Ruthless Mafia Queen

Ruthless Mafia Queen
Obat tidur (memberantas typo)



"emang rahasia pangeran Raka apa tuan putri?"


tanya bunda


"eh tapi tunggu bentar kita kok main kerajaan-kerajaan sih pakai tuan putri segala"


tanya Rafa


"udah gak papa pangeran Rafa biar seru iya kan ratu ku"


jawab ayah sambil melirik bunda


"eh jadi mau nggak di kasih tau rahasia pangeran Raka itu apa?"


tanya Aska membalikkan topik pembicaraan yang tadi


"jadi sebenarnya...."


ucapan Aska terpotong karna mulut nya di tutup oleh tangan Raka


"eh rahasia apa an sih tuan putri?? orang pangeran Raka gak ada rahasia sama sekali"


Raka panik jika seluruh


"ah masak"


pancing Aska


"i-iya tuan putri, pangeran gak ada rahasia kok"


elak Raka


"tuan putri kasih sedikit bocoran dong, pangeran Rafa mau denger nih"


pinta Rafa agar Aska sedikit memberi bocoran rahasia Raka


"ok, jadi sebenarnya pangeran Raka itu suka sama cewek lain yang lebih muda dari tuan putri terus dulu nya pangeran menganggap cewek itu adek oleh pangeran Raka"


Aska memberi bocoran sedikit kepada ayah, bunda, dan kakak nya


"Emang cewek itu siapa tuan putri"


tanya ayah dan di angguki oleh bunda


"eh tapi tuan putri kan dah janji cuma ngasih bocoran sedikit"


ucap Raka dengan muka memelas nya


"hahaha yaudah makan dulu baru tidur, tuan putri besok ada jam kuliah kan?"


tanya bunda


"iya Bun besok ada jam kuliah pagi"


jawab Aska


mereka makan dengan tenang tanpa ada percakapan di antara mereka


di ruang makan itu hanya ada terdengar suara dentingan piring


~beberapa menit kemudian~


"hmm Aska tidur dulu ya soalnya uda ngantuk"


pamit Aska


"eh As kakak tidur tempat Lo ya"


ucap Rafa meminta izin


"lah kenapa? kamar Lo lagi di rombak ya?"


tanya Aska heran


"enggak sih cuma kangen aja tidur bareng kayak dulu"


jawab Rafa memberi alasan


"owh yaudah"


Aska memperoleh Rafa tidur bareng dengan nya


"eh As kakak juga mau tidur di kamar Lo ya biar kita nostalgia walau gak ada kak Rangga"


ucap Raka meminta izin


"hmm yaudah"


Aska memperbolehkan


Aska, Rafa, dan Raka berjalan bareng ke kamar Aska untuk tidur bareng melepaskan kerinduan


setelah sampai di kamar Rafa dan Raka langsung menghempaskan tubuh mereka ke tempat tidur Aska


"ehh... Aska ke bawah dulu ya mau buat susu"


izin Aska


"kakak juga mau As"


pinta Raka


"kakak juga"


pinta Rafa


"yaudah tunggu bentar ya"


Aska turun kebawah dan berpikir bagaimana cara dia ke markas jika kedua kakaknya tidur di kamar dia


'gimana ya cara nya biar gue bisa keluar, hah gue kasih obat tidur aja kali ya biar kalau gue pergi kagak ada yang nyadar'


batin Aska dan melepas casing hp nya dan di sana sudah ada obat tidur berupa bubuk


'untung gak gue buang, berguna juga ternyata'


obat tidur itu di pakai untuk Kia agar dia tak pergi ke mana-mana


Aska membuat 3 gelas susu coklat tapi salah satu dari susu itu gelas nya berbeda


supaya Aska tak salah meminum susu coklat yang sudah di kasih obat tidur


saat sampai di kamar Aska melihat kedua kakaknya sedang Mabar alias main bareng game online


Aska langsung memberi susu coklat yang sudah dia kasih obat tidur kepada Rafa dan Raka


"nih minum dulu terus gelas nya taruk di nakas aja besok bi minah yang nyuci"


ucap Aska


Rafa dan Raka langsung meminum susu coklat itu tanpa curiga sama sekali


Aska hanya melihat saja dan memastikan susu itu sudah di minum oleh Rafa dan Raka


setelah di pastikan ke duanya sudah minum susu itu, Aska langsung meminum susu coklatnya sampai tandas


"bentar ya kakak mau kamar mandi dulu" ucap Rafa


ketika Rafa sudah masuk ke kamar mandi


Raka langsung duduk si sofa sebelah Aska


"As Lo bawa Kia kemana?? gak Lo apa apain kan?? Lo ngobrol apa aja sama Kia?? Lo uda nganter Kia sampai rumah kan?? ke adaan Kia gimana?? terus......"


banyak pertanyaan yang di lemparkan untuk Aska tapi Aska langsung memotong nya dan sedikit teriak


"STOP, RAKA GUE PUSING SAMA PERTANYAAN LO"


Aska sedikit membentak


"Kia gue bawa kemana? gue bawa di ke apartemen gue yang di kasih ayah


gue ngapa ngapain Kia? gue gak ngapa ngapain Kia


gue ngobrol apa aja sama Kia? gue sama dia ngobrol tentang permasalahan cinta miris Lo


uda gue anterin kerumah nya? dia minta nginep di apartemen gue karna supir nya gak bisa jemput


ke adaan Kia gimana? ke adaan Kia baik baik aja, luka dia uda gue obatin"


jawab Aska panjang lebar


"owh... hehehe yaudah kalau gitu thnks ya mau jaga in Kia"


Raka berterima kasih kepada Aska


"hmm"


Aska hanya malas menjawab pertanyaan tak penting yang di lontarkan oleh Raka


"Hoam yok tidur gue ngantuk akut nih"


ajak Rafa


"Hoam yaudah ayok gue juga ngantuk"


ajak juga Raka


'good tidur yang pulas ya 2 bayi besar gue'


batin Aska


Aska di capit oleh kedua kakak nya, sebelah kanan ada Raka dan di sebelah kiri ada Rafa


"good night tuan putri"


ucap Rafa dan Raka berbarengan


"good night juga kedua pangeran ku"


ucap Aska


Aska hanya pura pura tidur agar tak di curigai oleh kedua kakak nya


tak berselang lama terdengar dengkuran halus dari Rafa dan Raka





mobil favorit Aska nomor 1



mobil favorit Aska nomor 2



mobil favorit Aska nomor 3



mobil favorit Aska nomor 4



mobil favorit Rangga



mobil favorit Rafa



mobil favorit Raka



~udah dulu ya untuk episode kali ini, maaf kalau alur cerita nya gak nyambung sama sekali


sengaja aku buat alur ceritanya lama ya karna nulis novel ini itu untuk ngehilangin gabut ku


soal nya banyak waktu senggang ya gak ke pakai jadi aku berpikir untuk nulis novel


dan untuk kalian para readers Zira jangan lupa tinggalkan jejak like nya ya biar makin semangat


follow juga Instagram Zira di @zira.arfy27