Ruthless Mafia Queen

Ruthless Mafia Queen
Luke, Mike dan Brayen



Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Lion mengingat jam tangan nya


Jam tangan yang sudah di modifikasi bisa berfungsi untuk menghubungi orang inti di black devil


Dan yang mendapatkan jam ini pun hanya beberapa orang saja


Contoh nya Rama, Luke, Mike, dan Brayen


Mereka mendapatkan jam itu, karna mereka adalah orang inti/penting di black devil


Lion mengotak atik jam nya sampai lah muncul tulisan Rama di jam nya


Lion memencet tulisan itu untuk menghubungi nya


Dan di lain tempat di markas black devil nampak seorang pria yang sedang berbincang-bincang pada Mafioso di situ yang tak lain adalah Rama


Tapi perbincangan itu berhenti saat jam Rama berbunyi


Rama mengecek jam nya dan disitu bertulisan King


‘Hah? Ni kenapa king telfon lewat jam? Apa ada hal yang amat-sangat penting?’


Batin Rama


Karna takut ada hal yang penting, Rama langsung mengangkat nya


“Hallo king”


Ujar Rama


“Hmm, Ram bawa beberapa Mafioso dan mobil gue sekarang!!, gue Sherlock”


Perintah Lion yang langsung mematikan sambungan telefon nya tanpa memberi kesempatan Rama bertanya


‘Ish untung lu bos gue kalau enggak uda gue kasih baygon’


Batin Rama kesal


“Agil, siapkan beberapa Mafioso, kita akan menjemput king”


Perintah Rama kepada salah satu Mafioso nya, Reno


“Woke”


Kata Agil


Singkat cerita, Rama dan beberapa Mafioso berangkat menuju ke lokasi Lion


Rama yang menggunakan mobil Lion, dan para Mafioso menggunakan mobil markas


Rama dan para Mafioso sudah sampai di titik lokasi Lion, terlihat Lion yang sedang duduk di trotoar dengan bersimbah darah dan ada beberapa orang yang sudah pingsan tak berdaya


Di situ juga ada mobil Lion yang terparkir tapi kondisi nya banyak bolongan karna akibat di tembakin terus


Rama mendekat kearah Lion untuk memeriksa keadaan nya, Rama terkejut saat melihat Lion yang pucat dan bajunya yang sangat banyak darah, walau pun setengah sadar


Rama memopong badan Lion untuk di bawa ke rumah sakit


“Kalian bereskan semua nya,kalau yang masih hidup tahan mereka di ruang bawah”


Perintah Rama pada Mafioso


“Baik duke”


Jawab Mafioso


Rama membopong Lion kearah mobil untuk di bawa ke rumah sakit


“King, kita akan ke rumah sakit”


Ujar Rama


“Tak perlu bawa saja gue ke apartemen yang biasa dan panggil dokter Hans”


Perintah Lion


“Oke, gue akan ngebut”


Rama langsung menginjak pedal gas dengan kuat hingga membuat mobil melaju dengan kecepatan 200km/jam


Beberapa menit kemudian


Rama dan Lion sudah sampai di apartemen Lion


Rama segera membopong Lion dan menidurkan nya di tempat tidur


Rama segera menelfon dokter Hans, dokter kepercayaan Lion


Tuut


Panggilan terhubung


‘Hallo dokter Hans segera datang ke apartemen biasa’


‘……’


‘Dia tertembak bagian perut dan mengeluarkan banyak darah’


‘……’


‘Hmm gue tunggu’


Tut tuut


Panggilan dimatikan


“Gue ke unit sebelah mau ngambil laptop”


Pamit Rama Lion


“Hmm”


Dehem Lion


Rama keluar dari unit Lion dan hendak menuju ke unit nya jika unit Lion nomor 378 sedang kan unit Rama 377


Saat sudah keluar dari unit Lion, pandangan nya menangkap 3 orang yang sedang berdiri di depan pintu unit nya


Dia terpaku di tempat karna melihat 3 sosok itu yang membelakangi nya


‘Luke, Mike Brayen?’


Batin Rama menduga-duga


Rama mendekat secara perlahan namun pasti saat sudah tepat di belakang 3 orang itu


“Luke, Mike, Brayen?”


Panggil Rama dengan jantung yang sudah dag dig dug


3 sosok orang itu langsung berbalik menghadap ke Rama


Deg


Seketika jantung nya berpacu lebih cepat dari biasa nya


Sapa Luke, Mike, Brayen berbarengan


“Ka-kalian kalian di sini?”


Tanya Rama terbata-bata


“Yap kami di sini”


Jawab Brayen


Tiba-tiba Rama memeluk Brayen, Luke dan Mike secara bergantian tentu saja dengan cara pria


“Kalian kemana saja? Apakah benar kalian di sekap? Oleh mafia mana? Red phonex, ghost crush, atau world cruelty? Mereka menyiksa mu? Bagaimana kalian bisa disini? Kalian bisa bebas? Apakah perlu kita meluluh lantah kan mafia yang sudah menyekap kalian? Woi jawab gue?”


Tanya Rama dengan pertanyaan yang beruntun


“Hei hei Ram tenanglah kami akan menjelas kan nya tapi kami akan menjelaskan nya saat ada king”


Ujar Luke


“Astaga gue lupa!”


Rama langsung masuk ke unit nya dan meninggalkan Luke, Mike, dan Brayen


Mereka ber 3 kebingungan dengan sikap Rama yang tiba-tiba panik


Saat Rama sudah kembali dia langsung mengajak ke unit nya Lion


“Ayo kita temui king tapi dia sekarang sedang terluka di perut nya dan sekarang tinggal nunggu dokter Hans untuk mengobati nya”


Jelas Rama


“Bagaimana dia bisa terluka?”


Tanya Luke


“Tadi markas di serang oleh ghost crush tapi masih bisa di pukul mundur oleh king, dan saat king ingin pulang dia di cegat oleh world cruelty dan tertembak tapi untuk cerita detail nya gue gak tau karna king belum cerita”


Jelas Rama yang mempersingkat cerita nya dan mengambil inti dari kejadian tadi


“Hmm, kalau gitu lebih baik sekarang kita bertemu dengan king”


Ajak Luke


Mereka masuk unit sebelah dan di sana mereka langsung masuk ke kamar yang di tempati Lion


Di sana mereka melihat Lion yang sedang berbaring dengan telentang dan satu tangan nya memegangi bagian perut yang terkena tembak dan matanya juga menutup tapi dia hanya memejamkan matanya


“Kenapa lo lama kali”


Tanya Lion yang entah kepada siapa pertanyaan itu ia lontarkan tapi semua nya akan paham siapa yang king nya itu tanya, siapa lagi kalau bukan Rama


“Karna gue menemukan seseorang”


Jawab Rama dengan penuh teka-teki


“Siapa?”


Tanya Lion yang masih dengan posisi yang sama


“Buka mata lo dan lihat siapa yang gue temukan di depan pintu unit gue”


Nada yang terdengar yaitu nada sombong


‘Pala lu peang nemu-nemu yang ada kami kali yang datang langsung ke unit lu’


Batin Luke, Mike, Brayen


Karna penasaran akhir nya Lion membuka mata nya dan menoleh ke arah Rama yang bisa d bilang masih berdiri di dekat pintu kamar


Dia terkejut bukan main saat melihat Luke, Mike, Brayen sedang berdiri di belakang Rama dengan kondisi yang sehat


“Kalian!!!”


Kejut Lion


“Hai king”


Sapa mereka canggung karna tiba-tiba Lion menatap mereka dengan tajam


“Bagaim-“


Ucapan Lion terpotong karna melihat dokter Hans datang memasuki kamar nya


Dan ekspresi dokter Hans terkejut bukan main


“Me-mengapa kalian bisa di sini?


Tanya dokter Hans dengan suara yang terbata-bata karna terkejut


“Lebih baik kau obati dulu king”


Ujar Mike dengan datar


Emang di antara Luke, Mike, dan Brayen Mike lah yang paling pendiam dan yang paling cerewet adalah Luke sedang kan Brayen jika mood nya baik maka dia akan banyak bicara seperti Luke tapi jika mood nya tidak baik maka dia akan menjadi pendiam seperti Mike


Setelah dokter Hans mengobati luka Lion sekarang semuanya berkumpul di ruang tamu dan sekarang mereka ingin mendengar penjelasan dari Luke, Mike, dan Brayen


“Jadi…..”


A.a.a.a.a.a.a.a


"Oh ayolah jangan terlalu serius dengan hidupmu,, kita juga perlu candaan" ~Luke~


A.a.a.a.a.a.a.a











Hai readers kangen gak sama Zira?


Hehe bercanda ko tapi kalau misal nya ada yang kangen, Zira mau bilang love you


Seperti biasa nya jangan lupa untuk like, komen dan vote ya maaf kalau misal nya ada salah kata atau ucapan Zira yang menyinggung readers ya dan maaf juga kalau ada typo yang amat sangat banyak


Jangan lupa follow ig Zira ya @zira.arfy27


bayy