Ruthless Mafia Queen

Ruthless Mafia Queen
Kepercayaan Kampus



Pagi harinya, Aska sudah siap dengan setelan jas putih yang sedang trending saat ini dan celana jeans panjang berwarna hitam dan menggunakan sepatu putih kesayangan nya, rambut nya dia ikat menjadi ekor kuda dan menyisakan anak rambut bagian depan nya karna hari ini dia ada jadwal kuliah pagi


Aska memandang kedua kakak nya yang masih terlelap dengan posisi saling berpelukan


Tiba-tiba muncul ide yang menguntungkan nya, Aska mengambil ponsel yang berada di meja riasnya


Ckrek


Ckrek


Dua hasil foto itu langsung saja dia copy di laptop nya


‘Kartu As ada di tangan ku’ batin Aska sambil tersenyum smrik


Karna sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, Aska keluar sambil menenteng tas ransel dan turun untuk sarapan


“Morning yah bun”


Sapa Aska sambil mengecup kedua pipi orang tua nya


“Morning baby/honey”


“Dimana kakak-kakak mu?”


Tanya sang ayah


“Mereka masih tidur yah”


Jawab Aska


“Apakah kakak-kakak mu tidak kuliah dan kerja?”


Tanya bunda karna mendengar jawaban Aska


“Entahlah bun mereka tidak ada bilang apa-apa padaku”


Jawab Aska


“Bangunkan saja mereka sayang, takutnya mereka kuliah dan kerja pagi hari ini”


Suruh ayah kepada bunda nya


bunda langsung bergegas ke kamar Aska untuk membangunkan kedua anak laki-laki nya


Sedangkan di meja makan terjadi perbincangan yang lumayan serius antara Aska dengan ayah nya


“Baby, karna 3 hari lagi kampus kita akan mengadakan acara ulang tahun nya yang ke 47 tahun, kemarin ayah mengundang tuan Lion dari perusahaan L’A COMPANY untuk menyampaikan beberapa hal, agar mahasiswa kita bisa termotivasi dengan nya, awal nya ayah ingin mengundang Queen RA dari perusahaan S’K R4, tapi bunda bilang Lady RA (panggilan Aska dalam bidang bisnis) pasti tidak mau karna di beberapa acara perusahaan besar saja dia tak mau datang, dan setelah ayah pikir-pikir itu masuk akal juga, jadi ayah ingin meminta pendapat mu tantang hal ini” ujar ayah panjang x lebar x tinggi dan x luas


‘Huh untung saja ayah tidak mengundang ku dalam acara ulang tahun itu, kalau tidak terpaksa aku mengirim Zaki untuk menggantikan ku, aku akan membelikan bunda kucing impian nya untuk mengucapkan terima kasih’ batin Aska lega


“Menurut ku ide mengundang tuan Lion dalam acara ulang tahun kampus kita itu bagus dan untuk masalah itu aku tak akan menambahkan apa pun lagi, tapi bolehkah aku bertanya yah?” izin Aska


“Apa itu?” Tanya ayah nya


"Mengapa ayah membahas ini degan ku, kenapa tidak engan kak Angga?” Tanya Aska mengutarakan kebingungannya


“Ayah berencana memberi kampus keluarga kita pada mu, kau tahu kan kampus ini sudah ada sejak nenek buyut ayah, dan akan terus diturunkan pada anak-anak mereka yang mereka percaya, sama seperti ayah, ayah di percaya untuk memegang ahli kampus kita, bukan karna ayah anak sulung tapi karna ayah memiliki potensi dan keahlian dalam berbagai bidang, dan jujur dari antara Angga, Rafa, Raka dan Aska, yang paling dominan adalah Aska, makanya ayah akan meneruskan kampus kita kepada mu” jelas ayah panjang x lebar x tinggi dan x luas lagi


“Lalu bagaimana dengan kak Angga, kak Rafa dan kak Raka? Bagian mereka bagaimana? Aku tak mau jika hal ini menghancurkan persaudaraan kami” ujar Aska yang mengkhawatirkan ikatan persaudaraan mereka


Dia sungguh takut jika akan terjadinya percikan api di dalam persaudaraan, mungkin karna adanya rasa iri, dan satu alasan lagi kenapa dia tidak mau mengambil kampus keluarga nya, karna dia sudah ada perusahaan, mafia, resort, hotel, pelabuhan, dan bandara nya sendiri, dan dia sungguh malas jika harus menambah beban nya lagi


“Kami tak akan masalah jika kampus keluarga kita, kau pegang, karna jujur kakak hanya akan mau memegang perusahaan di Indonesia saja dan kakak juga ada perusahaan mobil ya walaupun kakak mengurusnya dengan kak Rafa , kakak bukan orang yang gila kedudukan tinggi” bukan ayah nya yang menjawab pertanyaan Aska melainkan Raka yang sudah turun menggunakan setelan kaos putih dan celana jeans panjang berwarna hitam,dan menggunakan sepatu putih yang sama persis seperti apa yang Aska pakai sekarang sambil menenteng tas ransel nya di pundak , berbarengan dengan Rafa yang menggunakan setelan jas kantor nya mungkin kakak nya ada urusan kantor pagi ini


Secara tidak langsung setelan Raka dengan Aska sama, atasan yang berwarna putih, celana jeans panjang yang berwarna hitam dan sepatu couple yang berwarna putih


Sebenarnya sepatu itu juga couple dengan Angga dan Rafa juga


Ok, back to topik


‘Rasa nya aku ingin menjawab kalau tanggungan ku sudah banyak tapi apalah dayaku, semakin kemari aku semakin yakin untuk membongkar semua ini’ batin Aska pasrah


“Baiklah aku akan mengambil alih kampus itu, dan akan mengeluarkan sekuat tenaga ku untuk terus mengembangkan nya menjadi lebih baik lagi” ujar Aska dengan tegas tanpa keraguan di mata nya


Dia sudah yakin akan keputusan nya, mungkin dia akan sibuk mencari orang yang bisa dia percaya untuk mengurus semua urusan nya


“Ayah akan percayakan urusan kampus dengan mu” ujar sang ayah sambil menepuk kepala Aska beberapa kali


“Pasti’” jawab Aska cepat sambil menganggukkan kepala nya


“Ck, cepat makan bunda sudah masak spaghetti untuk pagi ini, karna bahan kulkas sudah habis jadi makan yang ada dulu” suruh bunda nya


“Baiklah bunda ku, oh ya bun, rencana nya aku ingin membelikan kucing yang bunda inginkan, tapi aku tak tahu kucing seperti apa yang bunda inginkan……” Ucapan Aska terpotong dengan ucapan bunda nya yang semangat


“Apakah itu benar?” Tanya bunda nya dengan antusias nya


“Iya bun, tapi aku tak tahu kucing seperti apa yang bunda inginkan, jadi bunda pesan saja kucing nya lalu chat aku berapa uang yang di perlukan, nanti aku akan transfer ke bunda” uajr Aska


"Aaaaa baiklah bunda akan memesan nya dulu, tapi jangan kaget ya kalau harga nya sangat mencekik, oh ya apakah bunda boleh membeli dua ekor?” Tanya bunda sambil menunjukkan popy eyes nya


"bNoleh, tapi salah satu kucing nya aku yang memilih” ujar Aska memberi izin


“Ah baiklah, ohh astaga bunda sampai lupa kan kita harus sarapan” ucap bunda nya dengan panik


Sedangkan yang lain hanya geleng-geleng melihat kelakuan sang bun


.~.~.~.~.~.~


“Bunda adalah ratuku, ayah adalah rajaku, dan abang-abangku adalah pengawal ku hahahahaha”


Tawa Aska lalu berlari keluar


.~.~.~.~.~.~











Hola readrs nya Zira, pa kabar?


Moga aja kalian dalam keadaan sehat wal afiat ya.a.a.a.a


Mon map ya kalau masih banyak typo bertebaran macem mantan nya Zira yang ada di mana-mana hahahaha uhuk uhuk


Ehem, dan Zira gak akan bosan untuk mengingat kan para readers untuk like, komen, dan vote nya biar


Zira makin semangat buat cerita nya


kalian juga boleh kasih saran, kritikan, atau pun keinginan kalian baut cerita ini seperti apa ya


jangan lupa juga follow instagram Zira ya @zira.arfy27


bay