
"Iya Umi ini Siti! tolong bilang sama Bapak ya Umi, kalau Siti baik-baik saja."
"Alhamdulillah nak! akhirnya kamu ada kabar Siti. Baiklah Umi akan suruh Jono buat manggil Bapak kamu." Bu Haji pun langsung berlari keluar rumah dan masuk ke dalam ruko, di mana anak bungsunya yang bernama Jono sedang menjaga ruko. "Jono... Jono!"
"Dalem (Iya) Umi." Jawab Jono kepada Sang ibu.
"Cepat kamu ke rumah Pak Zaki! Bilang kalau ada telfon dari Mbak Siti." Ucap Bu Haji yang mana membuat Jono pun ikut senang dan langsung berlari menuju kerumah Pak Zaki. Bu haji yang melihat anaknya pun ikut bahagia. Pasalnya semenjak kepergian Siti dari kampung, semuanya seakan jadi sepi. Kampung yang biasanya rame karna ulah Siti pun mendadak sunyi. Tidak ada lagi Siti yang suka teriak-teriak di pagi hari lewat speaker Mushola, hanya untuk membangunkan orang kampung. Tidak ada lagi Siti yang suka menjahili Pak Bambang yang akan berangkat kerja, entah mengganjal ban mobilnya dengan batu bata supaya saat akan di nyalakan tidak jalan, tidak ada lagi Siti yang suka mindahin sangkar burung pak RT yang di jemur di depan rumah yang tiba-tiba di pindahkan ke teras tetangga. Sepi... Ya! itu lah yang mereka rasakan, namun di balik jahilnya seorang Siti, dia adalah anak yang rajin dan suka membantu warga lain. Setiap asyar Siti akan membantu Pak Ustadz untuk mengajar mengaji anak-anak kecil di Musholla depan rumahnya.
"Pak...Pak Zaki..Pak!" Teriak Jono sambil berlari memanggil Pak Zaki, Yang mana membuat para tetangga yang di dalam rumah pun ikut keluar mencari tau ada apa.
Bu Diah yang sedang menjemur baju pun kaget mendengar teriakan Jono yang memanggil sang suami, dengan penasaran Bu Diah menghentikan acara menjemurnya.
"Ono OPO tho le ( Ada apa sih nak)!" Tanya Bu Diah kepada Jono.
"Buk...Mbak Siti telfon Buk! Ayo cepetan ke rumah."
Bu Diah yang kaget dan senang pun buru-buru memanggil sang suami yang sedang berada di belakang rumah, Pak Zaki, Bu Diah dan Jono pun langsung meluncur menuju rumah Bu Haji. Di sana Bu Haji pun memberikan telfonnya kepada Pak Zaki, namun Bu Diah yang tidak sabaran pun ingin merebut telfon tersebut karna ingin berbicara juga kepada Sang anak. Bu Haji pun akhirnya meminta lagi telfon tersebut kemudian di loudspeaker telfon tersebut, agar semuanya mendengar apa yang Siti bicarakan. Di seberang telfon Siti menceritakan apa yang telah terjadi padanya, semua yang mendengar merasa lega sekaligus bahagia. Lega ada kabar dan lega Siti bertemu orang baik.
Hampir setengah jam mereka bicara dan akhirnya pun Bu Haji memberitahukan no telfon Amirah kepada Siti.
"Ya sudah! Siti matikan telfonnya ya, Pak, Buk, Umi! salam buat adek Adit. Bilang Mbak kangen! Assalamualaikum." Pamit Siti kepada ke dua orang tuanya dan juga Bu Haji.
"Waalaikum salam nak, hati-hati di kota dan jaga diri yah?" Ucap Pak Zaki kepada Siti.
"Baik Pak, insyaAllah."
Sambungan telfon pun terputus, saat Siti berbalik badan ingin mengembalikan telfon kepada Oma, ternyata Oma sedang berdiri sambil bersendekap tangan di depan dada.
Siti yang melihatpun merasa ada aura Mak lampir yang sedang lapar, pasalnya Siti lupa waktu saat telfon tadi. Siti pun mendekat kepada Oma.
"Oma.... Ini hp Oma! terimakasih sudah minjemin hp Oma pada Ovi."
Oma yang melihat Siti seperti takut pun siap menjahilinya lagi. Oma membuat wajahnya pun garang seakan-akan marah. "Kamu kira telfon tidak bayar? Kamu telfon hampir 1 jam! gaji kamu Oma potong 10%." Ancam Oma kepada Siti yang mana membuat Siti kaget dan berkata dalam hati.
Gaji di potong 10% , Aku saja belum tau gaji ku berapa? kerja juga baru di terima, belum juga sehari. Nasip-nasip memang salahku juga tak kenal waktu saat berbicara tadi. Sudahlah terima nasib saja, yang penting Aku sudah tau kabar keluarga di kampung.
Oma yang melihat Siti melamun pun segera menyentil kening Siti, Takkk.
"Bodo amat! Siapa suruh kamu melamun? Kalau kamu kesambet gimana?" Ucap Oma yang membuat Siti cemberut dan memanyunkan bibirnya.
Dengan rasa keponya, Siti ingin bertanya berapa gaji yang dia dapat jika bekerja dengan Oma. Agar dia tau kalau-kalau nanti saat membuat kesalahan dipotong gaji lagi, Siti tau sisa gajinya.
"Eemm...Oma! Berapa gaji Ovi kalau bekerja sama Oma?" Tanya Siti dengan takut-takut sambil meremas jemarinya.
"Gaji kamu 2 juta! Oma potong 10%. Dan nanti Oma akan potong lagi 10% jika kamu membuat kesalahan." Jawab Oma denga. tegas, meskipun Oma tidak akan memotong gaji Siti. Oma hanya menggertak Siti supaya Siti rajin bekerja.
"Hah...2juta!" Siti pun kaget mendengar gajinya sebulan senilai 2juta, pasalnya dia belum pernah memegang uang sebesar itu. Paling besar Siti memegang uang 100 ribu dan uang hasil tabungannya kemarin.
"Ya sudah ayo masuk, bersihkan badan mu dan nanti kamu ke kamar Oma. Oma akan tunjukkan apa saja yang harus kamu kerjakan."
"Baik Oma. Tapi! bolehkan Ovi meminta tolong Oma?" mohon Siti dengan takut-takut karna baru bekerja dia sudah banyak permintaan.
"Ada apa lagi? Apa yang kamu inginkan?"
"Ovi ingin menemui kakak Ovi Oma!"
"Masuk dulu bersihkan badanmu, nanti Oma akan ikut juga sama kamu."
Siti yang mendengar Oma mengijinkan pun akhirnya refleks memeluk Oma dan mengucapkan terimakasih
"Lepasin Similikiti! badanmu kotor bau asem." Ucap Oma seolah jijik padahal Oma pun senang di peluk oleh Ovi.
*****
Mereka pun menuju alamat yang Bu Haji berikan, tempat di mana sang kakak Amirah bekerja. Setelah berbicara dengan Security Di depan dan meminta izin untuk bertemu kakaknya, Siti dan Oma pun di bimbing ke depan pintu utama. Dan di sinilah mereka berada, di depan rumah mewah bergaya klasik. Siti menekan bel beberapa kali, dan saat pintu terbuka Siti pun merasa akan oleng,karna di depannya ada sosok tinggi besar yang ternyata bule tampan yang dulu Siti temui di kampungnya. Namun! sebelum sempat oleng, Siti sudah melihat sang kakak Amirah menggendong anak lelaki dan menghampirinya.
"Kak Mira!"
"Siti!"
Amira pun segera menurunkan Ibra, kemudian mereka pun akhirnya berpelukan sambil menangis. Seolah ini sebuah acara tali kasih, Oma yang melihat pun ikut meneteskan air mata haru. Johan sang majikan Mira pun yang tak tau apa-apa menyela acara pelukan tersebut.
Aku up lagi ya, terimakasih buat dukungannya.Buat like,coment dan rate serta votenya. I Love you all ❤️❤️❤️🙏🙏🙏