
setelah kepergian Luke, Mike, dan Bryan, Aska menyuruh Zaki untuk keruangan nya
mereka membahas tentang pembangunan ruangan markas
"kak gimana perkembangan markas kita?"
tanya Aska yang tidak menggunakan bahasa formal
"em kalau ruang pribadi sudah clear tinggal kalau Lo mau tambahan barang mungkin?"
tanya Zaki
"oke, kalau bisa di situ ada komputer, terus ruang rahasia yang nanti hanya kita ber-2 yang tau, ah dan satu lagi buat pintu ruang pribadi gue pakai pintu besi yang gak bisa dibuka walaupun pakai bom atom sekalipun"
jawab Aska mengutarakan keinginannya
"kenapa Lo gak sekalian bilang macam ruangan brankas sih"
kesal Zaki karna Aska tak langsung to the poin aja
"heheh biar ada perbincangan aja gitu"
canda Aska
"ck, berarti ruang pribadi Lo itu di buat macam brankas kan?, cuma bedanya fasilitas nya lebih lengkap kan?"
tanya Zaki
"hmm"
dan hanya dapat deheman dari Aska
"em baiklah, terus ruang senjata, ruang bawah, dan ruang latihan sudah clear semua dan langsung bisa di pakai"
jelas Zaki
"kalau begitu langsung di pakai aja ruangan nya"
balas Aska
"nah kalau ruang makan tinggal meja Lo aja yang belum siap"
jelas Zaki l.a.g.i
"kenapa cuma meja makan gue aja?"
tanya Aska yang kurang mengerti
"karna meja Lo harus beda dari Mafioso dong"
jawab Zaki santai
plak
Aska memukul kepala Zaki dengan kesal
"aw Lo kok mukul kepala gue sih"
tanya Zaki sambil meringis kesakitan
"Zaki, Lo itu bodoh atau bego sih!!!"
geram Aska
"kenapa emang nya?"
tanya Zaki dengan tampang tanpa dosa nya
"Zaki gue itu gak pernah minta meja makan gue itu beda sama Mafioso lain nya yang harus mewah yang harus berlapis emas gue gak pernah minta Zaki!!!"
emosi Aska sudah meletup letup
"hehehe iya juga sih"
Zaki hanya cengengesan dan mampu membuat Aska mendengus kesal
"ck, Yaudah ruang makan di clear-in aja"
perintah Aska
"ok kalau gitu, berarti semua nya uda siap"
kata Zaki dengan semangat empat lima
"hah kalau gitu gue mau pulang ya"
pamit Aska
"ya... mau pulang ya? yaudah deh gak papa tapi lain kali Lo harus sering ke sini ya"
pinta Zaki
"hmm iya deh gue janji"
akhirnya Aska langsung keluar dari markas nya dan masuk ke dalam mobil nya
~di perjalanan~~
Aska membawa mobilnya dengan ke cepatan di atas rata-rata
tapi di tengah perjalanan dia melihat ada sosok pria yang sedang di keroyok oleh banyak orang
mungkin jika di hitung bisa sampai dua puluh sampai tiga puluh orang
Aska menghentikan mobilnya tak jauh dari sana
dia menajamkan Indra penglihatan nya untuk melihat lebih jelas
setelah di teliti pria itu mampu menghabiskan semua orang yang mengeroyoknya
but dia sepertinya lemah karna fisik nya sedang dalam tak baik baik saja
dan Aska juga melihat jubah leader mafia black devil
sungguh Aska terkejut bisa melihat king dari mafia black devil
'kenapa dengan dia? seharusnya dia bisa melawan orang-orang itu kan? tidak mungkin dia tidak bisa melawannya, sepertinya dia sudah berperang tadi lihat saja dia memegangi perutnya, mungkin dia tertusuk atau tertembak, apakah aku harus membantunya?'
Aska begitu bingung harus melakukan apa
tapi di sini dia membantu menggunakan jubah kebesaran nya
Aska langsung turun dari mobil dan membantu leader mafia black devil
awal nya pria itu malah menyerang Aska yang ingin mendekati nya untuk membantu nya berdiri
tapi siapa sangka pria itu menendang Aska dengan sangat kuat, ingat sangat
tapi untungnya Aska menghalangi tendangannya dengan tangan nya yang di silang kan
bugh
"aw bodoh, mengapa kau menendang ku? bukan nya berterima kasih"
Aska bertanya dengan emosi yang meluap-luap
"heh kau sekutu yang mana?"
tanya salah satu orang yang mengeroyok itu
tapi terlihat dari dekat itu adalah anggota dari mafia world cruelty mafia terkuat nomor 3
karna mendapat kan pertanyaan yang bisa menguntungkan nya
Aska langsung memanfaatkan nya
"entah lah aku pun bingung harus memilih siapa"
jawab Aska memainkan peran nya
"tunggu kau leader mafia red phonex kan?"
tanya salah satu Mafioso itu
"eh bagaimana kau tau?"
tanya Aska dengan polos nya
"itu jubah kebesaran mu yang tertulis Queen RA, dan nama Queen RA itu sudah terkenal di kalangan dunia bawah"
kata Mafioso itu menjelaskan
karna mendengar penjelasan dari Mafioso itu
king leader mafia black devil itu langsung melihat Aska dengan tatapan yang membingungkan
Aska melihat mata itu yang disana terlihat seperti orang yang berharap lalu menatap nya tajam dan terakhir tatapan mengintrogasi
Aska yang melihat itu bingung dan bertanya
"ada apa?"
tanya Aska dengan polos nya
"kau bersekutu dengan siapa?"
tanya pria itu dengan dingin
"Queen RA kau bisa bersekutu dengan kami untuk membunuh leader mafia black devil, kita bisa bersatu untuk menghancurkan dia dan mafia nya"
ucap Mafioso yang lain mencoba membujuk Aska
"iya Queen RA, mafia mu bisa menjadi nomor 1 terkuat dan di takuti di seluruh dunia ini karna kau bisa membunuh dan menghancurkan mafia black devil"
sambung yang lain
Aska diam beberapa saat untuk berpikir
"baiklah aku akan ikut dengan kalian untuk membunuh dia"
ujar Aska dengan semangat
Aska berjalan ke arah Mafioso mafia world cruelty
dan sekarang merek berhadap hadapan
salah satu Mafioso yang ada di depan Aska bingung dengan tingkah Queen RA
"ada apa Queen RA ap...."
belum siapa Mafioso itu berbicara
Aska langsung menghajar Mafioso itu sampai babak belur
"apa apaan kau ini!!"
bentak Mafioso yang tadi dia hajar
Aska tak menjawab pertanyaan itu dia langsung saja menghajar Mafioso yang lain
setelah 5 menit Aska sudah mengajar habis habisan mereka
dan Aska? dia bahkan tidak ada luka sama sekali di tubuh nya
•
•
•
•
•
•
•
hai para readers nya Zira apa kabar? baik kan
sorry kalau lama ngilang nya soal nya Zira super duper sibuk yang bahkan untuk tidur aja susah
so aku minta maaf ya dan maaf juga kalau typo nya masih berkeliaran
oh ya jangan lupa vote dan like nya ya biar Zira semakin semangat nih
dadadadada