
Tok
Tok
Tok
"Aska!!! Cepetan bangun nanti gue tinggal Lo ya!!"
Teriak Raka yang sudah kesal karena dari tadi dia sudah mencoba membangunkan Aska tapi dia tak kunjung bangun
"Hish!! Lo berisik banget sih"
Teriak Aska
Karena dari tadi Raka teriak teriak tak jelas karena membangunkan Aska
"Adek ku cantik cepat ya kakak lagi ada mau ngumpul bareng teman nih"
Ucap Raka yang mulai bersabar di luar pintu kamar Aska
"Hish susah banget sih kalau uda berangkat sama dia"
Gerutu Aska karena dia hanya tidur 2 jam gimana tidak tidur hanya 2 jam dari tadi malam dia di teror oleh teman-temannya karena menanyakan kabarnya yang sudah beberapa hari tidak bertemu karena Aska pindah ke Indonesia dan teman-temannya berada di USA. Aska pindah karena dia ingin menenangkan dirinya untuk beberapa tahun
"Aska gue tunggu di bawah kalau 15 menit Lo gak turun gue tinggal!!"
"Ck, ngeselin banget sih untung Lo itu abang gue kalau enggak uda gue penggal kepala Lo dari dulu"
Gerutu Aska yang tak jelas karna dia masih merasa kesal karna di diganggu tidurnya oleh abangnya sendiri
Aska siap-siap untuk pergi kuliah karna ini hari pertama dia masuk dia mengenakan celana jeans hitam dan memakai sweater hitam di bagian atas dan putih di bagian bawahnya
Setelah 10 menit dia sudah siap dan turun kebawah
"PAGI EVERYBODY!!"
Heboh Aska
"Pagi pala lo tengok nih dah jam berapa, jam 9"
Karna dari tadi Raka sudah kesal dia menjawab ucapan Aska dengan ketus
"Eee santai bos kita gak bakalan telat kok"
"Iya gak telat masuk kuliah tapi gue telat ngumpul bareng teman gue nih"
Karna pusing melihat kelakuan kedua anaknya Reno melerai mereka
"Udah-udah cepat sana berangkat katanya kamu mau ngumpul bareng teman tapi kok malah ribut sih, uda sana Aska berangkat kasian kakak mu tuh"
Ucap Reno ayahnya
"Yaudah Aska berangkat dulu ya...
Bunda ayah nanti Aska pulang pas mau makan malam ya soalnya Aska juga mau ngumpul bareng teman Aska"
Sebenarnya Aska mau ke markas mafianya bukan ngumpul bareng teman tapi dari pada nanti orang tuanya kena serangan jantung lebih baik berbohong
"Sejak kapan Lo punya teman di sini?"
Tanya Raka yang curiga terhadap Aska pasalnya Aska jarang keluar dari rumah semenjak datang dari USA
"Eh aku kan ada teman disini pas ada kunjungan antar kampus luar negeri dan dalam negeri"
Ucap Aska yang mencari alasan agar tak di curigai oleh kakaknya
"Yaudah gak papa tapi nanti malam kita makan bareng ya sayang"
untung saja sang bunda percaya padanya jadi dia tak perlu beradu argumen pada kakak laki-lakinya
"Iya bunda nanti malam kita makan bareng"
ucap Aska lalu dia berpamitan pada bunda dan ayahnya
"Aska berangkat dulu ayah bunda"
lalu mencium pipi ayah dan bundanya
muach
muach
Raka sudah menunggu dari tadi di mobil sport miliknya, karna Aska tak kunjung datang Raka menekan klaksonnya beberapa kali
tin
tin
tiiiiin
"Aska cepetan gue masih ada janji ngumpul nih"
Aska yang mendengar suara teriakan Raka merasa sangat kesal karna dia sangat tak sabaran
"Hish iya-iya bentaran napa"
lalu masuk ke dalam mobil Raka
"Lo yakin berangkat sama gue gak pakai mobi sendiri lo aja?? kan lebih enak tuh"
Raka merasa keheranan kenapa adiknya itu dari tadi malam merengek minta berangkat dengan dirinya setau dia Aska selalu marah jika seseorang menggunakan mobilnya tanpa seijin gadis itu dulu karna dia sangat menyukai mobilnya itu dan membawanya kapan pun dia akan pergi tapi dia tak melihat mobil adiknya itu di garasi mansion
"Mobil lo kemana dari semalam gk nampak sama sekali?"
Raka curiga terhadap adik nya yang sangat aneh semenjak kepulangannya dari USA
"Mobil gue lagi di bengkel karna kepingin ganti gaya bodynya"
Aska mencoba mencari alasan yang tepat karna mobilnya itu sebenarnya sedang lagi di markas untuk dibersihkan karna beberapa hari yang lalu ada yang mencoba untuk menyerang markasnya sehingga dia merelakan mobilnya untuk menabrak musuhnya karna ada salah satu dari pihak musuh telah merusak body mobilnya
karna mendapat tatapan penuh menyelidiki dari Raka akhirnya ia mencoba mengalihkan pembicaraan
"Yaudah ayok buruan katanya buru-buru udah telat"
karna sudah sangat terlambat Raka langsung menancap gas diatas rata-rata untung Aska sudah bisa seperti ini jadi dia tak perlu muntah saat Raka mengendarai mobil seperti orang dikejar setan
didalam perjalan mereka hanya diam karna saling melakukan aktivitas yang berbeda, Raka yang sedang fokus menyetir dan Aska sedang melamun memikirkan nasib malang yang menimpanya saat masih berada di USA dan harus pindah ke Indonesia untuk menenangkan pikirnya yang hampir mau pecah karna banyak menanggung konsekuensi berbahaya memiliki organisasi mafia yang sangat ditakuti tapi semakin lama organisasinya semakin kuat semakin banyak juga musuhnya yang berniat membunuhnya untuk mengambil mafianya
•
•
•
•
•
•
**hai guys sorry kalau ceritanya gak masuk akal sama kalian dan maaf juga kalau banyak cerita yang melenceng gak karuan ya
salam hangat dari aku untuk pembaca ku**