kesini,kamu mau kemana adek kecil ?"tanya bapak tersebut.


"Saya mau ke kota pak nyusul kakak saya," jawab Siti.


"Sendirian?"


"Iya pak"


"Lain kali jika ingin bepergian jangan sendiri,di kota berbahaya buat gadis kecil sepertimu." ucap bapak tersebut menasehati.


"Berarti bapak juga bukan orang baik kalau begitu!" sahut Siti.


Siti yang mendekap tasnya pun spontan menoleh ke perutnya dimana tas rangselnya berada,Siti lega karna tas tersebut masih ada.


Dia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau tasnya tersebut hilang,karna semua barangnya ada di sana semua,dari mulai ijasah SD,pakaian,uang dan alamat rumah kakaknya bekerja.Kalau semua itu hilang bisa jadi gelandangan dia,Siti pun mengelus dada dan berkata, "Alhamdulillah ya Allah"


"Kemana tujuan mu adek kecil ?"


"Saya mau ke kota A Pak,kalau Bapak mau kemana ?" tanya Siti


"Oh iya kita belum berkenalan,siapa namamu Adek kecil ?"


"Nama saya Siti Sofiah,biasa di panggil Siti di kampung kalau di sekolah di panggil Quen Sisi,karna saya paling cantik di sekolah" Jawab Siti dengan cengirannya yang mana membuat Bapak tersebut tersenyum menanggapi ucapan Siti.


"Nama Bapak siapa ?"


"Nama Bapak Yanto"


"Pak Yanto mau apa ke kota B ?" tanya Siti yang kepo tentang Pak Yanto.


"Bapak bekerja di kota B,tapi kemaren bapak sedang berkunjung ke tempat teman bapak yang kebetulan sedang sakit." jawab Pak Yanto yang di tanggapi Siti dengan manggut-manggut.


"Pak kapan kira-kira sampai di terminal ? rasanya lama sekali naik bus tidak sampai-sampai !"


"Sabarlah mendingan kamu tidur saja nanti kalau sudah sampai Bapak bangunin kamu" titah Pak Yanto kepada Siti.


Tak terasa waktu berjam-jam pun berlalu dan sampai di tempat yang di tuju,yaitu terminal kota A.Pak Yanto pun membangunkan Siti dengan menepuk kecil tangan Siti. "Bangunlah Siti kita sudah sampai" namun Siti tak kunjung bangun,terpaksa Pak Yanto pun mengambil air di botol dan menuangkannya sedikit di telapak tangannya dan mencipratkan sedikit air tersebut ke wajah Siti,yang mana membuat Siti berteriak.


"Banjir...Banjirr.."Siti bangun seketika dan lari turun dari bus,yang mana membuat Pak Yanto tercengang dengan kelakuan Siti.


"Benar-benar bocah aneh"ucap Pak Yanto dengan menggelengkan kepala.


Terimakasih yang sudah support like, coment dan vote love you all 💜maaf kalau ceritanya tidak menarik.