
Pak Yanto menghampiri Siti dan bertanya di mana alamat kakaknya bekerja,Siti pun memberikan secarik kertas di mana tertulis alamat tersebut.Pak Yanto pun mengajak Siti untuk mengikutinya dan Siti pun menurut.
"Kamu nanti tunggulah Bus 031 Jurusan A terus kamu turun,selanjutnya naik ojek kasih tau alamat tujuanmu" ucap Pak Yanto
"Baiklah Pak terimakasih banyak" Siti pun mencium tangan Pak Yanto dan berlalu pergi ke tempat di mana dia harus menunggu Bus tersebut.
Dari jauh pak Yanto pun tak beranjak dari tempat semula,dia tetap memperhatikan Siti karna kuwatir Siti kenapa- napa.Pak Yanto jadi teringat anak gadisnya yang di kampung.
Berjam-jam Siti menunggu Bus yang di suruh Pak Yanto,namun sampai dia capek menunggu tak kunjung datang.Siti sempat berfikir apakah dia akan naik taksi saja,namun dia berfikir kembali apakah uang yang dia bawa cukup untuk membayarnya.Siti pun dilema dia ingin beranjak dari tempat duduknya,namun! ada 2orang pemuda menghampiri Siti dan menggodanya.
"Hay cantik sendirian saja dari tadi,ikut kita saja yuk?" ucap sang pemuda 1
"Waduh.... Jangan-jangan nanti aku di culik terus di jual! haduhh...emak, sepertinya aku dosa sama emak sama bapak karna kabur dari rumah."gumam Siti dalam hati dengan pemikiran buruknya.
"Kalian sedang apa? dan kenapa mengganggu anak sya?" Pak Yanto tiba-tiba datang menghampiri Siti dan 2 pemuda tersebut.
Pemuda itu pun seperti takut melihat Pak Yanto,karna melihat badan kekar dan tinggi mengira Pak Yanto seorang anggota Polisi.
"Maaf Pak kita berdua hanya bertanya apakah nona ini sendirian atau ada teman?" Sahut salah satu pemuda tersebut dengan takut-takut dan pamit pergi.
"Kamu tidak apa-apa Siti?"
"Tidak Pak dan sekali lagi Terimakasih,karna Bapak lagi-lagi menolongku."
"Bapak sudah berpesan padamu berhati-hatilah,ini kota banyak orang yang kelihatan baik tapi belum tentu baik,kamu mengerti!"
"Iya Pak mulai sekarang Siti bakalan lebih berhati-hati lagi" Jawab Siti
"Sepertinya Bus yang kamu tunggu tidak beroperasi hari ini,sebaiknya kamu ikut Bapak saja biar Bapak antar kamu ke alamat kakak mu"
Siti pun bimbang apakah dia harus ikut atau tidak, "Bukankah tadi Bapak ini bilang orang yang kelihatan baik belum tentu baik.Bagaimana kalau Aku di bawa terus di mutilasi dan di jual organ tubuhku,Hiii..."Gumam Siti dalam hati
Pak Yanto tau apa yang ada di fikiran Siti,"Pasti nih bocah berfikir aneh-aneh terhadapku"ucap lirih Pak Yanto tanpa ada yg mendengar.
"Jangan takut Bapak bukan orang jahat!" Siti pun kaget dan buyar apa yang dia lamunkan.
"He..he..he.. Maaf Pak bukan bermaksud Suudzon,kan Bapak sendiri yang bilang kalau Siti harus berhati-hati" Jawab Siti dengan menyengir
"Ya sudah sepertinya tidak akan ada Bus lagi,sebaiknya ku antarkan kamu naik taksi saja, hayo!" Ajak Pak Yanto yang menarik tangan Siti untuk segera mengikutinya.
Namun Siti diam tak bergeming,yang mana membuat Pak Yanto menoleh kebelakang.
"Kenapa lagi? ayo nanti keburu sore"
"Tapi itu...emm.." Ucap Siti ragu-ragu
Pak Yanto yang tau pun segera menjawab apa yang Siti kuwatirkan "Tenang saja Bapak yang akan membayar biaya taxi nya" yang mana membuat Siti lega dan menyengir kuda.
"Baiklah, ayo Pak keburu sore!" sahut Siti sambil berlalu menuju ke tempat pangkalan taxi berada.Pak Yanto yang melihat pun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah gadis bongsor tersebut.
"Maaf mencari siapa?" Tanya Security tersebut.
"Siapa nama kakakmu Siti?"
"Amirah Pak"
"Begini Pak saya dan keponakan saya mencari kakaknya yang kebetulan bekerja di sini dan namanya Amerah" ucap Pak Yanto memberitahukan
"Maaf Pak tapi rumah ini kosong! dan tidak ada yang bekerja di sini namanya Amerah!"
Siti dan Pak Yanto pun saling pandang, "Kira-kira kemana pemilik rumah ini sekarang Pak kalau boleh saya tau?" Tanya Pak Yanto kepada Security tersebut.
"Menurut yang saya tau rumah ini sudah di jual dan pemiliknya pindah rumah, namun saya tidak tau di mana mereka pindah" jawab sang Security
"Baiklah terimakasih atas informasinya,permisi maaf sudah mengganggu waktu bekerja anda!" pamit Pak Yanto kepada Security tersebut
"Sekarang sudah malam,sebaiknya kamu ikut saja sama Bapak!"
"Kemana Pak? Bapak nggak akan menjual Siti kan?" Pak Yanto pun menyentil kening Siti
"Awwww" rintih Siti sambil mengusap-usap keningnya
"Buang jauh-jauh fikiran burukmu terhadapku,kalau Bapak mau berbuat jahat Bapak tidak akan mengantarkan kamu jauh-jauh kemari"
"Maaf Pak maaf" sambil mengatupkan tangan dan berkedip-kedip manja.Yang mana membuat Pak Yanto gemas dan mencubit pipi Siti.
"Ya sudah hayo" Ajak Pak Yanto kepada Siti
2 jam perjalanan mereka pun akhirnya sampai di rumah mewah tempat Pak Yanto bekerja,Siti yang kelelahan pun tidur dengan lelapnya.Pak Yanto pun membangunkan Siti namun tak kunjung bangun,Pak Yanto berfikir mungkin ini anak kelelahan dan juga pasti lapar.Di depan gerbang penjaga pun segera membukakan pintu untuk Pak Yanto,Namun penjaga itu kaget dan bertanya pelan sama Pak Yanto yang sedang menggendong Siti. "Apakah ini anakmu Pak?"
"Bukan! besok saya jelaskan" jawab Pak Yanto sambil berjalan menuju pintu utama rumah mewah tersebut.
Namun penjaga itu malah berfikiran aneh-aneh "Kalau itu bukan anaknya, apa jangan-jangan istri mudanya Pak Yanto. Ckckckck...tak ku sangka ternyata kau doyan daun muda Yanto" Celoteh penjaga tersebut sambil memandang Pak Yanto yang sedang berjalan menjauh.
Istri Pak Yanto yang menyambut di depan pintu utama pun kaget dari jauh melihat suaminya menggendong seorang gadis,saat sampai di depan sang istri Pak Yanto pun di sambut dengan sebuah pertanyaan.
"Siapa dia Pak? kenapa bisa sama Bapak?" tanya Bu Imah nama dari istri Pak Yanto.
Saat akan menjawab tiba-tiba Siti terbangun dan melihat dia berada dalam gendongan Pak Yanto.Siti yang kaget pun buru-buru melompat turun,namun naas karna Pak Yanto yang tak seimbang Siti pun jatuh ke lantai.
"aduduh" rintih Siti
"Kamu tak apa-apa?" tanya Bu Imah kepada Siti
Saat Siti menoleh Bu Imah Pun kaget dan menoleh ke arah Sang suami berada.
trimksh buat all friends 💜