
"sebenarnya......."
Kia ragu harus menceritakan semua nya kepada Aska karna dia tak tau Aska itu siapa nya Raka
karna Kia takut kalau kisah mereka berdua harus jadi aib besar
tapi karna melihat mata tegas Aska, ia akhirnya menceritakan kisah mereka
"sebenarnya Raka sama Bila itu pacaran dan hubungan mereka uda 2 tahun, lalu pas aku pindah ke Indonesia dan masuk ke kampus Angkasa aku bertemu dengan Raka di situ aku mulai suka sama Raka dan mulai mengejar nya tapi pas ada acara kampus tiba-tiba Bila mempermalukan aku dia mengatakan bahwa aku sudah mencoba merebut cowok nya tapi karna aku tidak tau cowok nya siapa, aku mengelak nya dan berkata aku bahkan tidak tau cowok mu siapa jadi mengapa kau menuduh ku, lalu tiba-tiba Raka berteriak, Bila apa yang kau lakukan dengan semua ini, awal nya aku senang karna aku berpikir Raka sudah mulai tertarik dengan ku tapi ternyata..."
Kia berhenti sebentar untuk menarik napas, Aska hanya menyimak apa yang di bicarakan oleh Kia tanpa menyela sama sekali
"dia maju ke depan dan memeluk Bila aku tentu nya kaget apa yang di lakukan oleh Raka, dia berkata kepada Bila, kamu boleh cemburu tapi jangan memperlakukan orang lain dengan tidak baik atau merendahkan nya oke sayang, lalu Raka membawa Bila untuk pulang, disitu aku kecewa dengan Raka bahwa Raka lebih memilih Bila, dan aku bertekad untuk melupakannya, tapi tidak semudah yang aku bayangkan, Raka bahkan menganggap ku adik nya dan memperlakukan ku seperti saudara nya"
Kia berhenti lagi untuk menarik napas,
Aska yang mendengar bahwa Raka menganggap Kia adalah adik nya tentunya hanya tersenyum devil tapi Kia tak tau
'hah jadi aku ini bukan adik satu-satunya punya mu ya Raka? hah tapi tak apa aku masih mempunyai 4 kakak atau jika aku mau aku tinggal menunjuk laki-laki untuk menjadi kakak ku'
batin Aska
"pada saat malam hari aku berjalan sendiri lalu ada mobil sport yang menghampiri ku dan ternyata itu adalah Raka, Raka menawarkan untuk mengantar kan aku pulang, aku menerima nya, pada saat sedang di dalam mobil aku melihat Bila dengan seorang pria seperti om-om kepala botak dan perut buncit di kap mobil, mereka sedang bercumbu dengan panas, aku memberi tau kepada Raka, lalu Raka memberhentikan mobil nya tidak jauh dari mereka, beberapa saat kami diam dan tiba-tiba Raka turun dan membanting pintu nya, Raka menghampiri mereka dan Raka menampar Bila lalu mereka bertengkar dan setelah itu Raka menghampiri mobil nya, Bila menatap ku dengan tajam"
ada helaan nafas dari Kia dan, Aska??
jangan di tanya lagi dia bahkan dari tadi menguap karna bosan dengan cerita Kia yang panjang
"lalu entah kenapa Raka bahkan lebih dekat dengan ku dan karena itu Bila membenci ku karna dia menganggap bahwa aku sudah memprovokasi Raka"
Kia akhirnya mengakhiri cerita panjang nan membosankan nya
"Hoam.... jadi kalian belum pacaran?"
tanya Aska
"belum"
Aska hanya mengangguk lalu melihat jam nya, setengah jam lagi jam makan malam, berarti dia harus pergi sekarang agar tak terlambat makan malam
"emmm Kia kalau gue tinggal sendiri gak papa kan?? soal nya hari ini gak tidur disini karena uda janji sama keluarga nginep di rumah"
Aska menjelaskan
"yaudah kak gak papa, tapi aku tidur di mana?"
tanya Kia
"Lo tinggal tidur di kamar sebelah pintu warna hitam"
jelas Aska
"thanks ya kak"
ujar Kia
Aska hanya mengangguk dan langsung pergi ke mansion milik keluarga nya, dia memacu kendaraannya dengan sangat laju karna setengah jam lagi sudah waktunya makan malam
jika ditempuh dengan kecepatan rata-rata antara apartemen dengan mansion nya bisa jadi satu setengah jam
tapi tidak dengan Aska jika sudah ke setanan membawa mobil dia bisa menempuh hanya empat puluh menit saja
"hah mobil nya Raka gak enak benget ban nya licin suara mobil nya gak manis sama sekali huh ini kata nya mobil ke sayangan dia? di bandingkan mobil punya gue belum ada apa-apanya"
gerutu Aska tak
jelas
setelah berkendara empat puluh menit akhirnya Aska sampai di mansion nya
Aska langsung masuk untung saja dia tak terlambat untuk makan malam bersama
"eh anak bunda uda nyampe, uda sana mandi dulu baru kita makan sambil nunggu ayah sama Rafa"
ujar bunda
"hah.. kak Rafa hari ini pulang?"
kaget Aska
"iya Rafa hari ini pulang nih ayah lagi jemput di bandara"
ucap bunda
"kok Aska gak di kabari?"
tanya Aska dengan wajah cemberut
"ya.. gimana Lo mau di kabari?? Lo aja kagak ngabari mobil gue Lo bawa ke mana"
bukan nya bunda yang menjawab tapi Raka
Aska tak menghiraukan ke beradaan Raka yang datang dengan wajah cemberut
"kalau gitu Aska mandi dulu ya Bun"
pamit Aska kepada bunda
Aska langsung saja mandi dengan cepat karna di sudah sangat kangen dengan kakak nya Rafa
setelah 15 menit Aska selesai mandi dan langsung turun ke bawah untuk bertemu dengan Rafa
tapi sayang nya rafa belum ada di sana
"bunda kak Rafa sama ayah belum sampai ya"
tanya Aska dengan muka imut nya
"bentar lagi sayang"
bunda hanya menjawab dengan singkat dan senyum manis
Aska hanya menunggu sambil main hp di meja makan, tiba-tiba Raka datang dan langsung duduk di samping Aska
"As Lo kenapa sih adek ku... kok pulang-pulang diemin gue sih salah gue apa?"
tanya Raka dengan wajah yang di buat imut
saat Raka sedang membujuk Aska dan Aska hanya bermain game online di ponselnya tiba-tiba saja
hap
ada yang memeluk Aska dari belakang dan mencium pipi nya
Aska dengan refleks memutar tangan yang memeluknya
dan betapa kagetnya dia saat tau tangan yang dia putar adalah tangan Rafa
"dek.... Lo kok tega banget sih sama kakak bukan nya dipeluk malah di plintir tangan nya"
keluh Rafa
"eh.... ternyata kak Rafa, Aska kira kan siapa tiba-tiba meluk Aska dari belakang"
Aska langsung melepaskan tangan Rafa
"ya kan biar suprise"
"ya maaf kak, Aska kan gak sengaja, itu pun tadi refleks aja".
jelas Aska dan meminta maaf
lalu Aska langsung menarik tangan Rafa untuk duduk disebelah nya
Rafa hanya menurut saja, jujur dia sangat kangen dengan adik perempuan nya
"eh tapi kenapa tu muka Raka kok cemberut gitu"
tanya Rafa
"iya kok muka Raka cemberut tuan putri?"
ayah tiba-tiba datang dengan baju santai dan muka fresh nya
"ayah... Aska kangen tau"
Aska tak menjawab pertanyaan ayah dan kakak nya
"Aska tadi pagi kita kan uda ketemu, kok uda kangen aja"
"gak tau kangen aja pas gak ada liat ayah di rumah"
jelas Aska
"Oya tuan putri kenapa muka Raka cemberut"
tanya ayah
Aska langsung menarik tangan ayah untuk duduk di samping bunda nya
"jadi...."
Rafa seperti meminta penjelasan
"Aska merajuk sama Raka, Raka aja gak tau kenapa Aska bisa merajuk sama Raka padahal mobil tadi uda Raka pinjam terus tadi pagi uda Raka anter ke kampus tapi pulang-pulang Aska malah tak menghiraukan Raka"
jelas panjang lebar Raka dengan muka cemberut nya dan seperti hampir menangis
"emang Aska kenapa sayang kok merajuk sama Raka emang Raka salah apa hmm?"
tanya bunda
"iya tuan putri kok merajuk sama Raka?"
tanya ayah
Rafa hanya menyimak pembicaraan mereka saja
"jadi ayah, bunda, dan pangeran Rafa, sebenarnya pangeran Raka itu menyembunyikan rahasia besar kepada kita semua"
jelas Aska setengah membuat yang lain penasaran
tidak dengan Raka yang sedang keringat dingin karena panik
"emang nya rahasia apa tuan putri?"
tanya bunda
'rahasia yang mana ya setau ku yang tidak di ketahui Aska cuma masalah pacar aja, apa jangan-jangan?'
"jadi sebenarnya rahasia pangeran Raka itu....."
•
•
•
•
kampus keluarga Angkasa
mansion keluarga
mansion punya Aska
hah sorry ya lama banget gak update karna aku nya lagi sibuk ngurusin adek aku yang baru lahir
dan otomatis semua urusan rumah aku yang urus, kan gak mungkin kalau mama aku yang ngurusin pekerjaan rumah
jadi intinya aku minta doa untuk kalian agar adek aku sehat-sehat selalu dan membanggakan orang tua dan negara
dan menjadi hamba Allah yang taat beribadah,
jadi kalian bisa follow Instagram aku @zira.arfy27