
Sarapan pun selesai,Siti membantu Bu Imah membereskan sisa-sisa bekas sarapan. Siti dapat bagian mencuci piring dan Bu Imah memasukkan sisa makanan ke dalam kulkas.
Saat sedang mencuci piring,Oma dari arah luar memanggil Siti.
"Ovi...Ovii...Sofie...Yuhuuu...Ovi...Similikiti.."
Panggil Oma kepada Siti. Namun tak ada jawaban dari Siti, karna pintu dapur tertutup dan di tambah lagi suara air kran di mana Siti sedang mencuci piring.
"Nih bocah kemana? baru juga selesai makan sudah ngilang saja" Omel Oma karna tak ada sahutan dari Siti. Oma kira Siti tidak didapur, melainkan di kamar. Tanpa ba-bi-bu Oma menuju kamar di mana Siti tidur semalam. Setelah membuka pintu Oma melihat seperti ada orang meringkuk di bawah selimut. Oma pun berjalan dan berdiri di samping ranjang dan mulai ngedumel.
"Dasar Bocah kurang ajar! habis makan malah tidur, mau jadi apa kamu? Hei..Bocah bangun! mau kena azab kamu nggak dengerin omongan Oma, malah diem saja!" Gerutu Oma tanpa tau apa yang ada di bawah selimut itu. Siti yang tadinya ingin mencari Oma pun mengurungkan niatnya, karna mendengar suara Oma sedang ngomel-ngomel. Siti pun mencari di mana sumber suara, dan saat di depan pintu kamarnya Siti sedikit mengintip dari balik pintu, Siti melihat tingkah konyol Oma yang sedang berbicara sendiri.
"Kenapa Oma bicara sendirian! apa jangan-jangan Oma sedang bicara sama mahluk halus!.....Hihihihi"
Saat akan berbalik arah dan menutup pintu! tanpa sengaja, tali baju yang Siti kenakan nyangkut di gagang pintu.Yang mana membuat Siti berhenti berjalan dan diam seketika sambil memejamkan mata dan berkata. "Ampun! Om Wowo, Mbak Kun, Mas Poci, Wewe Gombel,Tuyul, siapapun kamu ampuunnnn! biarkan Siti pergi yah..yah..yah?" Ucap Siti yang sedang ketakutan, tanpa dia sadar Oma memperhatikan apa yang sedang dia lakukan. Oma pun menghampiri Siti yang sedang berbicara sendiri, kemudian saat Oma ingin membuka mulut dan bertanya, ternyta Oma baru sadar bahwa baju yang Siti pakai talinya nyangkut di gagang pintu. Seketika Ide Jahil Oma pun muncul, kemudian mendekatkan diri dan berbisik di dekat telinga Siti.
"Hai anak gadis! mau kemana kau?" Ucap Oma dengan suara yang di buat-buat menyeramkan. walaupun dalam hatinya ingin tertawa terbahak-bahak.
Siti yang mendengar suatu di dekat telinganya pun sontak diam membeku,seperti aliran darahnya tidak mengalir. Khayalan Siti terbang kemana-mana.
Ya Allah apa ini suara mahluk penunggu rumah ini? kalau iya ampuni Aku yang sudah lancang berada di sini. Nafsi Nafsi ya Tan? Jangan ganggu Aku ya Tan? Aku di sini juga bukan kemauan ku Tan. Celoteh Siti dalam hati yang mana membuat Oma penasaran dengan apa yang Siti lakukan. Oma pun melepaskan gagang pintu tersebut kemudian menepuk bokong Siti. Seketika Siti kaget dan menghadap ke belakang.
"Oma!"
"Ya! kenapa?"
"Dimana setannya?"
"Setan apa? dimana ada setan?" Tanya Oma yang melihat Siti seperti yang ketakutan.
"Bukankah Oma tadi bicara sama setan?" Jawab Siti yang tak kalah penasarannya.
"Kapan Oma bicara sama setan?"
"Tadi Oma di dekat ranjang bicara sama siapa?"
Seketika Oma berbalik badan dan menatap ranjang tersebut, kemudian menoleh lagi melihat Siti. "Kalau kamu di sini yang di sana Siapa?" Tanya Oma kepada Siti, Yang mana di jawab Siti dengan gelengan kepala. Akhirnya Oma pun menghampiri ranjang tersebut dan menyibakkan selimutnya, ternyata ada si Sumi yang sedang pulas tertidur dengan nyamannya.
**Flashback On
Saat Sumi sedang membersihkan kamar tamu yang di tempati Siti sekarang, tanpa sadar dia mengantuk karna kecapean, dan merebahkan diri di kasur empuk tersebut sampai terlelap. Itu kebiasaan Sumi ketika membersihkan kamar tamu tersebut karna tak akan ada yang mengetahuinya.
Flashback Off**
Ide jahil Oma pun muncul kembali,seketika gambar Lampu bohlam muncul memberitahukan apa yang harus di lakukan.Oma pun mendekati Sumi kemudian berteriak.
"Kebakaran...Kebakaran...Kebakaran"
Sontak Sumi yang sedang tidur pun kaget dan berlari keluar kamar, tanpa menoleh ke belakang. Siti yang melihat Sumi berlari keluar kamar pun kemudian menoleh ke arah Oma. Dalam hati dia berkata " Dasar Nini jahil"
Sambil berkebun mereka berbincang-bincang, Oma menceritakan saat masa mudanya dulu yang sering di gandrungi banyak lelaki.
Siti yang mendengar pun merasa geli dan menahan tawa, baginya Oma benar-benar tipe orang yang Narsis.
"Ovi! mulai sekarang kamu bekerja sama Oma ya? Kamu jadi asisten Oma!" Tawar Oma kepada Siti, yang mana membuat sang punya nama berhenti dari kegiatannya menuangkan pupuk dan menatap Oma.
Oma yang melihat gelagat Siti pun sudah merasa kecil hati, kalau-kalau ternyata Siti tidak mau. Namun siapa sangka, Siti malah langsung menghambur kepelukan Oma dan mengucapka terimakasih. Yang mana membuat Oma kaget dan menjambak rambut Siti yang di kuncir Kuda.
"Awwwww... Oma sakit" Rintih Siti saat rambut panjangnya tiba-tiba di Jambak.
"Salah siapa mengagetkan Oma! untung Oma tidak punya riwayat penyakit jantung!" Gerutu Oma kepada Siti yang menurutnya bar bar.
"Maaf kan Ovi Oma! Ovi terlalu bahagia akhirnya Ovi dapat pekerjaan dan dapat mbantu economi keluarga" Jawab Siti dengan mata berbinar, namun seketika tangisnya pecah. Siti teringat akan ke dua orang tuanya yang pastinya kwatir keadaannya. Siti pun memberanikan diri berbicara dengan Oma.
"Emm..Oma! bolehkah Aku meminjam hp Oma?" Ucap Siti dengan takut-takut.
"Apakah kamu tidak memiliki hp Ovi?"
Siti pun menjawab dengan menggeleng
"Untuk apa kamu pinjam hp Oma? jangan bilang kamu ingin menghubungi pacar kamu?"
Sontak Siti langsung berkata tidak, Siti menjelaskan bahwa dia ingin menghubungi keluarganya yang ada di kampung, serta memberi kabar bahwa dia telah dapat pekerjaan.
Oma pun berdiri dari duduknya dan menghampiri sang Hp berada.
" Ini! Oma pinjamkan kamu buat kabarin keluargamu di kampung" sambil menyodorkan hp kepada Siti.
Dengan cepat Siti meraih hp tersebut dan menekan no telfon Bu Haji.
Tutt..tutt..tutt
2 kali panggilan akhirnya tersambung
"Halo Assalamualaikum" Ucap Bu Haji
"Waalaikum salam"
"Umi Haji.... Ini Siti, Umi!" Jawab Siti dengan semangat.
"Siti...Kamu kah ini Nak?" dengan meneteskan air mata Bu Haji ikut bahagia, karna sudah 2 hari Siti tak ada kabar.
"Iya Umi ini Siti! tolong bilang sama Bapak ya Umi, kalau Siti baik-baik saja"
🌹Maafkeun diriku yang lama up nya ya teman-teman, dikarenakan banyak kerjaan yang mana membuat saya malas mengetik karna capek.Terimakasih buat like, coment dan votenya. Love you all🙏🌹